Jepang Berhasil Ciptakan Teknologi Rubah Limbah Menjadi Beton

  • -
Jepang Berhasil Ciptakan Teknologi Rubah Limbah

Jepang Berhasil Ciptakan Teknologi Rubah Limbah Menjadi Beton

Jepang Berhasil Ciptakan Teknologi Rubah Limbah Menjadi Beton

Jual u kanstin ini juga ada pada LIPI atau singkatan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dengan lewat pusat inovasi maka lembaga ini melakukan beberapa kerja sama dengan beberapa perusahaan di Jepang. Beberapa perusahaan tersebut adalaj perusahaan Japan International Cooperation Agency atau yang dikenal dengan sebutan JICA serta perusahaan bernama Hakko Industry .Co.Ltd.

Jepang Berhasil Ciptakan Teknologi Rubah Limbah

Kerja sama yang dilakukan bertujuan agar bisa dilakukan inovasi. Inovasi yang ada ini juga sangat berbeda dengan inovasi pada bisanya. Gebrakan baru yang diberikan lembaga dan beberapa perusahaan ini adalah dengan memanfaatkan bahan dasar atau bahan baku utama yang merupakan bahan berasal dari limbah. Limbah yang ada ini kemudian diolah yang nantinya kana menjadi sebuah bahan beton yang ramah pada lingkungan dan juga memiliki harga u kanstin relatif tinggi.

Keuntungan Inovasi Limbah Menjadi Beton Dengan Harga U Kanstin Tinggi

Sebagai Penyelesaian Masalah Lingkungan

Berdasarkan pernyataan yang di sampaikan Deputi pada Bidang Jasa Ilmiah dari LIPI yang bernama Bambang Subiyanto, beliau menyatakan bahwasanya inovasi yang ada dari teknologi limbah menjadi bahan baku beton adalah alternatif yang memang diperlukan dapat mengatasi semua masalah lingkungan.

Masalah yang paling besar dan berdampak langsung dengan harga jual u kanstin yang ada pada lingkungan adalah masalah limbah. Apalagi untuk negara Indonesia yang mana memiliki limbah sangat banyak. Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh humas LIPI pada saat melakukan siaran pres pada hari Rabu di Jakarta.

Diharapkan Mampu Menjadi Solusi Dari Limbah Batu Bara

Kerja sama yang dilakukan beberapa lembaga dalam penelitian pengelolaan limbah dengan harga u kanstin ini merupakan suatu hal yang konkret. Sebagai mana penelitian ini yang mana dilakukan oleh LIPI bersama JICA yang memiliki peran swasta.

Sedangkan untuk perusahaan Hakko Industry.Co.Ltd dalam kinerjanya yang konkret sangat diharapkan agar bisa memberikan alternatif bahkan juga beberapa solusi dalam penanganan limbah yang ada pada industri batu bara.

Awal Mulai Kerja Sama

Bapak Kepala Pusat dari Inovasi LIPI yang bernama Bapak Nurul Taufiqu Rochman juga memberikan pernyataan mengenai awal mula kerja sama dengan kaitan harga u kanstin. Pernyataan yang ada menyatakan bahwasanya kerja sama yang dilakukan lembaga LIPI dengan dua perusahaan asal Jepang ini memang sudah berlangsung sejak bulan Februari di tahun 2015.

Kerja sama yang ada ini mengenai harga u kanstin sudah dimulai dengan beberapa proses. Salah satunya adalah dengan memproduksi beton yang ramah lingkungan dengan angka yang terbatas. Bahkan bentuk kerja sama ini juga merupakan studi kelayakan akan produksi jika dibandingkan pada penerapan teknologi yang digunakan.

Pemanfaatan Buttom Ash Sebagai Program Yang Bermanfaat

Pernyataan lain yang di sampaikan oleh Nurul juga mengenai inovasi yang juga berhubungan dengan harga u kanstin adalah adanya penghargaan. Penghargaan ini diberikan atas upaya JICA. Jenis upaya yang dilakukan perusahaan asal Jepang tersebut adalah dengan cara memberikan fasilitas yang nantinya akan diguankan dalam melakukan kerja sama.

Sedangkan untuk perusahaan asal Jepang Hakko Industry.Co.Ltd menyatakan bahwasanya kaitannya dengan pemanfaatan bottom ash kini jadi sebuah produk dengan manfaat yang cukup besar serta memiliki nilai jual u kanstin yang tergolong tinggi jika dibandingkan inovasi lainnya.

Bahan Baku Dari Indonesia Teknologi Dari Jepang

Proyek dari kerja sama ini merupakan bentuk kerja sama yang cukup baik sebagai mana LIPI dari Indonesia menyediakan bahan baku yang digunakan dan untuk dua perusahaan asal Jepang memberikan teknologinya yang ada. Sehingga pada akhirnya kerja sama ini memberikan hasil yang dinginkan.

Sangat besar harapan hawa kerja sama inovasi limbah ini dengan nilai jual u kanstin yang tinggi bisa tersebar di masyarakat. Hal ini diperkenalkan sebagai bentuk Inovasi yang ramah lingkungan dan sesuai dengan karakteristik produk Indonesia.

Sumber : http://www.netralnews.com/news/kesra/read/15581/lipi…jepang.ubah.limbah.jadi.beton


  • -
Hotel Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

Hotel di Jepang Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

Hotel di Jepang Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

Hotel Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

Pada bulan Juli, Hotel Henn-na yang berada di Kota Sasebo, Jepang telah dibuka. Pada meja resepsionis hotel tersebut, hanya terdapat dua pegawai manusia asli. Sedangkan sisanya yakni 10 pegawai merupakan robot yang sangat mirip dengan manusia. Berbagai robot tersebut akan menyambut tamu, mengangkat barang-barang, hingga membersihkan kamar setelah tamu mereka telah pergi.

Robot ini dilengkapi dengan wajah hingga tubuh perempuan yang sangat realistis, bahkan robot-robot ini dirancang untuk berbincang dengan sejumlah bahasa dan menjawab berbagai pertanyaan tamu di hotel dengan 72 kamar tersebut.

Tujuannya yakni untuk memberikan pengalaman dengan teknologi tinggi kepada para tamu. Salah satu wujudnya yakni perangkat pengenalan wajah untuk membuka pintu sehingga tamu tak lagi membutuhkan kunci kamar.

Meskipun ini tak mempunyai arti, semua staf resepsionis hingga porter sekarang terancam dengan kebangkitan pelayanan robot-robot, industri perhotelan secara keseluruhan pun akan menerima perkembangan teknologi baru tersebut.

Bidang Pekerjaan Yang Menggunakan Robot

Teknologi Perhotelan

GTRIIP adalah sebuah perusahaan asal Singapura yang sudah membuka cabang di AS, perusahaan ini sudah mengembangkan sebuah layanan check-in tanpa menggunakan kertas dokumen, namun memakai fitur biometrik pada ponsel dengan merek iPhone.

Setiap tamu dapat check-in dengan sangat aman di beberapa hotel tertentu yang memakai layanan Apple Touch ID yang akan membaca sidik jari lalu akan mengakses informasi pemesanan yang sudah tersimpan pada perangkat mereka. Pada meja resepsionis ini, para penerima tamu mempunyai aplikasi serupa untuk mendaftarkan para tamu tersebut.

Teknologi Yang Rusak

Dengan adanya teknologi baru, datang pula ancaman baru. Seperti hotel bahkan kasino Hard Rock di Las Vegas yang menjadi sasaran perangkat perusak pada bulan Mei, setelah adanya pencurian informasi trasaksi kartu kredit oleh para peretas.

Sedangkan pada bulan April, perusahaan White Lodging telah melaporkan pelanggaran data di beberapa jaringan restorannya, termasuk pada lokasi hotel Marriot hingga Sheraton. Tentunya hal ini sudah termasuk pelanggaran data.

Menurut laporan Internet Security Threat dengan adanya perusahaan teknologi informasi Symantec, yang sudah diterbitkan pada bulan April, beberapa industri perhotelan sudah masuk pada kategori 10 besar yang terkena dampak ulah peretas.