Tutorial Watarasebashi #08 – Katakana

  • 0

Tutorial Watarasebashi #08 – Katakana

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Setelah mempelajari hiragana dan kanji, sekarang kita akan mempelajari jenis huruf terakhir yang unik bagi bahasa Jepang yaitu katakana. Terakhir kita akan mempelajari penggunaan masing-masing jenis huruf yang ada.

Katakana

Katakana pada intinya sama dengan hiragana, yaitu melambangkan suara. Katakana digunakan terutama untuk kata-kata serapan, seperti yang akan dicontohkan nanti. Semua huruf hiragana pasti ada padanan katakananya. Sebagai contoh, “ma” pada hiragana adalah ま dan pada katakana adalah マ. “erika” jika ditulis dengan hiragana adalah えりか, dan jika ditulis dengan katakana menjadi エリカ. Pembahasan mengenai suara pada hiragana juga berlaku pada katakana.

Namun di katakana terdapat tanda khusus yaitu tanda baca panjang ー. Jika diletakkan setelah katakana lain, maka suara vokal pada katakana sebelumnya akan diperpanjang. Contohnya, モ dibaca “mo” sehingga モー dibaca “moo”. Penggunaannya pada kata misalnya スカート (sukaato, skirt/rok) dan レボリューション (reboryuushon, revolution/revolusi).

Di bahasa Jepang memang terdapat kata-kata dengan vokal panjang, dan kita harus mengucapkannya dengan benar. Jika tidak, bisa-bisa artinya berubah menjadi kata lain. Contohnya adalah “shuujin” (tahanan) dengan “shujin” (suami), dan “obaasan” (nenek) dengan “obasan” (tante). Pada hiragana, vokal panjang ini tidak ditulis menggunakan tanda ー namun dengan kombinasi huruf-huruf tertentu. Aturannya akan kita bahas nanti saat bertemu penggunaannya di lagu Watarasebashi.

Di katakana juga terdapat simbol pembatas kata yaitu ・, yang fungsinya mirip dengan spasi pada bahasa Indonesia. Ini bisa digunakan misalnya pada ニュー・ヨーク (nyuu yooku) yang artinya “New York” untuk menunjukkan batas antara “New” dengan “York”. Namun penggunaannya opsional, sehingga “New York” bisa juga ditulis sebagai ニューヨーク (nyuuyooku) tanpa pembatas kata.

Selain hal-hal tersebut, cara kerja katakana bisa dibilang sama dengan hiragana. Oleh karenanya kita tidak akan membahas sisi teknisnya lebih lanjut. Pelajarilah cara membaca dan menulis hiragana lebih dulu karena dia lebih banyak muncul, lalu setelahnya pelajarilah katakana untuk melengkapi kemampuan membaca kamu.

Penutup

Kita telah mengenal tiga huruf yang unik bagi bahasa Jepang yaitu hiragana, katakana, dan kanji. Cara kerja katakana pada dasarnya sama dengan hiragana, yaitu melambangkan suara. Kita juga melihat bahwa di bahasa Jepang terdapat vokal panjang yang penting untuk diucapkan dengan benar.

Berikutnya, kita akan membahas cukup dalam penggunaan dari masing-masing jenis huruf tersebut. Sampai jumpa!

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul didaftar di sini.

スカート (sukaato): rok (skirt)
レボリューション (reboryuushon): revolusi (skirt)
囚人 (shuujin): tahanan
主人 (shujin): suami
お婆さん (obaasan): nenek
伯母さん (obasan): tante (kakak dari ayah/ibu)
叔母さん (obasan): tante (adik dari ayah/ibu)
ニューヨーク (nyuuyooku): New York