Kanjiku #4 – Atas (上) dan Bawah (下)

  • -

Kanjiku #4 – Atas (上) dan Bawah (下)

Sebelumnya kita telah mempelajari bentuk tongkat ramal (卜). Kini kita akan menggunakan bentuk tersebut untuk mempelajari dua kanji yang sangat umum yaitu 上 (atas) dan 下 (bawah).

Atas: 上 (ue)

上 berarti atas, dan cara mengingat bentuknya sangat mudah. Bayangkan saja tongkat ramal (卜) di atas tanah (一). Ya, anggap garis mendatar di bawah sebagai garis tanah seperti pada ilustrasi saat kita mempelajari kanji . Ini cara menggambarnya:

Urutan guratan/penulisan kanji 上 (ue, atas)

上 dibaca ue. Nemonik yang bisa kamu pakai adalah “Ibu menyembunyikan kue di atas lemari”.

Bawah: 下 (shita)

Untuk kanji bawah yaitu 下, kita tinggal membayangkan tongkat ramal (卜) yang terkubur di bawah tanah (一).

下 dibaca shita. Cara mudah mengingatnya adalah “Semua barang di lantai bawah dishita (disita)”.

Teknik memecah kanji

Bisa dilihat bahwa pada dua kanji di atas, kita memecah kanjinya menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana. Setelah dipecah, kita tinggal membuat cerita yang menghubungkan komponen-komponennya dengan arti kanjinya. Teknik analisis abstrak seperti itu sangat ampuh untuk mempelajari kanji dengan mudah, dan semakin banyak bentuk dasar yang kita ketahui maka semakin mudah pula kita mempelajari kanji-kanji baru.

Apalagi, seringkali komponen-komponen suatu kanji menghasilkan arti yang sangat masuk akal. Misalnya, kanji memeluk yaitu 抱 terdiri dari bentuk tangan (扌) dan membungkus (包). “Tangan + membungkus = memeluk”, masuk akal kan? Kita akan pelan-pelan mempelajari bentuk-bentuk dasar dan gabungan tersebut.

Penggunaan

Kanji 上 dan 下 sama-sama digunakan pada nama orang. Contohnya adalah 井上真央 (Inoue Mao, aktris) dan 山下智久 (Yamashita Tomohisa, penyanyi dan aktor).

Inilah contoh penggunaannya pada kalimat:

その本はテーブルの上にある。
sono hon wa teeburu no ue ni aru
Buku itu ada di atas meja.

……

上からの命令には逆らってはならない。
ue kara no meirei ni wa sakaratte wa naranai
Kamu harus patuh pada perintah dari atas.

……

下の部屋
shita no heya
kamar bawah

……

下を見れば綺麗な景色が見える。
shita o mireba kirei na keshiki ga mieru
Kalau melihat ke bawah, kamu bisa melihat pemandangan yang indah.

……

写真の右下に立っている人は誰ですか。
shashin no migi shita ni tatte iru hito wa dare desu ka?
Orang yang berdiri di kanan bawah foto itu siapa ya?

……

Jangan lupa untuk rajin berlatih :) .

Lampiran: daftar kata

上 (ue): atas
下 (shita): bawah
その (sono): itu
本 (hon): buku
テーブル (teeburu): meja (Inggris: table)
ある (aru): ada (untuk benda mati)
から (kara): dari
命令 (meirei): perintah
逆らう (sakarau): tidak patuh, membantah
見る (miru): melihat
綺麗 (kirei): indah
景色 (keshiki): pemandangan
見える (mieru): tampak, terlihat
写真 (shashin): foto
右 (migi): kanan
右下 (migishita): kanan bawah
立つ (tatsu): berdiri
人 (hito): orang
誰 (dare): siapa


  • -

Kanjiku #3 – Ramalan (卜, 占)

Kali ini kita akan belajar bentuk yang sangat berguna yaitu 卜. Bentuk tersebut muncul di banyak kanji sehingga mengetahuinya akan memudahkan studi kita.

Ramalan: 卜 (uranai)

Bahasa Jepang ramalan adalah uranai. Nemonik yang bisa dibuat misalnya: uratnya naik (menjadi tampak) mendengar ramalan buruk. urat naik → uranai → ramalan:

Nemonik \"uranai\" ke \"ramalan\" - uratnya naik mendengar ramalan buruk

Kanjinya berbentuk tongkat ramalan. Bayangkan saja tongkat yang diberdirikan di tanah dan dibiarkan jatuh saat kita ingin tahu arah mana yang akan membawa nasib baik.

Ilustrasi kanji uranai (卜)

Jangan lupa kalau masih ada satu daun yang tersisa di tongkatnya!

 

Perlu diketahui suatu hal penting yaitu bahwa penulisan kata uranai umumnya tidak menggunakan kanji 卜 yang baru kita pelajari. Yang digunakan adalah 占 yang akan kita pelajari di artikel ini juga. Kita mempelajari 卜 karena bentuk tersebut digunakan pada kanji-kanji lain. Saat digunakan pada kanji lain, kita akan menyebut bentuknya sebagai “tongkat ramal” agar lebih kongkrit.

Ramalan: 占 (uranai)

Perhatikan bahwa kanji ini terdiri dari dua komponen yaitu “tongkat ramal” (卜) yang baru kita pelajari dan mulut (口) yang telah dibahas di artikel lain. Bentuk 卜 yang dipakai pada 占 sedikit beda, namun ini adalah hal yang biasa saat suatu kanji dipakai sebagai komponen kanji lain. Dari komponennya, kita bisa membuat nemonik sebagai berikut: Seorang peramal tua sedang menggoyang-goyangkan tongkat ramalnya (卜), matanya tertutup dan mulutnya (口) komat-kamit, berusaha mendapat wangsit ramalan.

 

Penggunaan

Ingat bahwa walaupun 卜 dan 占 mengacu pada kata yang sama, yang digunakan dalam penulisan adalah kanji 占. Terlebih lagi, penulisannya menggunakan okurigana i yaitu 占い karena dia bisa berubah menjadi verba uranau (占う, meramal). Ah, kalau begitu kita coba saja menggunakan kedua kata tersebut!

夢占いをする [1]
yume-uranai o suru
meramal mimpi (literal: melakukan ramalan mimpi)

夢 (yume): mimpi
夢占い (yume-uranai): ramalan mimpi
する (suru): melakukan

人の運勢を占う [2]
hito no unsei o uranau
meramal keberuntungan seseorang

人 (hito): orang
運勢 (unsei): keberuntungan
占う (uranau): meramal

ネットの占いごっこしたり [AS FOR ONE DAY: ♪ | 詞]
netto no uranai-gokko shitari
(kita dulu) bermain ramal-ramalan di Internet

ネット (netto): Internet
ごっこ (gokko): bermain sesuatu-sesuatuan (dokter-dokteran, koboi-koboian, dsb.)
する (suru): melakukan

gokko sendiri adalah kata yang menarik. Dia menempel pada nomina dan menyatakan permainan sesuatu-sesuatuan. Misalnya gakkou adalah “sekolah”, sehingga gakkou-gokko adalah “bermain sekolah-sekolahan”. Kata gokko mengandung makna pura-pura atau bohong-bohongan.

Nah, karena saat melakukan ramalan di Internet (misal ini) tidak ada peramal sebenarnya dan yang melakukannya adalah program komputer, maka ramalan seperti itu dianggap bohong-bohongan sehingga disebut uranai-gokko dan bukan uranai. Lalu menurut kamus ramalan uranai jiten, kalau kita membeli buku ramalan dan mencobanya ke teman itu juga dianggap uranai-gokko karena kita bukanlah peramal ahli.

Di episode berikutnya, kita akan kembali menemui bentuk 卜 pada kanji lain. Sampai jumpa!


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 2

Ini adalah kelanjutan dari tips dan trik penggunaan IME bagian 1. Pastikan kamu telah menginstall Input Method Editor terlebih dahulu.

Menulis kalimat yang panjang

Kita bisa langsung menulis kalimat yang panjang, misalnya “tsugi no yasumi ni sukoshi kaeru” (saya akan pulang sebentar di liburan mendatang nanti). Caranya adalah menuliskan seluruh kalimatnya tanpa spasi, karena seperti kita tahu menekan spasi pada IME bertujuan untuk mencari kemungkinan penulisan. Jadi pada contoh di atas, yang kita tuliskan adalah “tsuginoyasuminisukoshikaeru”. Setelahnya, baru tekan spasi.

Menggunakan IME untuk menulis kalimat panjang

IME akan memecah kalimat panjang tersebut menjadi beberapa elemen, dan menebak penulisan yang sesuai untuk masing-masing elemen. Pada contoh di atas, pemecahannya adalah “次の”, “休みに”, “少し”, dan “帰る”. Kalau konversi yang dilakukan sudah benar, kamu hanya perlu menekan Enter. Namun kalau ada yang tidak sesuai, kamu bisa mengoreksi bagian-bagian yang perlu. Tombolnya adalah berikut:

  • Kiri, kanan: pindah ke elemen yang ada di kiri atau kanan.
  • Shift+kiri, Shift+kanan: menggeser batas elemen ke kiri atau kanan. Ini perlu kita lakukan kalau pemecahan yang dilakukan oleh IME salah. Setelah selesai menggeser batas, tekan spasi.
  • Spasi: Mencari alternatif penulisan lain untuk elemen yang sedang aktif.
  • Esc: Masuk ke mode koreksi untuk membetulkan kesalahan penulisan pada elemen yang aktif. Setelah selesai mengoreksi, tekan spasi.

Kalau sudah menguasai tekniknya, menulis kalimat panjang langsung akan sangat menghemat waktu.

Tombol shortcut

Inilah beberapa tombol shortcut yang bisa kamu tekan setelah menuliskan katanya:

  • F6: Ubah ke hiragana.
  • F7: Ubah ke katakana.
  • F8: Ubah ke katakana lebar setengah (half width). Di sistem komputer Jepang kuno, huruf Jepang yang bisa ditulis hanyalah katakana lebar setengah ini. Inilah perbandingan katakana “aiueo” lebar penuh (normal) dan lebar setengah: アイウエオ/アイウエオ
  • F9: Ubah ke abjad latin lebar penuh (full width). Misalnya “abc” akan menjadi “abc”. Huruf lebar penuh ini ada agar terlihat lebih menyatu/seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji.
  • F10: Ubah ke abjad latin biasa.

Penutup

Semoga tips-tips yang diberikan di sini bisa membuatmu lebih produktif dalam menulis Jepang di komputer.


  • -

Kanjiku #2 – Tanah (土) dan pohon (木)

Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji kelas 1 SD. Kanji-kanji yang mudah ini berhubungan dengan alam.

Tanah: 土 (tsuchi)

Bahasa Jepang tanah adalah tsuchi. Nemonik untuk mengingatnya sangat gampang yaitu tanah tsuchi (maksudnya “tanah suci”).

Kanjinya juga sangat sederhana yaitu 土. Bayangkan saja pedang legendaris yang tertancap di tanah, yang hanya bisa dicabut oleh orang terkuat:

Ilustrasi kanji tsuchi (土)

 

Penggunaan

Penggunaan kanji yang telah dipelajari pada nama misalnya 土田晃之 (Tsuchida Teruyuki, pelawak) dan 植木耕助 (Ueki Kousuke, tokoh manga/anime The Law of Ueki). Salah satu taman terbesar di Tokyo yaitu 代々木公園 (Yoyogi Kouen) juga menggunakan kanji yang telah kita pelajari.

Inilah contoh penggunaannya di kalimat:

木を植えたい。[1]
ki o uetai
Kami ingin menanam pohon.

植える (ueru): menanam

靴に付いた土[2]
kutsu ni tsuita tsuchi
tanah yang menempel di sepatu

靴 (kutsu): sepatu
付く (tsuku): menempel

Jangan lupa untuk berlatih menulis kanji-kanjinya!


  • 0

Kanjiku: Batu di Sungai (石 dan 川)

Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji yang mudah. Kedua kanji tersebut diajarkan di kelas 1 SD dan berhubungan dengan alam.

Batu: 石 (ishi)

Bahasa Jepangnya batu adalah ishi. Untuk mengingat kata tersebut, bayangkan seorang pesilat yang disuruh berlatih oleh gurunya mendaki gunung dan melewati lembah. Agar latihannya berat, dia harus membawa ransel ishi batu (isi batu):

Nemonik \"ishi\" ke \"batu\" - bawa ransel ishi batu (isi batu)

Kanjinya adalah 石 dan cara mengingat bentuknya sangat gampang. Kamu tahu putri duyung kan?

 

Sungai: 川 (kawa)

Bahasa Jepang sungai adalah kawa. Sebagai nemonik, bayangkan lahar yang mengalir dari kawah sehingga menghasilkan sungai lahar

Penggunaan

Kedua kanji tersebut cukup sering muncul di nama. Contohnya adalah 石川梨華 (Ishikawa Rika, penyanyi), 石田芳夫 (Ishida Yoshio, pemain igo), 石村舞波 (Ishimura Maiha, penyanyi), dan 川崎 (Kawasaki, produsen motor).

Tentunya kedua kanji tersebut bisa juga digunakan di kalimat, misalnya:

川の中に石がたくさんある。
kawa no naka ni ishi ga takusan aru
Ada banyak batu di dalam sungai.

中 (naka): dalam, tengah
たくさん (takusan): banyak
ある (aru): ada

Perhatikan bahwa 中 (naka) selain berarti “tengah” juga bisa berarti “dalam”. Ini contoh kalimat lain:

川に石を投げる
kawa ni ishi o nageru
melempar batu ke sungai

投げる (nageru): melempar

Seperti biasanya, jangan lupa untuk mencoba menggambar kanji-kanji tersebut!


  • 0

Tutorial Watarasebashi #04 – Mengenal Hiragana dan Suara di Bahasa Jepang

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Di episode ini, kita akan berkenalan dengan hiragana yaitu salah satu jenis huruf yang dipakai di bahasa Jepang. Untuk mengawali, coba kita mulai dari bahasa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia.

Di bahasa Indonesia, kita punya huruf kecil dan huruf besar. Walaupun pada dasarnya sama, masing-masing punya fungsinya sendiri-sendiri. Misalnya, huruf besar dipakai untuk mengawali kalimat. Huruf besar juga dipakai untuk singkatan misalnya pada MMIF. BISA JUGA UNTUK MEMBUAT KALIMAT YANG KELIHATANNYA SEPERTI BERTERIAK-TERIAK!!! AtaU SeKeDAr UnTuK MemBuAT oRaNG yaNg MeMBacA PuSinG.

Nah, dilihat dari sudut pandang tersebut, maka tidaklah begitu aneh bahwa bahasa Jepang punya 3 jenis huruf. Ada hiragana, katakana, dan kanji yang punya kasus penggunaannya masing-masing. Kita akan mulai dari yang paling dasar yaitu hiragana.

Hiragana

Di foto yang mengawali tulisan ini, huruf-huruf hiragana yang ada ditandai dengan warna biru. Kamu bisa lihat bahwa sebagian besar lagunya ditulis dengan hiragana. Artinya, kalau kamu mempelajari hiragana, kamu akan bisa membaca cukup banyak!

Suatu huruf hiragana pada dasarnya melambangkan silabel (suku kata) sehingga bisa langsung berbunyi tanpa perlu digabung dengan huruf lain. Contohnya, hiragana yang pertama kali muncul di lagu itu adalah で yang dibaca “de”. Perhatikan bahwa dengan huruf latin kita butuh 2 huruf untuk menyatakan suaranya!

Inilah perbedaan utama sistem seperti hiragana dengan sistem alfabet seperti pada bahasa Indonesia. Sebagai contoh lain, bayangkan suara “ka”, “ki”, “ku”, “ke”, dan “ko”. Dengan bahasa Indonesia, penulisan masing-masing memerlukan 2 huruf: satu untuk konsonannya yaitu “k”, dan satu lagi untuk suara vokal yang bersangkutan. Di bahasa Jepang, tiap silabel tersebut punya hurufnya sendiri yaitu か, き, く, け, dan こ.

Kalau di bahasa Indonesia kita membuat satu huruf untuk setiap silabel seperti pada hiragana, maka kita perlu huruf untuk suara “bu”, huruf lain untuk “ruk”, huruf lain untuk “blang”, dan seterusnya. Bisa dibayangkan betapa banyak huruf yang kita perlukan! Tapi Bahasa Jepang bisa menggunakan sistem seperti itu dengan baik karena jumlah suaranya sangat sedikit dibandingkan bahasa Indonesia.

Suara-suara pada hiragana

Huruf-huruf hiragana dasar sebetulnya sangat gampang cara kerjanya. Suara vokal di bahasa Jepang ada 5 yaitu “a”, “i”, “u”, “e”, dan “o” yang hiragananya masing-masing adalah あ, い, う, え, dan お. Perlu kamu ingat bahwa suara “e” pada bahasa Jepang seperti pada “enak”, tidak pernah seperti pada “elus”. Berikutnya adalah hiragana yang melambangkan suara konsonan + vokal misalnya さ (sa), ゆ (yu), dan み (mi). Struktur konsonan + vokal inilah yang memberikan nuansa khusus pada kata dan nama Jepang, seperti pada “kawasaki”, “fujimoto”, dan “suzuki”. Lalu terakhir ada hiragana spesial ん yang melambangkan satu-satunya suara mati “n”. “n” ini biasanya ditempelkan di belakang hiragana lain, misanya さ (sa) dengan ん (n) yang membentuk さん (san).

Romaji akan disertakan di tutorial ini, dan untungnya untuk sebagian besar kasus cara membacanya seakan-akan seperti membaca bahasa Indonesia. “ba” dibaca seperti pada “bata”-nya bahasa Indonesia, “ta” dibaca seperti pada “tani”-nya bahasa Indonesia, “ni” dibaca seperti pada “nipu”-nya bahasa Indonesia, dan seterusnya.

Tapi tentu saja ada perbedaan di kasus-kasus tertentu. Sebagai contoh, pada “watarasebashi” terdapat suara “r”. Getaran pada “r”-nya bahasa Jepang tidak sekuat “r”-nya bahasa Indonesia. Jadi dia berada di antara “r” dan “l”-nya bahasa Indonesia. Isu-isu lain yang berhubungan dengan cara membaca akan dibahas seperlunya saat kasusnya muncul.

Yang terakhir perlu diketahui untuk saat ini adalah keberadaan beberapa huruf hiragana kecil. Sebagai contoh, bandingkan ukuran や (ya) dengan ゃ (ya kecil). Hiragana kecil digunakan untuk menuliskan suara di luar struktur konsonan + vokal. Contohnya adalah suara “kya” yang ditulis sebagai き (ki) ditambah hiragana kecil ゃ (ya). Bandingkan きや (kiya) dengan きゃ (kya).

Penutup

Tujuan episode ini adalah memberi kamu sedikit gambaran tentang bagaimana hiragana bekerja. Yang perlu kamu ingat adalah:

  • Tiap huruf hiragana melambangkan suatu silabel sehingga bisa langsung dibunyikan. Contohnya adalah も yang bunyinya “mo”.
  • Huruf hiragana melambangkan suara vokal seperti い (i), konsonan+vokal seperti か (ka), atau huruf mati ん (n).
  • Terdapat hiragana kecil untuk menuliskan suara-suara yang lebih kompleks. Contohnya adalah みょ (myo) yang menggunakan ょ (yo kecil). Bandingkan dengan みよ (miyo).

Penjelasan hiragana di sini tidaklah menyeluruh, jadi kalau kamu ingin menguasai hiragana mulai dari sekarang silahkan kunjungi referensi yang lebih lengkap. Kamu bisa melihat Tutorial Tae Kim dan bab di Wikibooks tentang pelafalan bahasa Jepang beserta penulisan hiragana.

Saran saya adalah mulai mempelajari hiragana dari sekarang sedikit demi sedikit. Jumlah simbolnya tidak terlalu banyak yaitu sekitar 50, dan kamu bisa mencicil sesuai dengan waktu yang kamu punya. Di sini memang disertakan romaji, namun tujuannya adalah supaya kamu bisa langsung belajar tata bahasanya sembari mempelajari hiragana. Adanya romaji jangan sampai membuat kamu malas belajar hiragana.

Di episode berikutnya, kita akan melihat jenis huruf yang membuat bahasa Jepang tertulis begitu indah: kanji!


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum
Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)
Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbisebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n’ atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin’enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon’no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)
“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya
Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda Baca
Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol
Cara menulis
Titik Jepang 。
. (titik)
Koma Jepang 、
, (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・
/ (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」
[ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー
– (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~
~ (tilda)
Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia
Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
onpu: ♪. “onpu” artinya not.
ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?
Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup
Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.


  • 0

Cara Menulis Huruf Jepang di Windows Xp: Menginstall Microsoft Input Method Editor (Ime)

Setelah menginstall font Jepang, langkah selanjutnya untuk mendukung studi bahasa Jepangmu adalah dengan menginstall Input Method Editor atau IME. Dengan IME tersebut kamu bisa menulis huruf Jepang di komputer menggunakan keyboard biasa, baik hiragana, katakana, maupun kanji!

Dengan kemampuan tersebut, kamu bisa melakukan sangat banyak hal baru! Kamu bisa dengan mudah mencek penulisan suatu kata tanpa membuka kamus. Kamu bisa melakukan pencarian kata-kata bahasa Jepang di Google maupun Wikipedia Bahasa Jepang. Kamu juga bisa berinteraksi di situs-situs berbahasa Jepang seperti 2ch maupun berkorespondensi dengan orang Jepang melalui email dan IM. Tentu saja, kamu juga bisa menggunakan kanji-kanjinya sebagai elemen misterius pada desain grafismu.

Instalasi Input Method Editor

Catatan: Agar bisa menjalankan langkah-langkah di artikel ini, kamu sebelumnya perlu menginstall font bahasa Jepang yang sudah dijelaskan pada artikel cara menginstall font bahasa Jepang.

Pertama, pergi ke Control Panel dan buka Regional and Language Options. Kalau entah kenapa kamu tidak bisa menemukannya, kamu bisa menjalankannya lewat StartRun... lalu memasukkan perintah intl.cpl. Dari window yang muncul pergilah ke tab Languages:

Window Regional and Language Options pada Windows XP untuk menginstall dukungan menulis bahasa Jepang

Dari situ, klik tombol Details...:

Langkah-langkah untuk instalasi dukungan menulis bahasa Jepang pada Windows XP

Dari window berikutnya yang muncul, pertama tekan tombol Add..., lalu pada bagian Input language pilih Japanese. Tekan OK. Kamu bisa melihat bahwa kini dukungan untuk menulis huruf Jepang sudah ditambahkan:

Dukungan menulis bahasa Jepang di komputer Windows XP yang sudah diinstall

Berikutnya tergantung dari keadaan komputer kamu. Kalau di layar tersebut selain bahasa Jepang hanya ada bahasa-bahasa yang menggunakan huruf latin, misalnya bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, maka hapus saja dukungan keyboard untuk bahasa tersebut. Ini karena dengan settingan bahasa Jepang pun kamu bisa menulis huruf latin. Kalau kamu menggunakan bahasa lain misalnya bahasa Arab atau Korea, jangan hapus mereka karena tentu saja IME bahasa Jepang tidak bisa digunakan untuk menulis bahasa-bahasa tersebut.

Pada contoh di atas hanya terdapat bahasa Inggris jadi settingan keyboardnya akan dihapus. Klik nama bahasanya, lalu tekan tombol Remove. Kalau kamu tidak ingin menghapus apapun, kamu mungkin ingin merubah Default input language menjadi Japanese - Microsoft IME Standard 2002 ver. 8.1 (sekali lagi, dengan default bahasa Jepang pun kita masih bisa menulis huruf latin).

Setelahnya tekan tombol OK. Mungkin Windows akan mengatakan bahwa dukungan menulis bahasa yang sedang aktif (misal Inggris) tidak bisa dihapus saat ini. Kalau memang begitu kasusnya, atau kalau ada pesan lain yang menyarankan kita untuk merestart komputer, maka restart komputernya.

Pengaturan language bar

Setelah semua langkah di atas, buka program yang bisa digunakan untuk mengetik misalnya Notepad. Lalu, cari benda baru bernama “language bar” pada taskbar yang bentuknya seperti ini:

Language bar pada taskbar Windows XP yang menunjukkan bahasa Jepang sebagai bahasa yang aktif

Language bar tersebut menunjukkan bahasa apa yang akan dipakai untuk menulis. JP berarti Jepang. Kalau tadi kamu sudah menghapus bahasa-bahasa lain, atau kalau kamu sudah mengatur bahasa Jepang menjadi default, maka di situ akan tertera JP dan tidak ada yang perlu kamu ubah. Namun kalau di situ yang aktif adalah bahasa selain JP, klik saja tombolnya untuk mengubahnya:

Merubah bahasa yang aktif dari bahasa Inggris ke kahasa Jepang menggunakan language bar pada Windows XP

Kalau language barnya tidak ada di taskbar, coba cari di seluruh layar kamu. Ada kemungkinan dia melayang entah di mana seperti berikut:

Language bar pada Windows XP yang melayang bebas

Kalau yakin dia benar-benar hilang, kamu bisa memunculkannya dengan mengklik kanan taskbar dan memilih ToolbarsLanguage bar.

Cara memunculkan language bar pada Windows XP dengan mengklik kanan taskbar

Ingat, untuk menulis bahasa Jepang, kode yang tertulis pada language bar haruslah JP. Jika bahasa Jepang tidak terpilih di situ, kita tidak akan bisa menyalakan IME-nya.

Cara menulis hiragana

Setelah memastikan bahwa bahasa yang aktif pada language bar adalah Jepang, mulailah mengetik suatu kata misalnya “musume” (putri):

Menulis \"musume\" yang memunculkan huruf latin di Notepad

Terlihat bahwa yang muncul masih huruf latin. Seperti dikatakan sebelumnya, bahkan dengan settingan bahasa Jepang kita masih bisa menulis huruf latin. Untuk mulai menulis huruf Jepang, aktifkan IME dengan menekan tombol Alt+~. ~ adalah tombol yang berada di sebelah atas Tab dan di sebelah kiri tombol 1. Sekarang coba lagi tulis “musume” di bawahnya:

Menulis hiragana dari \"musume\" (むすめ) pada Notepad di Windows XP

Apa yang kamu tulis akan langsung dirubah oleh IME menjadi hiragana! Perhatikan bahwa di bawah tulisan むすめ tersebut ada garis bawah, yang artinya kita masih berada pada mode edit. Di mode edit, apa yang kita tulis belum dikirim ke programnya, misalnya Notepad.

Untuk mengirim huruf-huruf hiragana tersebut ke programnya, kamu tinggal menekan Enter:

Menulis hiragana dari \"musume\" (むすめ) pada Notepad di Windows XP

Untuk kembali menulis huruf latin, tekan saja lagi Alt+~.

Mencari penulisan kanji dan katakana

Kata “musume” memiliki penulisan kanji. Selain itu, kita juga bisa saja ingin menulis “musume” menggunakan katakana. Cara untuk mendapatkan kedua hal tersebut sangatlah mudah.

Pertama, tuliskan kata yang diinginkan misalnya “musume”. Untuk mencari penulisan selain hiragananya, kamu tinggal menekan Spasi. Nanti IME akan memberikan salah satu kemungkinan lainnya, misalnya kanji untuk kata “musume” yaitu 娘:

Konversi kanji \"musume\" (娘) di Notepad pada Windows XP

Kalau tawaran IME bukan yang kamu inginkan, tekan saja spasi lagi untuk melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya:

Konversi \"musume\" ke katakana (ムスメ) di Notepad pada Windows XP

Seperti sebelumnya, tekan Enter setelah mendapat pilihan yang diinginkan. Alternatifnya adalah menekan angka yang tertera di sebelah kiri pilihan.

Jangan kaget kalau untuk suatu kata, banyak sekali kemungkinan menulisnya. Ini karena di bahasa Jepang suaranya terbatas sehingga akhirnya banyak homofon.

Sebagai latihan, coba kamu tulis “koubou” yang kanjinya seperti ini: 工房 (ruang kerja seniman, studio). Jangan sampai salah karena artinya bisa sangat berbeda. Misalnya, 攻防 juga dibaca “koubou” namun artinya “serangan dan pertahanan”.

Penutup

Bisa dilihat bahwa kita bisa menulis bahasa Jepang pada komputer tanpa menggunakan Windows XP versi Jepang. Dengan IME, pemula sekalipun bisa mulai bersenang-senang dengan memunculkan karakter-karakter eksotis ke layar komputernya. Selama tidak aktif, IME juga tidak akan mengganggu pengguna komputer lain yang hanya perlu huruf latin. Ingatlah bahwa IME bisa digunakan di hampir semua program, mulai dari Microsoft Word, OpenOffice.org sampai Mozilla Firefox.

Fasilitas IME juga ada di Windows Vista, berbagai distro Linux misalnya Ubuntu, dan Mac OS X. Mungkin di lain waktu akan dibahas cara instalasinya di Ubuntu. Kapan-kapan kita juga akan membahas tips dan trik yang akan membuat pengoperasian IME menjadi lebih efisien.

Selamat menulis!


  • 0

4 Kanji Pertamamu! Dan Kenapa Harus Menulis Dengan Cara yang Benar…

Siapa bilang kanji susah? Beberapa kanji malah lebih mudah daripada hiragana dan katakana. Kali ini, kita akan mengenal 4 kanji termudah, tentunya juga cara menulisnya yang benar.

Kanji pertama adalah kanji untuk angka 1 yaitu 一:

Kanji ini terdiri dari satu guratan, dan cara menggambarnya adalah dari kiri ke kanan. Untuk angka satu, garisnya satu. Mudah bukan?

Kanji 一 dibaca いち (ichi). Suatu kanji pada umumnya memiliki lebih dari satu cara baca, termasuk juga kanji yang baru kita pelajari. Namun untuk sekarang kita tidak akan mempelajari bacaan lainnya.

Yang kedua adalah kanji untuk angka 2 yaitu 二

Lagi-lagi masuk akal kan? Kanji untuk angka 2 adalah dua garis mendatar! Perhatikan urutannya, bahwa kita mulai dari garis yang atas terlebih dahulu. Cara membacanya adalah に (ni).

Mungkin kamu sudah bisa menebak bahwa kanji berikutnya adalah 三 yang artinya angka 3:

Ini sangat menarik karena ketiga kanji tadi sebetulnya jauh lebih mudah dibandingkan 1 2 3 yang biasa kita kenal! Cara membaca 三 adalah さん (san).

Kanji terakhir yang akan dibahas di sini sayangnya bukan angka 4, karena bentuknya bukanlah empat garis mendatar seperti yang kamu harapkan. Yang akan kita pelajari adalah kanji untuk angka 10 yaitu 十. Sebetulnya ada cara gampang untuk mengingat kenapa bentuknya begitu. Kamu pasti masih ingat angka Romawi yang diajarkan di SD kan? Menggunakan angka Romawi, cara menulis 10 adalah X.

Pertama gambar garis horizontalnya dari kiri ke kanan, lalu garis vertikalnya dari atas ke bawah. Cara membacanya adalah じゅう (juu).

Betul kan mudah? Inilah rangkuman semua kanji tadi dan cara membacanya:

KanjiKanaRomajiArti
いちichisatu
nidua
さんsantiga
じゅうjuusepuluh

Aku mau menulis dengan caraku sendiri!

Sebaiknya jangan…

Kenapa cara menulisnya harus dilakukan dengan benar? Pertama, hal tersebut sebetulnya memudahkan kita membaca tulisan orang lain! Di Jepang sana setiap orang diajari urutan dan arah guratan yang benar di sekolah. Kalau kita juga mengikuti cara menulis yang sama dengan mereka, saat bertemu tulisan orang lain yang seringnya acak-acakan kita akan sangat terbantu. Ini karena sekacau-kacaunya tulisan orang, karena urutan dan arah guratannya sama, pasti kita bisa merasakan aliran garis-garisnya.

Kamu bisa bandingkan tulisan tangan penyanyi Tanaka Reina di bawah dengan font komputer.

Kedua, mengetahui cara menulis yang benar memudahkan kita dalam melakukan pencarian di kamus. Misalnya kita menemui kanji 鋼 (baja) saat membaca suatu buku. Buku nyata, jadi tidak mungkin copy-paste ke program kamus! Kalaupun kita belum pernah menemui kanji itu sebelumnya, orang yang sudah terlatih bisa tahu bahwa kanji tersebut terdiri dari 16 guratan. Dari informasi tersebut kita akan bisa menemukan kanjinya dengan cepat baik di kamus elektronik maupun kamus cetak.

Sedikit soal

Di artikel lain kita akan menggunakan kanji-kanji tersebut untuk sedikit berhitung. Untuk sekarang, coba tebak cara membaca dan arti dari angka-angka berikut. Cara kerjanya sebetulnya tidak rumit, jadi kalau tebakanmu salah coba selidiki polanya dari kunci jawabannya:

SoalKunci jawaban
十一じゅういち (juuichi, 11)
十二じゅうに (juuni, 12)
十三じゅうさん (juusan, 13)
二十にじゅう (nijuu, 20 (dua-puluh))
二十一にじゅうにち (nijuuichi, 21 (dua-puluh-satu))
三十二さんじゅうに (sanjuuni, 32 (tiga-puluh-dua))

Kalau tetap tidak mengerti, tentunya kamu bisa bertanya di komentar…