Category Archives: Kanjiku

  • -

Kanjiku #4 – Atas (上) dan Bawah (下)

Sebelumnya kita telah mempelajari bentuk tongkat ramal (卜). Kini kita akan menggunakan bentuk tersebut untuk mempelajari dua kanji yang sangat umum yaitu 上 (atas) dan 下 (bawah).

Atas: 上 (ue)

上 berarti atas, dan cara mengingat bentuknya sangat mudah. Bayangkan saja tongkat ramal (卜) di atas tanah (一). Ya, anggap garis mendatar di bawah sebagai garis tanah seperti pada ilustrasi saat kita mempelajari kanji . Ini cara menggambarnya:

Urutan guratan/penulisan kanji 上 (ue, atas)

上 dibaca ue. Nemonik yang bisa kamu pakai adalah “Ibu menyembunyikan kue di atas lemari”.

Bawah: 下 (shita)

Untuk kanji bawah yaitu 下, kita tinggal membayangkan tongkat ramal (卜) yang terkubur di bawah tanah (一).

下 dibaca shita. Cara mudah mengingatnya adalah “Semua barang di lantai bawah dishita (disita)”.

Teknik memecah kanji

Bisa dilihat bahwa pada dua kanji di atas, kita memecah kanjinya menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana. Setelah dipecah, kita tinggal membuat cerita yang menghubungkan komponen-komponennya dengan arti kanjinya. Teknik analisis abstrak seperti itu sangat ampuh untuk mempelajari kanji dengan mudah, dan semakin banyak bentuk dasar yang kita ketahui maka semakin mudah pula kita mempelajari kanji-kanji baru.

Apalagi, seringkali komponen-komponen suatu kanji menghasilkan arti yang sangat masuk akal. Misalnya, kanji memeluk yaitu 抱 terdiri dari bentuk tangan (扌) dan membungkus (包). “Tangan + membungkus = memeluk”, masuk akal kan? Kita akan pelan-pelan mempelajari bentuk-bentuk dasar dan gabungan tersebut.

Penggunaan

Kanji 上 dan 下 sama-sama digunakan pada nama orang. Contohnya adalah 井上真央 (Inoue Mao, aktris) dan 山下智久 (Yamashita Tomohisa, penyanyi dan aktor).

Inilah contoh penggunaannya pada kalimat:

その本はテーブルの上にある。
sono hon wa teeburu no ue ni aru
Buku itu ada di atas meja.

……

上からの命令には逆らってはならない。
ue kara no meirei ni wa sakaratte wa naranai
Kamu harus patuh pada perintah dari atas.

……

下の部屋
shita no heya
kamar bawah

……

下を見れば綺麗な景色が見える。
shita o mireba kirei na keshiki ga mieru
Kalau melihat ke bawah, kamu bisa melihat pemandangan yang indah.

……

写真の右下に立っている人は誰ですか。
shashin no migi shita ni tatte iru hito wa dare desu ka?
Orang yang berdiri di kanan bawah foto itu siapa ya?

……

Jangan lupa untuk rajin berlatih :) .

Lampiran: daftar kata

上 (ue): atas
下 (shita): bawah
その (sono): itu
本 (hon): buku
テーブル (teeburu): meja (Inggris: table)
ある (aru): ada (untuk benda mati)
から (kara): dari
命令 (meirei): perintah
逆らう (sakarau): tidak patuh, membantah
見る (miru): melihat
綺麗 (kirei): indah
景色 (keshiki): pemandangan
見える (mieru): tampak, terlihat
写真 (shashin): foto
右 (migi): kanan
右下 (migishita): kanan bawah
立つ (tatsu): berdiri
人 (hito): orang
誰 (dare): siapa


  • -

Kanjiku #3 – Ramalan (卜, 占)

Kali ini kita akan belajar bentuk yang sangat berguna yaitu 卜. Bentuk tersebut muncul di banyak kanji sehingga mengetahuinya akan memudahkan studi kita.

Ramalan: 卜 (uranai)

Bahasa Jepang ramalan adalah uranai. Nemonik yang bisa dibuat misalnya: uratnya naik (menjadi tampak) mendengar ramalan buruk. urat naik → uranai → ramalan:

Nemonik \"uranai\" ke \"ramalan\" - uratnya naik mendengar ramalan buruk

Kanjinya berbentuk tongkat ramalan. Bayangkan saja tongkat yang diberdirikan di tanah dan dibiarkan jatuh saat kita ingin tahu arah mana yang akan membawa nasib baik.

Ilustrasi kanji uranai (卜)

Jangan lupa kalau masih ada satu daun yang tersisa di tongkatnya!

 

Perlu diketahui suatu hal penting yaitu bahwa penulisan kata uranai umumnya tidak menggunakan kanji 卜 yang baru kita pelajari. Yang digunakan adalah 占 yang akan kita pelajari di artikel ini juga. Kita mempelajari 卜 karena bentuk tersebut digunakan pada kanji-kanji lain. Saat digunakan pada kanji lain, kita akan menyebut bentuknya sebagai “tongkat ramal” agar lebih kongkrit.

Ramalan: 占 (uranai)

Perhatikan bahwa kanji ini terdiri dari dua komponen yaitu “tongkat ramal” (卜) yang baru kita pelajari dan mulut (口) yang telah dibahas di artikel lain. Bentuk 卜 yang dipakai pada 占 sedikit beda, namun ini adalah hal yang biasa saat suatu kanji dipakai sebagai komponen kanji lain. Dari komponennya, kita bisa membuat nemonik sebagai berikut: Seorang peramal tua sedang menggoyang-goyangkan tongkat ramalnya (卜), matanya tertutup dan mulutnya (口) komat-kamit, berusaha mendapat wangsit ramalan.

 

Penggunaan

Ingat bahwa walaupun 卜 dan 占 mengacu pada kata yang sama, yang digunakan dalam penulisan adalah kanji 占. Terlebih lagi, penulisannya menggunakan okurigana i yaitu 占い karena dia bisa berubah menjadi verba uranau (占う, meramal). Ah, kalau begitu kita coba saja menggunakan kedua kata tersebut!

夢占いをする [1]
yume-uranai o suru
meramal mimpi (literal: melakukan ramalan mimpi)

夢 (yume): mimpi
夢占い (yume-uranai): ramalan mimpi
する (suru): melakukan

人の運勢を占う [2]
hito no unsei o uranau
meramal keberuntungan seseorang

人 (hito): orang
運勢 (unsei): keberuntungan
占う (uranau): meramal

ネットの占いごっこしたり [AS FOR ONE DAY: ♪ | 詞]
netto no uranai-gokko shitari
(kita dulu) bermain ramal-ramalan di Internet

ネット (netto): Internet
ごっこ (gokko): bermain sesuatu-sesuatuan (dokter-dokteran, koboi-koboian, dsb.)
する (suru): melakukan

gokko sendiri adalah kata yang menarik. Dia menempel pada nomina dan menyatakan permainan sesuatu-sesuatuan. Misalnya gakkou adalah “sekolah”, sehingga gakkou-gokko adalah “bermain sekolah-sekolahan”. Kata gokko mengandung makna pura-pura atau bohong-bohongan.

Nah, karena saat melakukan ramalan di Internet (misal ini) tidak ada peramal sebenarnya dan yang melakukannya adalah program komputer, maka ramalan seperti itu dianggap bohong-bohongan sehingga disebut uranai-gokko dan bukan uranai. Lalu menurut kamus ramalan uranai jiten, kalau kita membeli buku ramalan dan mencobanya ke teman itu juga dianggap uranai-gokko karena kita bukanlah peramal ahli.

Di episode berikutnya, kita akan kembali menemui bentuk 卜 pada kanji lain. Sampai jumpa!


  • -

Kanjiku #2 – Tanah (土) dan pohon (木)

Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji kelas 1 SD. Kanji-kanji yang mudah ini berhubungan dengan alam.

Tanah: 土 (tsuchi)

Bahasa Jepang tanah adalah tsuchi. Nemonik untuk mengingatnya sangat gampang yaitu tanah tsuchi (maksudnya “tanah suci”).

Kanjinya juga sangat sederhana yaitu 土. Bayangkan saja pedang legendaris yang tertancap di tanah, yang hanya bisa dicabut oleh orang terkuat:

Ilustrasi kanji tsuchi (土)

 

Penggunaan

Penggunaan kanji yang telah dipelajari pada nama misalnya 土田晃之 (Tsuchida Teruyuki, pelawak) dan 植木耕助 (Ueki Kousuke, tokoh manga/anime The Law of Ueki). Salah satu taman terbesar di Tokyo yaitu 代々木公園 (Yoyogi Kouen) juga menggunakan kanji yang telah kita pelajari.

Inilah contoh penggunaannya di kalimat:

木を植えたい。[1]
ki o uetai
Kami ingin menanam pohon.

植える (ueru): menanam

靴に付いた土[2]
kutsu ni tsuita tsuchi
tanah yang menempel di sepatu

靴 (kutsu): sepatu
付く (tsuku): menempel

Jangan lupa untuk berlatih menulis kanji-kanjinya!


  • 0

Kanjiku #1 – Mata (目) dan Mulut (口)

Category : Kanjiku

Mulai saat ini segmen kanjiku (漢字区) di Yumeko akan diberi nomor. Dengan adanya nomor seri ini, kita akan bisa merasakan suatu kemajuan. Bayangkan saja kalau kamu terus mengikuti pelan-pelan dan suatu saat tiba-tiba sadar bahwa episodenya sudah sampai 100! Pasti saat itu kamu sudah tahu cukup banyak kan?

Karena episode ini dinomori satu, maka anggap saja episode-episode sebelumnya bernomor nol atau negatif. Ini daftar semua episode sebelumnya yang khusus membahas kanji:

-4)4 kanji pertamamu! Dan kenapa harus menulis dengan cara yang benar…
-3)Penjumlahan dan pengurangan
-2)Di tengah sawah padi (田 dan 中) – tanaka
-1)Kuis mencari penulisan kanji Tanaka
0)Batu di sungai (石 dan 川)

Tutorial Watarasebashi juga punya beberapa artikel yang topiknya berhubungan dengan kanji: Mengenal kanji, Bacaan kun dan on, Okurigana dan tips belajar kanji

Kali ini kita akan membahas dua kanji yang mudah lagi. Keduanya diajarkan di kelas 1 SD dan berhubungan dengan anggota tubuh.

Mata (目, me) dan mulut (口, kuchi)

Bahasa Jepang mata adalah me. Agar mudah mengingatnya, bayangkan saja mata merah:

Nemonik \"me\" ke \"mata\" - mata merah

Bahasa Jepang mulut adalah kuchi. Bayangkan kucing yang melahap tikus di mulutnya:

Nemonik \"kuchi\" ke \"mulut\" - kucing dengan tikus di mulutnya

Nah kanjinya sangat mudah diingat karena bentuknya mirip mata dan mulut! Hanya saja, perlu diketahui bahwa di kanji tidak ada bentuk lingkaran jadi semua bentuk yang melingkar atau lonjong (misal mata) dijadikan segi empat! Perhatikan kemiripannya di ilustrasi berikut:

Ilustrasi kanji me (目) dan kuchi (口)

Alien tersebut sedang tidur-tiduran, oleh karenanya kepalanya tidak tegak. Dia kaget melihat kamu sehingga mulutnya menganga lebar.

Inilah urutan menggambar 目:

Urutan guratan/penulisan kanji 目 (me, mata)

Ingat bahwa sebelum kotak luar diselesaikan, kamu mengisi dalamnya dulu. Sama seperti kotak kado, sebelum ditutup harus diisi hadiah dulu. Itu adalah aturan umum dalam menulis kanji.

Ini urutan menggambar 口:

Urutan guratan/penulisan kanji 口 (kuchi, mulut)

Bentuk kotak 口 ini akan sering muncul di kanji-kanji lain, jadi ingat baik-baik cara menulisnya.

Penggunaan

Kedua kanji tersebut digunakan di nama-nama misalnya 夏目漱石 (Natsume Souseki) sang novelis terkenal dan 山口 (Yamaguchi) yaitu salah satu prefektur di Jepang.

Inilah contoh penggunaanya di kalimat:

アメリカ人は口で、日本人は目で話す。[1]
amerika-jin wa kuchi de, nihon-jin wa me de hanasu
Orang Amerika berbicara dengan mulut, orang Jepang dengan mata.

アメリカ人 (amerika-jin): orang Amerika
日本人 (nihon-jin): orang Jepang
話す (hanasu): berbicara

Aneh? Itu adalah judul artikel Slashdot Jepang tentang suatu penelitian. Saat berbicara, orang pasti melihat lawan bicaranya untuk menangkap petunjuk-petunjuk emosi tertentu. Nah ternyata orang Jepang cenderung melihat mata lawan bicaranya sedangkan orang Amerika mulut.

Ini contoh yang mudah-mudahan lebih normal:

彼は口が臭い。[2]
kare wa kuchi ga kusai
Dia mulutnya bau.

彼 (kare): dia
臭い (kusai): bau tidak enak

Mungkin bukan contoh yang terlalu bagus… Ini contoh terakhir:

幸せは目の前にある。[3]
shiawase wa me no mae ni aru
Kebahagiaan ada di depan mata.

幸せ (shiawase): kebahagiaan
前 (mae): depan
ある (aru): ada

Terlalu puitis?

Sampai jumpa lagi di artikel kanjiku berikutnya dan jangan lupa untuk mencoba menulis kanji-kanji yang telah dipelajari di sini.


  • 0

Kanjiku: Batu di Sungai (石 dan 川)

Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji yang mudah. Kedua kanji tersebut diajarkan di kelas 1 SD dan berhubungan dengan alam.

Batu: 石 (ishi)

Bahasa Jepangnya batu adalah ishi. Untuk mengingat kata tersebut, bayangkan seorang pesilat yang disuruh berlatih oleh gurunya mendaki gunung dan melewati lembah. Agar latihannya berat, dia harus membawa ransel ishi batu (isi batu):

Nemonik \"ishi\" ke \"batu\" - bawa ransel ishi batu (isi batu)

Kanjinya adalah 石 dan cara mengingat bentuknya sangat gampang. Kamu tahu putri duyung kan?

 

Sungai: 川 (kawa)

Bahasa Jepang sungai adalah kawa. Sebagai nemonik, bayangkan lahar yang mengalir dari kawah sehingga menghasilkan sungai lahar

Penggunaan

Kedua kanji tersebut cukup sering muncul di nama. Contohnya adalah 石川梨華 (Ishikawa Rika, penyanyi), 石田芳夫 (Ishida Yoshio, pemain igo), 石村舞波 (Ishimura Maiha, penyanyi), dan 川崎 (Kawasaki, produsen motor).

Tentunya kedua kanji tersebut bisa juga digunakan di kalimat, misalnya:

川の中に石がたくさんある。
kawa no naka ni ishi ga takusan aru
Ada banyak batu di dalam sungai.

中 (naka): dalam, tengah
たくさん (takusan): banyak
ある (aru): ada

Perhatikan bahwa 中 (naka) selain berarti “tengah” juga bisa berarti “dalam”. Ini contoh kalimat lain:

川に石を投げる
kawa ni ishi o nageru
melempar batu ke sungai

投げる (nageru): melempar

Seperti biasanya, jangan lupa untuk mencoba menggambar kanji-kanji tersebut!


  • 0

Tutorial Watarasebashi #10 – Pengelompokan kana

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Setelah meninjau huruf-huruf Jepang, kita sekarang akan mulai membahas lagu Watarasebashi dari awal. Romaji akan disertakan sepanjang tutorial, namun ingat bahwa itu ada agar mereka yang masih belajar kana bisa langsung mengikuti artikel-artikelnya.

Pembahasan akan dimulai dari judulnya yaitu “Watarasebashi” yang artinya Jembatan Watarase. Kata tersebut dibentuk dari watarase yang merupakan suatu nama dan hashi yang artinya jembatan. Pertanyaannya, kenapa jadinya watarasebashi dan bukan watarasehashi?

watarasebashi merupakan kata gabungan. Seringkali, dalam pembentukan kata gabungan terjadi perubahan suara pada kata keduanya, dalam hal ini hashi menjadi bashi. Di sini kita akan mempelajari perubahan tersebut, yang sebetulnya lebih ke arah studi fonologi. Untuk memahami aturannya, kita perlu kembali meninjau aspek teknis dari kana.

Pengelompokan kana (hiragana dan katakana)

Di bahasa Jepang, huruf-huruf kana dasar dikelompokkan menjadi baris-baris tertentu, yang jika disusun akan membentuk tabel. Pengelompokan ini sangat vital untuk memahami berbagai aturan tata bahasa dan harus kamu kuasai. Untuk membentuk kata sopan dari kata dasarnya misalnya, kamu perlu tahu pengelompokan ini.

Baris yang pertama adalah baris a:


a

i

u

e

o

Urutan vokalnya adalah a-i-u-e-o, bukan a-e-i-o-u seperti pada alfabet Latin.

Berikutnya adalah baris k:


ka

ki

ku

ke

ko

Baris tersebut sangat mudah dimengerti sebab hanya merupakan kombinasi konsonan k dengan vokal a-i-u-e-o.

Selanjutnya adalah baris s, dan di sini mulai terdapat ketidakberaturan:


sa

shi

su

se

so

Bisa dilihat bahwa huruf baris s vokal i bukanlah “si” seperti yang diharapkan, namun “shi”. Suara “si” tidak ada di kata-kata bahasa Jepang asli. Untuk mengingat perkecualian ini, ingatlah bahwa di cerita Doraemon terdapat tokoh yang bernama “shizuka” dan bukan “sizuka”.

Baris selanjutnya yaitu baris t malah memiliki 2 perkecualian:


ta

chi

tsu

te

to

Baris t vokal i bukanlah “ti” namun “chi”. Begitu juga vokal “u” bukanlah “tu” tapi “tsu”. “ti” dan “tu” tidak ada di kata-kata bahasa Jepang asli. Ingatlah dengan tokoh “chibiusa” pada cerita Sailor Moon (bukan “tibiusa”) dan “tsubasa” pada cerita Kapten Tsubasa (bukan “tubasa”).

Baris n suaranya teratur:


na

ni

nu

ne

no

Namun berikutnya baris h memiliki perkecualian:


ha

hi

fu

he

ho

Bagi orang Jepang, gabungan h dengan u adalah “fu”, bukan “hu”. Makannya ada gunung yang bernama “fuji” bukannya “huji”.

Baris m juga teratur:


ma

mi

mu

me

mo

Berikutnya adalah baris y yang teratur namun hanya digabung dengan vokal a-u-o:


ya

yu

yo

Baris selanjutnya adalah baris r yang juga teratur:


ra

ri

ru

re

ro

Baris berikutnya yaitu baris w hanya memiliki vokal a dan o:


wa

wo

Vokal mati satu-satunya tidak digolongkan baris manapun:


n

Dengan begitu, urutan baris-barisnya adalah a-k-s-t-n-h-m-y-r-w. Mengetahui urutannya akan berguna untuk melakukan pencarian pada daftar yang diurutkan berdasarkan kana. Contohnya adalah pada daftar penyanyi lagu anime Wikipedia bahasa Jepang. Kalau kamu ingin menghafalnya agar ingat suara-suara yang ada di bahasa Jepang, ini nemoniknya:

Anak Kancil Sedang Tidur Nyenyak Habis Makan Yakiniku Rasa Wortel

Yang juga penting kamu hafalkan adalah suara-suara perkecualian yang ada di baris s (shi), t (chi, tsu), dan h (fu). Nemonik yang bisa kamu pakai adalah “tsubasa tanding di gunung fuji, disoraki shizuka dan chibiusa”. Kalau kamu tidak kenal tokoh-tokoh tersebut, kamu bisa buat nemonik lain sendiri.

Penutup

Setelah pembahasan panjang tersebut, sayangnya ilmu kita belum cukup untuk membahas perubahan hashi ke bashi! Mungkin di episode berikutnya.

Tapi, dengan ilmu yang baru kita pelajari, kita bisa bermain sedikit tebak-tebakan…

Pertama, ingat bahwa suara “si”, “ti”, “tu”, dan “hu” tidak ada di bahasa Jepang. Bagi orang Jepang, s yang digabung i ya bunyinya “shi” bukan “si”. Nah, karenanya, jika ada orang Jepang yang menulis romanisasi si, sebetulnya yang mereka maksud adalah kana し yang suaranya “shi”! Begitu juga untuk suara perkecualian lainnya.

Dengan mengingat poin tersebut, sekarang coba jawab pertanyaan berikut.

1) Ada orang Jepang yang mengupload gambar dengan nama berkas mitisige_L2.jpg. Sebetulnya, bagaimana cara membaca mitisige?

Jawaban: Cara membacanya adalah “michishige”. Ingat, di bahasa Jepang tidak ada suara “ti” sehingga yang dimaksud orang tersebut saat menulis ti adalah suara “chi” (ち). Begitu juga dengan si yang sebetulnya dibaca “shi” (し).

2) Orang yang sama mengupload berkas tuji_L8.jpg. Bagaimana sebetulnya cara membaca tuji?

Jawaban: Cara membacanya adalah “tsuji”. Di bahasa Jepang, gabungan t dan u menghasilkan つ yang bunyinya “tsu” bukan “tu”.

3) Terakhir, ada orang Jepang yang membuat halaman dengan nama hujimoto04.htm. Bagaimana cara membaca hujimoto yang benar?

Jawaban: Cara membacanya adalah “fujimoto”. Kalau orang Jepang menulis hu, yang mereka maksud adalah suara “fu” (ふ).

Pelajaran fonologi kita ini cukup berguna kan? Sampai jumpa di episode berikutnya!

Lampiran

Inilah daftar suara dasar kana yang disusun dalam tabel:

Vokal
aiueo
Baris a
a

i

u

e

o
Baris k
ka

ki

ku

ke

ko
Baris s
sa

shi

su

se

so
Baris t
ta

chi

tsu

te

to
Baris n
na

ni

nu

ne

no
Baris h
ha

hi

fu

he

ho
Baris m
ma

mi

mu

me

mo
Baris y
ya

yu

yo
Baris r
ra

ri

ru

re

ro
Baris w
wa

wo

n

  • 0

Penjumlahan dan pengurangan

Kemarin kita mempelajari kanji 一, 二, 三, dan 十. Seperti dijanjikan, kita sekarang akan menggunakannya untuk sedikit berhitung. Berita buruknya adalah, sebetulnya di matematika, dan untuk hal-hal yang menggunakan angka pada umumnya, kanjinya tidak dipakai lagi! Ya, simbol yang telah kita kenal baik yaitu 0-9 lebih banyak digunakan di zaman modern ini. Namun berita baiknya adalah kanji tersebut belum sepenuhnya hilang! Beberapa istilah umum masih menggunakan kanjinya, dan terkadang ada yang sengaja menggunakan kanjinya untuk memberikan sehembus aura kuno atau kesan klasik.

Contohnya, cover belakang majalah Bungei Shunjuu yang saya punya menggunakan kanji untuk harganya:

Bisa melihat kanji 三 di situ kan? (Harganya adalah 730 yen)

Sekarang kembali ke topik kita kali ini yaitu berhitung. Kita akan belajar penjumlahan dan pengurangan, jadi pertama-tama mari kita pelajari istilahnya.

Menambah

“Menambah” dalam bahasa Jepang adalah 足す (たす, tasu). Nemonik untuk menghafalkannya adalah “tas”.

Mengurangi

“Mengurangi” dalam bahasa Jepang menggunakan kata 引く (ひく, hiku) yang artinya “menarik”. Nemonik untuk menghafalkannya adalah anak yang menangis. Anak yang sedang menangis karena ngambek tidak mau pulang akan bersuara “hik, hik”.

Membaca persamaan

Walaupun tidak umum untuk matematika, kita akan sengaja menggunakan kanji karena memang ingin berlatih membacanya. Lihat persamaan berikut:

一 + 一 = 二

Simbol = dibaca は (wa), jadi cara membacanya adalah “いち たす いち は に” (ichi tasu ichi wa ni). Mudah bukan? は (wa) yang kita gunakan adalah partikel topik.

Berikutnya pengurangan:

二 - 一 = 一

Mungkin kamu sedikit pusing (atau geli?) melihat serentetan garis-garis horizontal tersebut. Bertahanlah. Cara membacanya adalah “に ひく いち は いち” (ni hiku ichi wa ichi).

Latihan

Untuk menutup tulisan kali ini, silahkan latihan membaca persamaan-persamaan berikut. Sorot bagian yang abu-abu untuk melihat kuncinya:

SoalKunci jawaban
二 + 一 = 三に たす いち は さん (ni tasu ichi wa san)
三 + 三 + 三 + 一 = 十さん たす さん たす さん たす いち は じゅう (san tasu san tasu san tasu ichi wa juu)
三 - 二 + 一 = 二さん ひく に たす いち は に (san hiku ni tasu ichi wa ni)

Materi besok adalah cara membaca persamaan integral. (bercanda, bercanda!)


  • 0

4 Kanji Pertamamu! Dan Kenapa Harus Menulis Dengan Cara yang Benar…

Siapa bilang kanji susah? Beberapa kanji malah lebih mudah daripada hiragana dan katakana. Kali ini, kita akan mengenal 4 kanji termudah, tentunya juga cara menulisnya yang benar.

Kanji pertama adalah kanji untuk angka 1 yaitu 一:

Kanji ini terdiri dari satu guratan, dan cara menggambarnya adalah dari kiri ke kanan. Untuk angka satu, garisnya satu. Mudah bukan?

Kanji 一 dibaca いち (ichi). Suatu kanji pada umumnya memiliki lebih dari satu cara baca, termasuk juga kanji yang baru kita pelajari. Namun untuk sekarang kita tidak akan mempelajari bacaan lainnya.

Yang kedua adalah kanji untuk angka 2 yaitu 二

Lagi-lagi masuk akal kan? Kanji untuk angka 2 adalah dua garis mendatar! Perhatikan urutannya, bahwa kita mulai dari garis yang atas terlebih dahulu. Cara membacanya adalah に (ni).

Mungkin kamu sudah bisa menebak bahwa kanji berikutnya adalah 三 yang artinya angka 3:

Ini sangat menarik karena ketiga kanji tadi sebetulnya jauh lebih mudah dibandingkan 1 2 3 yang biasa kita kenal! Cara membaca 三 adalah さん (san).

Kanji terakhir yang akan dibahas di sini sayangnya bukan angka 4, karena bentuknya bukanlah empat garis mendatar seperti yang kamu harapkan. Yang akan kita pelajari adalah kanji untuk angka 10 yaitu 十. Sebetulnya ada cara gampang untuk mengingat kenapa bentuknya begitu. Kamu pasti masih ingat angka Romawi yang diajarkan di SD kan? Menggunakan angka Romawi, cara menulis 10 adalah X.

Pertama gambar garis horizontalnya dari kiri ke kanan, lalu garis vertikalnya dari atas ke bawah. Cara membacanya adalah じゅう (juu).

Betul kan mudah? Inilah rangkuman semua kanji tadi dan cara membacanya:

KanjiKanaRomajiArti
いちichisatu
nidua
さんsantiga
じゅうjuusepuluh

Aku mau menulis dengan caraku sendiri!

Sebaiknya jangan…

Kenapa cara menulisnya harus dilakukan dengan benar? Pertama, hal tersebut sebetulnya memudahkan kita membaca tulisan orang lain! Di Jepang sana setiap orang diajari urutan dan arah guratan yang benar di sekolah. Kalau kita juga mengikuti cara menulis yang sama dengan mereka, saat bertemu tulisan orang lain yang seringnya acak-acakan kita akan sangat terbantu. Ini karena sekacau-kacaunya tulisan orang, karena urutan dan arah guratannya sama, pasti kita bisa merasakan aliran garis-garisnya.

Kamu bisa bandingkan tulisan tangan penyanyi Tanaka Reina di bawah dengan font komputer.

Kedua, mengetahui cara menulis yang benar memudahkan kita dalam melakukan pencarian di kamus. Misalnya kita menemui kanji 鋼 (baja) saat membaca suatu buku. Buku nyata, jadi tidak mungkin copy-paste ke program kamus! Kalaupun kita belum pernah menemui kanji itu sebelumnya, orang yang sudah terlatih bisa tahu bahwa kanji tersebut terdiri dari 16 guratan. Dari informasi tersebut kita akan bisa menemukan kanjinya dengan cepat baik di kamus elektronik maupun kamus cetak.

Sedikit soal

Di artikel lain kita akan menggunakan kanji-kanji tersebut untuk sedikit berhitung. Untuk sekarang, coba tebak cara membaca dan arti dari angka-angka berikut. Cara kerjanya sebetulnya tidak rumit, jadi kalau tebakanmu salah coba selidiki polanya dari kunci jawabannya:

SoalKunci jawaban
十一じゅういち (juuichi, 11)
十二じゅうに (juuni, 12)
十三じゅうさん (juusan, 13)
二十にじゅう (nijuu, 20 (dua-puluh))
二十一にじゅうにち (nijuuichi, 21 (dua-puluh-satu))
三十二さんじゅうに (sanjuuni, 32 (tiga-puluh-dua))

Kalau tetap tidak mengerti, tentunya kamu bisa bertanya di komentar…