Author Archives: Wizam Robbani

  • -

Wow! Pertama Kali Jepang Miliki Kolam Renang Anti Basah

Category : Uncategorized

Hal-hal unik yang selalu ada di negara Jepang ini. Jika anda kalau ke Jepang harus kunjungi 1 tempat ini yang paling fenomenal di daerah Jepang adalah Museum of contemporary art di kanazawa Jepang.

Kolam renang ini sangatlah unik dan juga banyak pengunjung yang Terpukau melihat orang di dalam kolam renang tetapi badannya tidak basah kena air. Kolam renang seperti ini diciptakan oleh seniman Argentina yaitu Leandro erlich dan juga kedalaman kolam renang 2,7 meter.

Untuk pecinta selfie dan juga Traveler berkunjung ke daerah ini dan juga yang pandai berenang tidak usah memakai alat renang dan juga untuk handphone tidak butuh smartphone anti air untuk selfie di dalam air. Kolam renang ini dijulukin illusory swimming full karena kolam tersebut hanya ilustrasi sebuah mata.

Karena diatas kolam terdapat sebuah lapisan air sedalam 4 inci yang berada dalam kaca sehingga suatu ruangan yang kosong yang ada di dalam seolah-olah terlihat ada orang yang lagi berenang di dalamnya.

Ternyata itu tipuan trik ilustrasi dari seniman Argentina yang profesional negara kita juga memiliki Spesialis Kontraktor Kolam Renang Terbaik & Terpercaya se Indonesia.

Tertarik anda silahkan langsung kunjungi guys?

Sumber:


  • -

5 Fitur Toilet Cubicle Canggih di Jepang Buat Pengunjung Gagap Teknologi

Category : Berita

Sudah menjadi hal yang lumrah apabila masyarakat Jepang dari dulu hingga saat ini terkenal memiliki aneka kreatifitas yang patut diapresiasi khalayak ramai. Apabila anda belum percaya, cobalah Untuk menengok betapa canggih dan uniknya vending machine yang banyak berjajar di sana.

Tidak sedikit di segala sudut jalan, anda dapat menggunakan mesin penjual yang berisi aneka benda aneh bagi orang Indonesia. Seperti vending machine yang menjual sayur-sayuran, sembako, payung bahkan bra, sangat unik sekali bukan?

Akan tetapi, tingkat kreativitas masyarakat Jepang tidak berhenti sampai di situ saja. Apabila kamu pernah menjajal berlibur di kota Jepang pastinya menggunakan toilet canggih yang tersedia di sana, tentu kamu akan terpesona dan betah berada di dalam toilet tersebut.

Usut punya usut, ini dikarenakan toilet canggih di Jepang yang telah disediakan beragam fitur yang dapat membuat pengunjung menjadi pembaca kagum. Bahkan tidak sedikit negara lain yang telah mengadopsi inovasi toilet canggih tersebut, seperti Korea dan tak terkecuali juga di Indonesia yang baru saja merintis.

Lalu, fitur canggih apa sajakah yang tersedia dalam toilet cubicle khas masyarakat Jepang ini? Simak liputannya.

Fitur Penyediaan Air Hangat

Apakah hari terasa dingin, di sana kamu tidak perlu lagi merasa khawatir akan takut badan menggigil. Ini dikarenakan toilet canggih yang dibangnn oleh Kontraktor Partisi Toilet Cubicle / Kubikel Phenolic Premium (SNI) telah dilengkapi dengan tombol yang memiliki fitur beragam.

Satu diantaranya yaitu mengatur suhu air. Hal ini memungkinkan para pengguna toilet cubicle dapat membasuh kotoran dengan air hangat atau dingin sesuai dengan keinginan. Begitu pula dengan tekanan air yang bisa diatur.

Fitur Pengering Bokong

Motor yang satu ini terbilang sangat istimewa, karena penggunaan toilet tidak perlu lagi menggunakan tisu untuk mengeringkan bokong sendiri, akan tetapi telah menyediakan fitur pengering atau dryer. Cukup tinggal memencet tombol pada panel maka penggunaan toilet akan merasakan sensasi angin yang keluar dari pengering tersebut. Dalam beberapa hitungan menit, tentu program akan mengering secara merata.

Suara Buatan

Apakah kamu sering merasa malu saat terpaksa buang air besar pada tanggal umum? Kini kamu tak perlu lagi cemas apabila sedang berada di Jepang, pasalnya toilet canggih tersebut telah menyediakan bunyi-bunyian yang dapat membelokkan atau menyamarkan suara buang hajat mu sehingga terkesan tidak memalukan. Suara yang keluar dari toilet canggih ini seperti suara hutan, cuitan burung, serta air mengalir dan lain sebagainya.

Pengguna juga dapat mengatur tingkat keras atau pelannya volume tersebut. Penggunaan suara pada toilet ini khususnya sangat membantu dalam proses pembuangan air besar.

Eco Friendly

Jepang ternyata tidak hanya memiliki satu jenis tombol penyiram air, akan tetapi dua. Satu tombol penyiram air untuk buang hajat kecil, serta satu tombol penyiram air untuk buang hajat besar. Usut punya usut, fitur ini dipisah guna menghemat penggunaan air atau seringkali disebut dengan Eco friendly. Bahkan di sejumlah tempat tertentu, lampu di toilet Jepang juga dirancang secara automatisasi hidup dan nyala apabila ada dan tidaknya para pengguna. Begitu pula dengan dudukan toilet yang bisa terbuka secara otomatis.

Actilight dan Ewater+

Juga dijelaskan dalam pembahasan yang sederhana, toilet semacam ini mampu membersihkan diri sendiri secara otomatis. Fitur tersebut merupakan hasil dari keluaran perusahaan Toto asal Jepang. Setelah 1 jam lamanya tidak digunakan, maka Marilah canggih ini akan menyemprotkan cairan antiseptik secara otomatis dengan tujuan agar kuman-kuman terbunuh secara total. Sekedar untuk diketahui, ternyata fitur ini jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Sumber:


  • -

Beginilah Produksi Gelas Kaca ala Jepang di Hokkaido

Category : Wisata

Jika saat ini anda sedang berlibur di Jepang, tepatnya di daerah Hokkaido, maka jangan lupa untuk mampir menyempatkan diri ke daerah Furano. Daerah yang satu ini terkenal dengan ladang bunga lavender pada saat musim panas. Dari sinilah gelas kaca bernama Glass Forest in furano dibuat sedemikian rupa.

Tempat ini sangat unik. Memiliki enam bangunan dan lima diantaranya adalah toko untuk menawarkan produk gelas kaca yang terpajang dengan aneka ragam tema. Setidaknya terdapat dua bangunan yang menjadi pabrik pembuatan gelas kaca dan Jasa Kaca Tempered (Partisi Kaca, Shower Box, dsb) Bergaransi!.

Bangunan nomor satu terletak paling dekat dengan gerbang depan studio seringkali menyajikan gelas original dengan variasi desain yang berbeda. Salah satunya adalah produk jenis Shibare Glass yang hanya terjual secara eksklusif di tempat ini. Jenis gelas ini dirasa begitu unik untuk dipakai karena akan menghasilkan pola retak meskipun permukaannya mulus. Seiring lamanya durasi pemakaian, maka jumlah pola juga akan semakin bertambah.

Baca juga: Kaca Film Merk Terbaru Dari Jepang, Buat Pasar Makin Ramai!

Hampir semua orang pun tidak akan pernah tahu kapan pola retak ini dapat keluar. Pada bagian luar gelas yang keras mampu bertahan terhadap suhu dingin maupun panas. Tak heran jika kelas langkah ini dijual dengan harga cukup mahal, yani 4,212 Yen.

Sementara untuk bangunan nomor dua mengadopsi tema “Furano Musim Semi Hingga Musim Gugur”. Pada bangunan ini, anda akan disuguhkan dengan berbagai bentuk gelas dengan bentuk binatang liar maupun bunga yang merepresentasikan Furano di tiap musimnya. Salah satu contoh pada gelas dengan bentuk bunga lavender yang merepresentasikan musim panas. Kelas ini merupakan primadona para pengunjung bahkan sudah menjadi oleh-oleh favorit mereka. Maka tak heran jika harga per buah yang dijual sekitar 432 Yen.

Pada bangunan nomor tiga, terpajang aksesoris yang mengadopsi tema bangsa Jepang. Kemudian bangunan nomor lima menyuguhkan peralatan dapur Jepang, diantaranya yaitu tempat penyimpanan sumpit dan kecap asin khas jepang. Lanjut ke bangunan nomor enam menghadirkan Crystal College, yaitu suatu gambar yang dihasilkan dengan kristal gelas. Adapun bangunan nomor tujuh yang difungsikan secara khusus untuk mempersilahkan para pengunjung mencoba kegiatan pembuatan aneka barang dari bahan gelas. Tentu sebuah hal yang sangat menyenangkan karena dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.

Sumber:


  • -

Glico, Papan Reklame Tertua di Jepang Terpasang Sejak Tahun 1935

Category : Wisata

Siapa yang tidak kenal dengan produk jajan lawas ini, ya produk Glico yang diproduksi di Jepang ini ternyata sudah terpasang sejak tahun 1935. Kabarnya, papan reklame raksasa ini sudah diganti pada bulan Oktober tepatnya pada tahun 2014. Hal ini menandai sebagai pergantian papan reklame generasi ke 6, dalam artian telah 6 kali berganti.

Jika anda melihat papan reklame iklan Glico di Jepang ini, semua orang tentu akan mengingat daerah Osaka, tepatnya di Dotonbori yang terkenal pusat keramaian para wisatawan. Bahkan beberapa film layar lebar pun sengaja atau tidak menangkap gambar papan reklame Glico tersebut apabila bersetting cerita di Osaka. Tak heran jika papan reklame ini sudah menjadi lambang kebanggaan kota tersebut.

Baca juga: Berwisata di Kebun Apel Jepang, Wisatawan Bisa Petik Buah Apel Sendiri!

Untuk generasi papan reklame Coolzone Advertising | Jasa Pembuatan Media Promosi & Iklan terbaru ini, pihak Glico telah menggunakan teknologi dioda pemancar cahaya atau disebut dengan LED yang mana cenderung hemat listrik namun cahayanya semakin menerangi area sekeliling tepian kali.

https://www.youtube.com/watch?v=AWUWWGmPSOE

Dalam papan reklame tersebut, terlihat bahwa gambar seorang lelaki berlari dengan meletakkan 2 tangan ke atas dan berlatar belakang Gunung Fuji dan kereta peluru, Shinkansen. Tertulis logo Glico pada kaos si pelari dan papan paling atas merupakan seni tulisan Jepang bergaya katakana.

Papan reklame yang pertama kali dipasang pada tahun 1935 sejatinya memiliki desain yang serupa. Untuk generasi keenam ini tingginya mencapai 20 meter dengan lebar 10,38 meter. Papan lampu reklame ini akan menyala pertama range area sekelilingnya mulai dari jam 6 sore hingga jam 12 malam. Untuk setiap 15 menitnya, tampilan dari papan reklame akan berganti dengan gambar pola lain.

Sumber:


  • -

Rasakan Sensasi Negeri Sakura Kini Nggak Melulu Harus ke Jepang, Cukup ke Bandung aja!

Category : Wisata

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi wisata ke negara Sakura Anda kini tidak perlu repot-repot lagi untuk pergi ke Jepang. Karena di kota wisata Bandung telah menyediakan sebuah tempat yang menyuguhkan suasana khas negara Sakura, namanya adalah Kyoto Floating Market. Ya, di tempat ini Anda bisa menyaksikan secara langsung beragam tarian khas Jepang serta wahana-wahana lainnya. Ditambah lagi pengunjung juga bisa mengenakan Kimono, pakaian khas adat Jepang untuk sesi fotografi.

Pertunjukan tarian Jepang merupakan wahana yang paling diminati oleh pengunjung. Begitu tarian dimulai lagu khas Jepang yakni Sakura odori langsung disambut dengan lenggokan para penari tersebut. Mereka menggunakan busana lengkap khas negeri Sakura.

Baca juga : Gaya Pernikahan Jepang, Dulu dan Sekarang

Sementara untuk Wahana penyewaan pakaian tradisional Korea, Marlyn Tjhi selaku pengelola Kyoto Floating Market menuturkan bahwa para pengunjung dapat menyewa selama 2 jam. Beberapa lokasi yang instagramable. Meskipun berbalut dengan ornamen ornamen ala Jepang.

“Beberapa tarian Jepang ini sebenarnya bersifat insidental. Sehingga hanya ditampilkan di beberapa event tertentu, terkadang lebih sering ketika akhir pekan dimana umumnya Kyoto Floating Market ramai oleh pengunjung. Pihak pengelola kami juga telah menyediakan aneka kostum Korea, sebab banyak dari sekian pengunjung yang suka dengan budaya Korea meskipun wahana ini mengarah ke budaya Jepang,” tutur Marlyn.

Selanjutnya Marlyn juga menuturkan bahwa dibukanya Wahana Kyoto Floating Market tersebut sebenarnya berawal dari inspirasi pengalamannya saat bepergian ke Jepang. melihat beberapa wisatawan asing yang suka mencoba pakaian tradisional Jepang tersebut yaitu Kimono.

“Saya baru tahu bahwa baju kimono tersebut di sewa. Untuk menyewa nya pun juga membutuhkan waktu untuk reservasi tentu saja dengan harga yang mahal. Nah dari situlah saya mulai terinspirasi untuk membuat Kyoto floating market,” ungkap Marlyn

Terakhir Marlyn juga menjelaskan terkait biaya sewa baju dan aksesoris di Kyoto floating market. Total harganya adalah Rp.55.000, sudah termasuk dengan baju senilai Rp.35.000, kelom geta dan aksesoris senilai Rp.10.000.

sumber : https://jabar.pojoksatu.id/bandung/2017/01/15/main-yuk-ke-negeri-sakura-ala-lembang-bandung/