Monthly Archives: August 2018

  • -

Belajar Budidaya Lobster Berkualitas Ekspor

Category : Berita

Perairan laut Aceh diketahui salah satu kawasan penghasil lobster ekpor kualitas terbaik di dunia, tetapi aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.1 Permen-KP tahun 2015 melarang ekspor bibit lobster yang masih berukuran dibawah 200 gram. Sehingga budiya lobster di Aceh menjadi salah satu kans usaha nelayan yang amat menjanjikan.

“Lobster di sejumlah kawasan perairan laut Aceh benar-benar banyak, tetapi lobster yang berukuran kecil dibawah 200 gram tidak boleh ekspor dan dicokok di bandara oleh petugas, sehingga saya beratensi untuk membikin usaha budidaya lobster,” kata Fajar (31) warga Banda Aceh kepada alat penunjuk arah.com, Sabtu (27/01/18).

Baca juga: Game Asal Jepang Yang Ngehits di Cina Travel Frog

Fajar (30) mengaku telah merintis usaha keramba budidaya lopster bersama tiga rekannya sejak tahun 2012 lalu, selama ini ia mendapat pasokan berbagai jenis bibit lobster kualtas ekspor dari nelayan yang berada di Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Lamno, Calang Kabupaten Aceh Jaya dengan harga rata-rata Rp 25 hingga 30 ribu perekornya yang masih berukuran 100 gram.

“Bibitnya lobster aku beli hasil tangkapan nelayan dari Pulo Aceh, Lamno dan Calang, sekali masuk 70 hingga 10 ekor, dalam sebulan ada tiga kali dikirim bibit yang masih berukuran dibawah 200 gram,” katanya. Indonesia Lobster Trading Company

Setelah merawat dan memberi pakan secara natural selama sebagian bulan,  Lobster hasil budidaya Fajar yang sudah berukuran diatas 200 gram ini kembali dipasok ke sejumlah rumah makan dan restorant bagus yang ada di Aceh ataupun keluar Aceh dengan harga perkilogramnya mulai dari Rp 400 hingga Rp 800 ribu.

“Lobster yang saya budidaya ini jenisnya mutiara, pasir, batu, dan bambu, umumnya banyak permintaan dikala  tahun baru dan imlek, apabila hari-hari umum yang pesan langganan rumah makan dan kafe,” jelasnya.

Dari hasil usaha budidaya lobster yang dirintis sejak tahun 2012 lalu ini , tiap-tiap bulannya rata-rata Fajar (31) bisa meraup untung mulai dari Rp 3 hingga Rp 5 juta perbulan,  sebab dia masih terbatas modal untuk biaya bibit lobster dan kebutuhan pakan natural tiap-tiap harinya.

“Dulu usaha budidaya lobster ini kelompok kami, tapi kini tinggal aku sendiri karena kawan aku yang lain sudah kembali melaut, susah jika tak cukup modal untuk biaya perawatannya,  kalau melaut lantas bisa uang tiap-tiap hari,  saya juga masih terbatas modal benih dan pakannya, satu hari minimal aku harus beli ikan segar dari nelayan untuk pakan lobster ini” ujarnya.

Sumber:


  • -

Restoran Hokkaido Hidangkan “Raja Kepiting” di Jepang

Category : Berita

Hokkaido, Jepang. Taukah minna-san? Hampir seluruh restoran di Hokkaido menyediakan menu kepiting. Bagaimana tak, kepiting melimpah ruah di Hokkaido, terutamanya selama musim gugur hingga musim salju berakhir. Pun, ada juga brosur-brosur pariwisata yang menyebut Hokkaido sebagai ”Pulau Kepiting”. Lalu, apa sih yang membikin Kepiting Hokkaido menjadi spesial?

Ada empat tipe kepiting yang hidup di perairan Hokkaido, yakni taraba-gani (kepiting raja), ke-gani (kepiting berbulu), hanasaki-gani (kepiting hanasaki), dan zuwai-gani (kepiting salju). Crab Canning Supplier

Kepiting-kepiting itu ukurannya jauh lebih besar diperbandingkan dengan kepiting yang ada di perairan Indonesia. Taraba-gani (kepiting raja), semisal, cangkangnya dapat sebesar piring makan dengan kaki-kaki yang mencapai panjang 1 meter. Kepiting jenis lainnya sedikit lebih kecil dibandingi dengan taraba-gani (kepiting raja).

Pada musim dingin di Hokkaido, kepiting yang paling banyak ditemukan yakni taraba-gani (kepiting raja) yang hidup di perairan bersuhu di bawah 10 derajat celsius. Itu sebabnya, kepiting jenis ini kerap disantap di Hokkaido sebagai makanan saat musim dingin. Rasanya? Tak perlu ditanya lagi, minna-san!

Sumber: