Kanjiku: Batu di Sungai (石 dan 川)

  • 0

Kanjiku: Batu di Sungai (石 dan 川)

Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji yang mudah. Kedua kanji tersebut diajarkan di kelas 1 SD dan berhubungan dengan alam.

Batu: 石 (ishi)

Bahasa Jepangnya batu adalah ishi. Untuk mengingat kata tersebut, bayangkan seorang pesilat yang disuruh berlatih oleh gurunya mendaki gunung dan melewati lembah. Agar latihannya berat, dia harus membawa ransel ishi batu (isi batu):

Nemonik \"ishi\" ke \"batu\" - bawa ransel ishi batu (isi batu)

Kanjinya adalah 石 dan cara mengingat bentuknya sangat gampang. Kamu tahu putri duyung kan?

 

Sungai: 川 (kawa)

Bahasa Jepang sungai adalah kawa. Sebagai nemonik, bayangkan lahar yang mengalir dari kawah sehingga menghasilkan sungai lahar

Penggunaan

Kedua kanji tersebut cukup sering muncul di nama. Contohnya adalah 石川梨華 (Ishikawa Rika, penyanyi), 石田芳夫 (Ishida Yoshio, pemain igo), 石村舞波 (Ishimura Maiha, penyanyi), dan 川崎 (Kawasaki, produsen motor).

Tentunya kedua kanji tersebut bisa juga digunakan di kalimat, misalnya:

川の中に石がたくさんある。
kawa no naka ni ishi ga takusan aru
Ada banyak batu di dalam sungai.

中 (naka): dalam, tengah
たくさん (takusan): banyak
ある (aru): ada

Perhatikan bahwa 中 (naka) selain berarti “tengah” juga bisa berarti “dalam”. Ini contoh kalimat lain:

川に石を投げる
kawa ni ishi o nageru
melempar batu ke sungai

投げる (nageru): melempar

Seperti biasanya, jangan lupa untuk mencoba menggambar kanji-kanji tersebut!


  • 0

Tutorial Watarasebashi #02 – Tentang Lagunya

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Kita akan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materi studi di tutorial ini. Karenanya, pertama-tama kita akan sedikit membahas latar belakang dan gambaran umum cerita pada lagunya.

Watarasebashi sendiri artinya “Jembatan Watarase”, jembatan nyata yang ada di tengah kota Ashikaga, prefektur Tochigi. Dibangun melintasi Sungai Watarase (Watarasegawa), struktur ini terkenal dengan keindahan matahari terbenamnya.

Lagunya menceritakan tentang seorang perempuan yang tinggal di daerah Jembatan Watarase. Dia mengenang cintanya yang kandas karena kekasihnya tidak bisa menetap di kota itu sedangkan dia sendiri tidak ingin meninggalkan tanah kelahirannya. Walaupun begitu, perempuan tersebut sadar bahwa semuanya sudah memilih jalan masing-masing, dan hanya bisa menyimpan segala kenangan masa lalunya sebagai harta karun paling berharga di hatinya. Perasaan yang paling diekspresikan di lagu ini menurut saya adalah rasa syukur pada Tuhan bahwa dia pernah dianugerahi kenangan manis tersebut.

Lagu ini dikarang dan pertama kali dinyanyikan oleh Moritaka Chisato pada tahun 1993. Karena lagu ini, Jembatan Watarase menjadi terkenal di seluruh penjuru Jepang dan sering menjadi objek wisata setempat. Watarasebashi telah dinyanyikan ulang oleh berbagai penyanyi lain, dan saya sendiri mengenal lagu ini melalui versinya Matsuura Aya yang dirilis tahun 2004. Pada tahun 2007 lalu, pemerintah setempat membangun monumen kecil di dekat Jembatan Watarase yang menuliskan lirik lagunya secara lengkap.

Di episode berikutnya, kita akan melihat monumen lirik tersebut dari dekat dan memulai studi bahasa Jepang kita!