Ehon digital: Cerita rakyat Jepang dan negara-negara lain

  • 0

Ehon digital: Cerita rakyat Jepang dan negara-negara lain

Siapa yang tidak suka ehon (絵本) atau buku bergambar? Nah, di situs DIGITAL EHON kalian bisa mendownload ehon digital (e-ehon???) untuk Windows.

Ehon yang tersedia bermacam-macam, mulai dari cerita rakyat Jepang seperti Momotaro sampai cerita dongeng Indonesia seperti Legenda Gunung Tangkuban Perahu. Fabel barat seperti Kura-Kura dan Kelinci pun ada di situ.

Dan ngomong-ngomong tentang dongeng, mari kita berkenalan dengan satu pembuka cerita yang ampuh:

昔々あるところに。。。
mukashi mukashi aru tokoro ni
Di suatu tempat pada zaman dahulu kala…

……

(aru di sini artinya “suatu”, beda dengan aru seperti pada kuruma ga aru (ada mobil) yang artinya “ada”)

Di setiap cerita pada program tersebut, ada gambar, teks Jepang dan Inggris, dan terakhir audio Jepang dan Inggris. Jadi kurang apa lagi? Silahkan kunjungi DIGITAL EHON.


  • 0

Menggunakan Contoh Kalimat pada Mnemosyne Agar Hafalan Lebih Efektif

Seperti dijanjikan sebelumnya, secara berkala saya akan menulis artikel-artikel yang membeberkan tips dan trik penggunaan program bantu mengingat Mnemosyne. Setelah lima tahunan menggunakan program tersebut dan terus merevisi teknik belajar menggunakannya, saya rasa pengalaman saya sedikit banyak bisa membantu kamu juga. Inilah seri pertama dari tips dan trik tersebut.

Cara paling simpel di Mnemosyne untuk menghafalkan kata-kata adalah hanya memasukkan kata bahasa Jepangnya dan diikuti arti Indonesianya. Walaupun begitu, sebetulnya ada yang jauh lebih efektif untuk belajar kata, yaitu dengan menggunakan contoh kalimat.

Sebagai contoh, kita mungkin punya kartu berikut untuk menghafalkan arti kata haha:

P: haha
J: ibu

Kartu tersebut bisa kita buat lebih baik dengan menggunakan contoh kalimat yang memuat kata haha, misalnya:

P: watashi no {haha} wa chichi yori mo se ga takai desu
J: ibu

(Arti kalimatnya: Ibu saya jauh lebih tinggi daripada ayah)

Perhatikan bahwa pada pertanyaannya kita mengurung haha dengan {}, tentunya agar kita tahu bahwa kata yang ditanya adalah haha dan bukan kata lain misalnya chichi.

Keunggulan

Menggunakan contoh kalimat memiliki banyak keuntungan. Pertama, walaupun kata yang perlu kita jawab hanya satu, kita akan belajar banyak kata lainnya. Dalam contoh di atas, secara tidak langsung kita akan diingatkan pada kata watashi juga misalnya.

Lalu, otak kita secara alami akan membentuk asosiasi antar kata-kata yang berhubungan. Misalnya, dengan contoh kalimat di atas haha akan berasosiasi dengan konsep watashi (saya) dan chichi (ayah). Lalu kamu juga akan mengingat kata sifat se ga takai (tinggi) sebagai salah satu sifat yang bisa dimiliki seseorang. Dengan asosiasi ini, penguasaan bahasa Jepangmu akan dengan cepat bertambah dibanding kalau belajar kata yang terpisah-pisah. Kamu akan tahu bahwa megane (kacamata) bisa di-kakeru (dipakai) misalnya. Lalu kamu mungkin bisa tahu bahwa piano bisa di-hiku (dimainkan).

Tentunya dengan verba, kalau ada contoh kalimatnya kita akan bisa tahu penggunaan partikel yang benar. Misalnya, kalau hanya menghafal kata wakaru (mengerti) saja, mungkin kamu menyangka partikel yang benar adalah o. Tapi dari contoh kalimat nihongo ga wakaru misalnya, kamu akan jadi tahu dan terbiasa bahwa partikel yang benar adalah ga.

Penggunaan contoh kalimat terutama sangat efektif dengan kata yang bisa memiliki banyak arti. Sebagai contoh, kartu Mnemosyne seperti ini akan membuat kita cukup frustrasi:

P: ageru
J: mengangkat, menaikkan, memberi, memperoleh

Tapi dengan memecahnya menjadi banyak kartu yang masing-masing memiliki contoh kalimat, tentu akan sangat memudahkan. Ini beberapa contohnya:

P: te o {ageru}
J: mengangkat

(Arti: mengangkat tangan)

P: nedan o {ageru}
J: menaikkan

(Arti: menaikkan harga)

P: tomodachi ni purezento o {ageru}
J: memberi

(Arti: memberi hadiah ke teman)

Dengan kata lain, jangan ragu untuk menanyakan kata yang sama dalam beberapa kartu selama contoh kalimatnya berbeda.

Mencari contoh kalimat

Kalau kamu menemukan suatu kata baru saat membaca, mendengarkan lagu, atau menonton film misalnya, maka selamat karena kalimat yang memuat kata tersebut ada di depan mata. Walaupun begitu, kalau ingin mencari contoh kalimat dari sumber lain, kamu punya banyak pilihan misalnya Jahoo! Jisho (favorit saya), WWWJDIC (cari katanya lalu klik pranala “[Ex]“), jisho.org (cari katanya lalu klik pranala “sentences”), ALC, maupun Google.

Konjugasi kata

Seringkali dalam contoh kalimat katanya bukan berada dalam bentuk dasar namun dalam suatu konjugasi. Hal ini tidak masalah, yang penting kita sertakan juga bentuk dasarnya. Contohnya:

P: chotto {matte} kudasai
(matsu)
J: menunggu

(Arti: tolong tunggu sebentar)

Dari contoh di atas, kita bisa tahu bahwa kata yang ditanyakan adalah matsu walaupun pada kalimat dia berada di bentuk te yaitu matte. Justru dengan kalimat yang menggunakan infleksi, ada bonus tambahan yaitu kita mempelajari perubahan bentuknya.

Menyertakan arti kalimat

Kalau mencari kata lewat Yahoo! Jisho misalnya, kita bisa mendapatkan arti bahasa Inggrisnya. Kalau kita ingin menyertakan arti seluruh kalimatnya juga di kartunya, cara favorit saya adalah dengan menggunakan “komentar HTML” di jawabannya. Caranya adalah dengan menuliskan artinya di dalam <!-- --> seperti contoh berikut:

P: tomodachi ni purezento o {ageru}
J: memberi
<!-- memberi hadiah ke teman -->

Dengan cara seperti itu, normalnya arti kalimatnya tidak akan terlihat (“komentar HTML” berguna untuk memasukkan tulisan tersembunyi). Kalau perlu melihat arti kalimat yang tersembunyi tersebut, kita tinggal menekan tombol edit kartu.

Kana dan kanji

Contoh-contoh di atas menggunakan romaji. Hanya saja, kalau kamu sudah mempelajari kana maupun kanji tentu sebaiknya menggunakan huruf-huruf tersebut. Contohnya untuk versi kana:

P: ともだちに プレゼントを {あげる}
J: memberi
<!-- memberi hadiah ke teman -->

Dan untuk versi kanji:

P: 友達にプレゼントを{上げる}
J: あげる (memberi)
<!-- memberi hadiah ke teman -->

Karena Mnemosyne memiliki fitur edit kartu, maka kita bisa memulai dari romaji misalnya lalu di waktu yang mendatang mengubahnya ke kana maupun kanji saat kita telah mempelajarinya.

Penutup

Sejak menggunakan Mnemosyne, saya baru mulai sadar manfaat contoh kalimat beberapa tahun setelahnya. Ini karena ada kata yang selalu saja saya lupa, sehingga saya mulai mencoba mencari-cari trik untuk meningkatkan daya ingat. Ternyata dengan menambahkan contoh kalimat, kata-kata yang susah tersebut bisa dengan mudah saya ingat. Terlebih lagi, dengan contoh kalimat pemahaman saya terhadap kata-kata lama juga bertambah dalam.

Saya rasa efektivitas menggunakan contoh kalimat dalam belajar kata suatu bahasa adalah dua sampai empat kali. Sebab, kalau kita mengklaim “tahu” suatu kata namun tidak bisa membayangkan kalimat di mana kata tersebut digunakan, sebetulnya kita belum tahu kata tersebut.

Menggunakan contoh kalimat di Mnemosyne adalah kunci penggunaan Mnemosyne yang efektif untuk menghafal. Sampai saat ini pun, saya masih secara perlahan-lahan menambahkan contoh kalimat ke kartu-kartu lama Mnemosyne saya yang belum memilikinya.

Dengan informasi ini, kamu bisa sedini mungkin memanfaatkan trik di sini untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jepangmu dengan pesat. Selamat mencoba!


  • 0

Mnemosyne: Alat Bantu Menghafal Sebagai Pendamping Vital Belajar Bahasa Jepang

Saat kita memilih untuk belajar bahasa Jepang, secara nyata langsung muncul banyak tantangan yang berhubungan dengan masalah “menghafal”. Pertama, kita harus menghafal banyak kata-kata yang benar-benar asing bagi kita. Ini beda dengan bahasa Inggris misalnya, karena sejak kecil kita sudah biasa menjumpai mulai dari lagu, film, bacaan, maupun istilah serapan bahasa Inggris. Kedua, dan mungkin kedengarannya paling menakutkan, yaitu kita harus menghafal ribuan huruf-huruf kanji agar bisa melek huruf dan menikmati bahasa Jepang seutuhnya.

Menghafal untuk jangka pendek sebetulnya mudah. Misalnya, cobalah ingat bahwa funsui berarti “air mancur”. Satu… Dua… Tiga… Dor! Masih ingat apa arti funsui? Ya betul, “air mancur”!

Yang menjengkelkan adalah bahwa kita juga mudah melupakan hafalan-hafalan yang ada, kecuali kalau kita terus memakainya atau rajin mengulasnya (melakukan review). Mungkin dulu kamu pernah mendapat nilai bagus saat ulangan bab kimia organik di SMU. Tapi kalau selanjutnya kamu tidak banyak berkelut dengan ilmu kimia, pasti banyak yang sudah kamu lupakan. Sayang sekali kan? Adakah cara untuk mencegahnya?

Nah, para pelajar sekalian… Berbahagialah karena saat ini kita akan berkenalan dengan program Mnemosyne yang akan membantu kamu menghafal hal-hal baru dan terus mempertahankan hafalan yang telah ada. Inilah teman setia yang memungkinkan saya menghafal hampir 3.000 kanji (saat ini masih terus bertambah) beserta puluhan ribu kata bahasa Jepang.

Cara kerja otak, cara kerja Mnemosyne

Ingatan kita secara sederhananya terdiri dari ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Kalau kamu berkenalan dengan seseorang dan orang itu menyebutkan namanya misalnya, maka nama orang tersebut pertama akan masuk ke ingatan jangka pendekmu. Kalau kamu tidak pernah berurusan dengannya lagi, maka kamu akan dengan mudah melupakan informasi tersebut.

Di lain pihak, nama-nama benda umum dalam bahasa Indonesia sudah masuk ingatan jangka panjangmu. Bayangkan saja “pisang” misalnya. Kalaupun kamu terdampar di suatu pulau selama 10 tahun dan tidak pernah bertemu pisang maupun memikirkan pisang, kalau suatu saat melihat pisang lagi pasti kamu masih tahu bahwa benda tersebut namanya “pisang”.

Ingatan jangka pendek bisa menjadi ingatan jangka panjang jika kamu sering mengulang-ulang informasi tersebut. Dalam kasus pisang misalnya, walaupun kamu tidak pernah duduk di bangku untuk menghafal-hafal kata “pisang”, namun sejak kecil kamu sudah berkali-kali melihat dan mendengar kata “pisang”. Itu tentu saja menjadi semacam review yang ampuh.

Nah, kebanyakan hal lain tidaklah muncul sesering pisang di kehidupan sekitar, jadi kalau kita ingin membuatnya masuk ingatan jangka panjang maka kita sendirilah yang harus rajin-rajin mengulas sampai benar-benar hafal.

Di sinilah fungsi Mnemosyne. Kita memberikan pada program tersebut hal-hal yang ingin kita hafal (disebut “kartu”), lalu Mnemosyne yang akan menjadwalkan kapan kartu-kartu tersebut harus diulas. Jadi, kita dibebaskan dari tugas penjadwalan, walapun tentunya kita sendiri masih harus melakukan review-nya.

Hebatnya, Mnemosyne cukup cerdas. Untuk kartu-kartu baru, kita akan lebih sering dibuat mengulasnya. Misalnya, kartu yang baru kita masukkan mungkin akan ditanya keesokan harinya. Kalau kita masih tetap ingat, mungkin ulasan berikutnya dibuat 3 hari ke depan. Saat Mnemosyne tahu bahwa kita memang sudah benar-benar hafal isi suatu kartu, mungkin ulasan yang berikutnya bisa berbulan-bulan ke depan. Sistem ini disebut “spaced repetition software” (SRS), dan dengan begitu waktumu tidak akan terbuang untuk mengulas hal-hal yang sudah kamu hafal dengan baik. Ini sebetulnya mengikut cara kerja otak kita yang sudah dijelaskan tadi, yaitu bahwa hal-hal yang sudah masuk ingatan jangka panjang tidak perlu diulang-ulang lagi.

Menambahkan pertanyaan

Mnemosyne tersedia untuk Linux, Windows, dan mungkin sistem operasi lain juga. Inilah antarmuka utamanya:

Antarmuka utama Mnemosyne

Program ini bekerja dengan unit pertanyaan dan jawaban yang disebut “kartu”. Untuk menambah kartu baru, gunakan menu DeckAdd cards, tombol penambahan di layar utama, atau dengan menekan Ctrl+A.

Menambahkan kartu baru di Mnemosyne

Dari jendela “Add cards”, kamu tinggal menuliskan Category (kategori), Question (pertanyaan), dan Answer (jawaban). Kegunaan kategori adalah untuk pengorganisasian: kita bisa dengan mudah mematikan suatu kategori maupun mengaktifkannya kembali. Sebagai contoh, kita bisa membuat kartu baru dengan kategori “Bahasa Jepang” beserta pasangan pertanyaan (P) dan jawaban (J) berikut:

P: funsui
J: air mancur

Setelahnya, klik saja salah satu tombol yang sesuai dengan tingkatan ingatan kamu terhadap kartu tersebut. Untuk kata-kata baru, saya biasanya menggunakan tingkat 2 (“Kamu telah hafal hal ini, dan mungkin masih bisa ingat untuk beberapa hari ke depan”). Angka yang lebih besar berarti ingatan kamu semakin kuat untuk hal tersebut. Istirahatkan mouse kamu di angka-angka lainnya untuk memunculkan tooltip deskripsinya.

Kalau kamu memilih 2 atau angka yang lebih tinggi, kartu tersebut tidak akan ditanya untuk hari ini. Saat ada kartu yang perlu diulas, kartu tersebut akan muncul di layar utama saat programnya dijalankan.

Saya telah menambahkan pertanyaan-pertanyaanya. Lalu?

Selanjutnya Mnemosyne yang akan menjadwalkan kapan kamu akan ditanya kartu-kartu tersebut. Jadi idealnya kamu menjalankan Mnemosyne tiap hari di waktu luangmu untuk mencek apakah ada kartu yang harus kamu jawab. Kalau ada, maka layar depannya akan menunjukkannya seperti berikut:

Kartu yang harus diulas di Mnemosyne

Kartu yang sedang diulas pertama hanya akan menampilkan pertanyaannya sedangkan jawabannya disembunyikan. Pada waktu itu, kamu harus memikirkan jawabannya. Kalau kamu telah mendapatkan jawabannya atau kalau memang lupa, baru klik tombol Show answer.

Kartu yang harus diulas di Mnemosyne dengan jawabannya ditampilkan

Jawaban benarnya akan ditampilkan dan kamu tinggal membandingkannya dengan jawaban yang kamu pikirkan tadi. Kalau memang cocok, saya biasanya memberi nilai 3 sampai 5, tergantung seberapa cepat saya bisa mengingat jawabannya. Kalau salah, saya biasanya memberi 0. Nilai yang kita berikan akan menentukan kapan kartu tersebut akan ditanyakan lagi.

Jawaban yang salah akan langsung ditanyakan lagi setelah kamu selesai mengulas semua kartu yang dijadwalkan untuk hari tersebut. Saya biasanya memberi nilai 2 setelah berhasil menjawab benar kartu-kartu yang tadi salah tersebut.

Menghafal kata-kata bahasa Jepang

Setelah menggunakan Mnemosyne selama sekitar 5 tahunan, saya telah mengembangkan panduan-panduan tertentu untuk mengorganisir kartu-kartu bahasa Jepang. Saya rasa “best practice” tersebut mempercepat proses mengingat kita dan meningkatkan pemahaman. Tips dan trik seputar belajar bahasa Jepang dengan Mnemosyne ini akan saya bagi secara berkala di blog ini. Untuk saat ini, saya akan membahas mengenai sistem penulisan kata-kata Jepang di Mnemosyne.

Mnemosyne memungkinkan kita untuk mengubah kartu-kartu yang telah ada. Tinggal pilih saja menu DeckEdit current card saat kartunya ditampilkan di layar utama.

Nah, jadi bagi yang belum bisa membaca tulisan Jepang silahkan saja buat kartu-kartu yang menggunakan romaji seperti yang sebelumnya:

P: funsui
J: air mancur

Nanti kalau kamu sudah bisa membaca hiragana dan katakana, mulailah menggunakannya untuk kata-kata baru. Install IME agar bisa memasukkan tulisan Jepang ke Mnemosyne. Kartu-kartu lama yang masih menggunakan romaji bisa kamu ubah satu persatu saat menemuinya. Contohnya, kartu sebelumnya bisa kamu ubah menjadi seperti berikut nantinya:

P: ふんすい
J: air mancur

Untuk lebih lanjutnya lagi, kalau kamu sudah mulai bisa membaca kanji maka gunakanlah kanji untuk kata-kata baru yang kebetulan kanjinya sudah kamu pelajari. Kartu-kartu lama juga bisa kamu ubah sedikit demi sedikit, misalnya menjadi seperti berikut:

P: 噴水
J: ふんすい (air mancur)

Ya, jika menggunakan kanji kali ini bagian jawaban berisi cara membacanya sekaligus artinya. Tentu kamu harus menjawab keduanya dengan benar.

Jadi pada intinya, mulailah menggunakan Mnemosyne sedini mungkin. Kalaupun pada awalnya masih menggunakan romaji, kamu belakangan bisa secara bertahap mengubah kartu-kartunya menjadi kana dan pada akhirnya kanji.

Membatasi diri

Perhatikan jumlah kartu Scheduled (terjadwal) yang tertera di layar awal:

Jumlah kartu yang terjadwal

Ini menunjukkan seberapa banyak kartu yang harus kamu ulas di hari tersebut. Kalau kamu menambahkan terlalu banyak kartu setiap harinya, maka jumlah kartu yang harus kamu ulas untuk hari-hari ke depannya juga akan melonjak.

Mnemosyne memang pada dasarnya hal yang baik karena berusaha mencegah kita lupa. Namun terlalu banyak menghabiskan waktu di Mnemosyne bukanlah pertanda baik. Bahasa haruslah dinikmati dengan karya-karya dan aktifitas nyata: buku, film, lagu, percakapan, dan yang lainnya. Mnemosyne haruslah tetap hanya menjadi penyokong, bukan awal dan akhir dari segalanya.

Jadi kamu harus bisa menahan diri dalam menambahkan kartu ke Mnemosyne: jangan terlalu banyak tiap harinya. Berdasarkan pengalaman, saya rasa jumlah kartu terjadwal yang ideal adalah antara 50 sampai 100 per harinya.

Jadi kalau ternyata suatu hari jumlah kartu yang terjadwal mencapai lebih dari 100, mungkin ada baiknya jika di hari tersebut kamu tidak menambahkan kartu-kartu baru dulu ke Mnemosyne. Jika tidak mengukuhkan anjuran ini, bisa-bisa tugas review harian kamu dengan Mnemosyne terus naik sampai mencapai 400-an kartu misalnya, dan itu akan membutuhkan 2 jam atau lebih untuk menyelesaikannya. Itu akan sangat melelahkan, dan seperti yang dikatakan tadi kamu seharusnya lebih banyak menyisihkan waktu untuk belajar dengan cara menikmati karya nyata. Percayalah, karena saya telah melalui semua coba-coba itu :) .

Saya sendiri banyak membaca dan menikmati media lain sehingga tiap hari selalu bertemu kata-kata bahasa Jepang baru. Saya ingin memasukkan kata-kata baru tersebut ke Mnemosyne, namun untuk mencegah agar review harian tidak bengkak maka saya punya kiat khusus. Caranya adalah dengan menetapkan jumlah kartu maksimum yang ingin saya tambahkan ke Mnemosyne setiap harinya, sebut saja 10 kartu. Jika ternyata di satu hari saya menemukan lebih dari 10 kata baru, maka hanya 10 saja yang saya masukkan ke Mnemosyne sedangkan sisanya saya catat di suatu file untuk ditambahkan di hari lain.

Intinya, gunakanlah file persinggahan kata sementara dan atur seberapa banyak yang ingin kamu tambahkan ke Mnemosyne setiap harinya. Dan kalau jumlah kartu Scheduled-nya dirasa sudah terlalu tinggi, berhentilah sejenak menambahkan kartu-kartu baru. Dengan ini, semua kata yang ingin kamu hafalkan ujung-ujungnya akan masuk ke Mnemone, namun kamu bisa mengelola laju masuknya sehingga ulasan harian kamu tidak terlalu banyak.

Penutup

Dengan Mnemosyne, kamu sebagai pelajar telah dilengkapi suatu peralatan ampuh modern yang akan sangat membantu studimu. Cara kerjanya mirip seperti kuis maupun tebak-tebakan, jadi belajar dengan Mnemosyne pun bisa terasa asyik dan menyenangkan. Artikel ini dikhusukan untuk pelajar bahasa Jepang, namun jelas bahwa Mnemosyne bisa dimanfaatkan untuk bidang studi apapun. Kini semuanya tinggal tergantung kerajinan kamu menjalankan review-nya setiap hari.

Jadi segera download dan install Mnemosyne dari http://mnemosyne-proj.org/. Yumeko akan menulis banyak artikel lain nantinya tentang format yang efektif untuk kartu bahasa Jepangmu, namun sebagai titik awalnya gunakan contoh-contoh di artikel ini dan cobalah bereksperimen dengan format kartu-kartu bikinanmu sendiri.


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 2

Ini adalah kelanjutan dari tips dan trik penggunaan IME bagian 1. Pastikan kamu telah menginstall Input Method Editor terlebih dahulu.

Menulis kalimat yang panjang

Kita bisa langsung menulis kalimat yang panjang, misalnya “tsugi no yasumi ni sukoshi kaeru” (saya akan pulang sebentar di liburan mendatang nanti). Caranya adalah menuliskan seluruh kalimatnya tanpa spasi, karena seperti kita tahu menekan spasi pada IME bertujuan untuk mencari kemungkinan penulisan. Jadi pada contoh di atas, yang kita tuliskan adalah “tsuginoyasuminisukoshikaeru”. Setelahnya, baru tekan spasi.

Menggunakan IME untuk menulis kalimat panjang

IME akan memecah kalimat panjang tersebut menjadi beberapa elemen, dan menebak penulisan yang sesuai untuk masing-masing elemen. Pada contoh di atas, pemecahannya adalah “次の”, “休みに”, “少し”, dan “帰る”. Kalau konversi yang dilakukan sudah benar, kamu hanya perlu menekan Enter. Namun kalau ada yang tidak sesuai, kamu bisa mengoreksi bagian-bagian yang perlu. Tombolnya adalah berikut:

  • Kiri, kanan: pindah ke elemen yang ada di kiri atau kanan.
  • Shift+kiri, Shift+kanan: menggeser batas elemen ke kiri atau kanan. Ini perlu kita lakukan kalau pemecahan yang dilakukan oleh IME salah. Setelah selesai menggeser batas, tekan spasi.
  • Spasi: Mencari alternatif penulisan lain untuk elemen yang sedang aktif.
  • Esc: Masuk ke mode koreksi untuk membetulkan kesalahan penulisan pada elemen yang aktif. Setelah selesai mengoreksi, tekan spasi.

Kalau sudah menguasai tekniknya, menulis kalimat panjang langsung akan sangat menghemat waktu.

Tombol shortcut

Inilah beberapa tombol shortcut yang bisa kamu tekan setelah menuliskan katanya:

  • F6: Ubah ke hiragana.
  • F7: Ubah ke katakana.
  • F8: Ubah ke katakana lebar setengah (half width). Di sistem komputer Jepang kuno, huruf Jepang yang bisa ditulis hanyalah katakana lebar setengah ini. Inilah perbandingan katakana “aiueo” lebar penuh (normal) dan lebar setengah: アイウエオ/アイウエオ
  • F9: Ubah ke abjad latin lebar penuh (full width). Misalnya “abc” akan menjadi “abc”. Huruf lebar penuh ini ada agar terlihat lebih menyatu/seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji.
  • F10: Ubah ke abjad latin biasa.

Penutup

Semoga tips-tips yang diberikan di sini bisa membuatmu lebih produktif dalam menulis Jepang di komputer.


  • 0

Dungeon Seeker dan Game Rpg Jepang Lain Berbasis Wolf Rpg Editor

WOLF RPG Editor adalah program Jepang untuk membuat game-game RPG 2D ala Final Fantasy. Di editornya sendiri disediakan contoh permainan yang bisa diselesaikan dalam jangka waktu singkat.

ちょっと食べていかないかい?
Maukah kamu mencicipi masakanku?

ウルファールはマシンガンを乱射した
Wolvar menembakkan machine gun secara membabi-buta

Download di sini. Cari yang ukuran berkasnya lebih besar, 3.5 MB pada versi 1.03b. Yang ukurannya lebih kecil hanya updatenya.

エディター (editaa): editor, penyunting
ダウンロード (daunroodo): download, unduh
更新 (koushin): update, pemutakhiran

Game bisa menjadi media yang menyenangkan untuk belajar bahasa Jepang, terutama game RPG yang umumnya berisi lebih banyak narasi dibanding jenis game lain. Inilah daftar dua game Jepang yang dibuat dengan WOLF RPG Editor ini yang kesemuanya bisa didownload gratis:

Dungeon Seeker

Di salah satu sudut dunia yang dipenuhi petualang ini, terdapat suatu gua kecil. Dalamnya adalah labirin sangat panjang yang seakan tak berujung. Siapa yang membuatnya, dan untuk apa? Tidak ada yang pernah melihat bagian terdalamnya. Kamu juga salah satu petualang yang mendengar dan mencoba menantang labirin itu.

はじめまして
Salam kenal…

オオネズミ
Tikus besar

Di Dungeon Seeker kelas yang bisa dimainkan beragam, mulai dari wizard sampai paladin. Download di sini. (DS_103.zip berukuran 7.4 MB pada versi 1.03)

冒険 (bouken): petualangan
冒険者 (boukensha): petualang
洞窟 (doukutsu): gua

Sasuga to Little no Tabi

Perjalanan Sasuga bersaudara dan perempuan bernama Little (ritoru)! Walaupun kelihatannya imut, tentu ada pertarungannya.

Sasuga bersaudara sendiri adalah tokoh seni ASCII yang sering muncul di 2ch dan bulletin board Jepang sejenisnya, dengan wajah seperti berikut:

  ∧_∧
  ( ´_ゝ`)
 /    \

Gamenya cukup besar (31 MB) dan bisa didownload di sini. (cari pranala ダウンロード)

兄弟 (kyoudai): kakak beradik, -bersaudara
旅 (tabi): perjalanan

Saya sendiri sudah menyelesaikan game contohnya dan saat ini sedang menyelesaikan Dungeon Seeker :) . Kalau ingin menikmati cerita, kamu bisa langsung mencoba Dungeon Seeker karena game contohnya tidak punya cerita koheren dan NPCnya kebanyakan hanya mendemokan teknologinya saja. Jangan lupa menggunakan pengenal tulisan tangan untuk menyelidiki huruf-huruf yang muncul.


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum
Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)
Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbisebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n’ atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin’enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon’no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)
“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya
Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda Baca
Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol
Cara menulis
Titik Jepang 。
. (titik)
Koma Jepang 、
, (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・
/ (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」
[ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー
– (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~
~ (tilda)
Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia
Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
onpu: ♪. “onpu” artinya not.
ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?
Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup
Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.


  • 0

Cara Menulis Huruf Jepang di Windows Xp: Menginstall Microsoft Input Method Editor (Ime)

Setelah menginstall font Jepang, langkah selanjutnya untuk mendukung studi bahasa Jepangmu adalah dengan menginstall Input Method Editor atau IME. Dengan IME tersebut kamu bisa menulis huruf Jepang di komputer menggunakan keyboard biasa, baik hiragana, katakana, maupun kanji!

Dengan kemampuan tersebut, kamu bisa melakukan sangat banyak hal baru! Kamu bisa dengan mudah mencek penulisan suatu kata tanpa membuka kamus. Kamu bisa melakukan pencarian kata-kata bahasa Jepang di Google maupun Wikipedia Bahasa Jepang. Kamu juga bisa berinteraksi di situs-situs berbahasa Jepang seperti 2ch maupun berkorespondensi dengan orang Jepang melalui email dan IM. Tentu saja, kamu juga bisa menggunakan kanji-kanjinya sebagai elemen misterius pada desain grafismu.

Instalasi Input Method Editor

Catatan: Agar bisa menjalankan langkah-langkah di artikel ini, kamu sebelumnya perlu menginstall font bahasa Jepang yang sudah dijelaskan pada artikel cara menginstall font bahasa Jepang.

Pertama, pergi ke Control Panel dan buka Regional and Language Options. Kalau entah kenapa kamu tidak bisa menemukannya, kamu bisa menjalankannya lewat StartRun... lalu memasukkan perintah intl.cpl. Dari window yang muncul pergilah ke tab Languages:

Window Regional and Language Options pada Windows XP untuk menginstall dukungan menulis bahasa Jepang

Dari situ, klik tombol Details...:

Langkah-langkah untuk instalasi dukungan menulis bahasa Jepang pada Windows XP

Dari window berikutnya yang muncul, pertama tekan tombol Add..., lalu pada bagian Input language pilih Japanese. Tekan OK. Kamu bisa melihat bahwa kini dukungan untuk menulis huruf Jepang sudah ditambahkan:

Dukungan menulis bahasa Jepang di komputer Windows XP yang sudah diinstall

Berikutnya tergantung dari keadaan komputer kamu. Kalau di layar tersebut selain bahasa Jepang hanya ada bahasa-bahasa yang menggunakan huruf latin, misalnya bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, maka hapus saja dukungan keyboard untuk bahasa tersebut. Ini karena dengan settingan bahasa Jepang pun kamu bisa menulis huruf latin. Kalau kamu menggunakan bahasa lain misalnya bahasa Arab atau Korea, jangan hapus mereka karena tentu saja IME bahasa Jepang tidak bisa digunakan untuk menulis bahasa-bahasa tersebut.

Pada contoh di atas hanya terdapat bahasa Inggris jadi settingan keyboardnya akan dihapus. Klik nama bahasanya, lalu tekan tombol Remove. Kalau kamu tidak ingin menghapus apapun, kamu mungkin ingin merubah Default input language menjadi Japanese - Microsoft IME Standard 2002 ver. 8.1 (sekali lagi, dengan default bahasa Jepang pun kita masih bisa menulis huruf latin).

Setelahnya tekan tombol OK. Mungkin Windows akan mengatakan bahwa dukungan menulis bahasa yang sedang aktif (misal Inggris) tidak bisa dihapus saat ini. Kalau memang begitu kasusnya, atau kalau ada pesan lain yang menyarankan kita untuk merestart komputer, maka restart komputernya.

Pengaturan language bar

Setelah semua langkah di atas, buka program yang bisa digunakan untuk mengetik misalnya Notepad. Lalu, cari benda baru bernama “language bar” pada taskbar yang bentuknya seperti ini:

Language bar pada taskbar Windows XP yang menunjukkan bahasa Jepang sebagai bahasa yang aktif

Language bar tersebut menunjukkan bahasa apa yang akan dipakai untuk menulis. JP berarti Jepang. Kalau tadi kamu sudah menghapus bahasa-bahasa lain, atau kalau kamu sudah mengatur bahasa Jepang menjadi default, maka di situ akan tertera JP dan tidak ada yang perlu kamu ubah. Namun kalau di situ yang aktif adalah bahasa selain JP, klik saja tombolnya untuk mengubahnya:

Merubah bahasa yang aktif dari bahasa Inggris ke kahasa Jepang menggunakan language bar pada Windows XP

Kalau language barnya tidak ada di taskbar, coba cari di seluruh layar kamu. Ada kemungkinan dia melayang entah di mana seperti berikut:

Language bar pada Windows XP yang melayang bebas

Kalau yakin dia benar-benar hilang, kamu bisa memunculkannya dengan mengklik kanan taskbar dan memilih ToolbarsLanguage bar.

Cara memunculkan language bar pada Windows XP dengan mengklik kanan taskbar

Ingat, untuk menulis bahasa Jepang, kode yang tertulis pada language bar haruslah JP. Jika bahasa Jepang tidak terpilih di situ, kita tidak akan bisa menyalakan IME-nya.

Cara menulis hiragana

Setelah memastikan bahwa bahasa yang aktif pada language bar adalah Jepang, mulailah mengetik suatu kata misalnya “musume” (putri):

Menulis \"musume\" yang memunculkan huruf latin di Notepad

Terlihat bahwa yang muncul masih huruf latin. Seperti dikatakan sebelumnya, bahkan dengan settingan bahasa Jepang kita masih bisa menulis huruf latin. Untuk mulai menulis huruf Jepang, aktifkan IME dengan menekan tombol Alt+~. ~ adalah tombol yang berada di sebelah atas Tab dan di sebelah kiri tombol 1. Sekarang coba lagi tulis “musume” di bawahnya:

Menulis hiragana dari \"musume\" (むすめ) pada Notepad di Windows XP

Apa yang kamu tulis akan langsung dirubah oleh IME menjadi hiragana! Perhatikan bahwa di bawah tulisan むすめ tersebut ada garis bawah, yang artinya kita masih berada pada mode edit. Di mode edit, apa yang kita tulis belum dikirim ke programnya, misalnya Notepad.

Untuk mengirim huruf-huruf hiragana tersebut ke programnya, kamu tinggal menekan Enter:

Menulis hiragana dari \"musume\" (むすめ) pada Notepad di Windows XP

Untuk kembali menulis huruf latin, tekan saja lagi Alt+~.

Mencari penulisan kanji dan katakana

Kata “musume” memiliki penulisan kanji. Selain itu, kita juga bisa saja ingin menulis “musume” menggunakan katakana. Cara untuk mendapatkan kedua hal tersebut sangatlah mudah.

Pertama, tuliskan kata yang diinginkan misalnya “musume”. Untuk mencari penulisan selain hiragananya, kamu tinggal menekan Spasi. Nanti IME akan memberikan salah satu kemungkinan lainnya, misalnya kanji untuk kata “musume” yaitu 娘:

Konversi kanji \"musume\" (娘) di Notepad pada Windows XP

Kalau tawaran IME bukan yang kamu inginkan, tekan saja spasi lagi untuk melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya:

Konversi \"musume\" ke katakana (ムスメ) di Notepad pada Windows XP

Seperti sebelumnya, tekan Enter setelah mendapat pilihan yang diinginkan. Alternatifnya adalah menekan angka yang tertera di sebelah kiri pilihan.

Jangan kaget kalau untuk suatu kata, banyak sekali kemungkinan menulisnya. Ini karena di bahasa Jepang suaranya terbatas sehingga akhirnya banyak homofon.

Sebagai latihan, coba kamu tulis “koubou” yang kanjinya seperti ini: 工房 (ruang kerja seniman, studio). Jangan sampai salah karena artinya bisa sangat berbeda. Misalnya, 攻防 juga dibaca “koubou” namun artinya “serangan dan pertahanan”.

Penutup

Bisa dilihat bahwa kita bisa menulis bahasa Jepang pada komputer tanpa menggunakan Windows XP versi Jepang. Dengan IME, pemula sekalipun bisa mulai bersenang-senang dengan memunculkan karakter-karakter eksotis ke layar komputernya. Selama tidak aktif, IME juga tidak akan mengganggu pengguna komputer lain yang hanya perlu huruf latin. Ingatlah bahwa IME bisa digunakan di hampir semua program, mulai dari Microsoft Word, OpenOffice.org sampai Mozilla Firefox.

Fasilitas IME juga ada di Windows Vista, berbagai distro Linux misalnya Ubuntu, dan Mac OS X. Mungkin di lain waktu akan dibahas cara instalasinya di Ubuntu. Kapan-kapan kita juga akan membahas tips dan trik yang akan membuat pengoperasian IME menjadi lebih efisien.

Selamat menulis!