Hotel di Jepang Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

  • -
Hotel Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

Hotel di Jepang Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

Hotel di Jepang Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

Hotel Ini Pekerjakan Robot Sebagai Resepsionis

Pada bulan Juli, Hotel Henn-na yang berada di Kota Sasebo, Jepang telah dibuka. Pada meja resepsionis hotel tersebut, hanya terdapat dua pegawai manusia asli. Sedangkan sisanya yakni 10 pegawai merupakan robot yang sangat mirip dengan manusia. Berbagai robot tersebut akan menyambut tamu, mengangkat barang-barang, hingga membersihkan kamar setelah tamu mereka telah pergi.

Robot ini dilengkapi dengan wajah hingga tubuh perempuan yang sangat realistis, bahkan robot-robot ini dirancang untuk berbincang dengan sejumlah bahasa dan menjawab berbagai pertanyaan tamu di hotel dengan 72 kamar tersebut.

Tujuannya yakni untuk memberikan pengalaman dengan teknologi tinggi kepada para tamu. Salah satu wujudnya yakni perangkat pengenalan wajah untuk membuka pintu sehingga tamu tak lagi membutuhkan kunci kamar.

Meskipun ini tak mempunyai arti, semua staf resepsionis hingga porter sekarang terancam dengan kebangkitan pelayanan robot-robot, industri perhotelan secara keseluruhan pun akan menerima perkembangan teknologi baru tersebut.

Bidang Pekerjaan Yang Menggunakan Robot

Teknologi Perhotelan

GTRIIP adalah sebuah perusahaan asal Singapura yang sudah membuka cabang di AS, perusahaan ini sudah mengembangkan sebuah layanan check-in tanpa menggunakan kertas dokumen, namun memakai fitur biometrik pada ponsel dengan merek iPhone.

Setiap tamu dapat check-in dengan sangat aman di beberapa hotel tertentu yang memakai layanan Apple Touch ID yang akan membaca sidik jari lalu akan mengakses informasi pemesanan yang sudah tersimpan pada perangkat mereka. Pada meja resepsionis ini, para penerima tamu mempunyai aplikasi serupa untuk mendaftarkan para tamu tersebut.

Teknologi Yang Rusak

Dengan adanya teknologi baru, datang pula ancaman baru. Seperti hotel bahkan kasino Hard Rock di Las Vegas yang menjadi sasaran perangkat perusak pada bulan Mei, setelah adanya pencurian informasi trasaksi kartu kredit oleh para peretas.

Sedangkan pada bulan April, perusahaan White Lodging telah melaporkan pelanggaran data di beberapa jaringan restorannya, termasuk pada lokasi hotel Marriot hingga Sheraton. Tentunya hal ini sudah termasuk pelanggaran data.

Menurut laporan Internet Security Threat dengan adanya perusahaan teknologi informasi Symantec, yang sudah diterbitkan pada bulan April, beberapa industri perhotelan sudah masuk pada kategori 10 besar yang terkena dampak ulah peretas.