Wakamono Kotoba, Bahasa Jepang Anak Muda

  • 0

Wakamono Kotoba, Bahasa Jepang Anak Muda

Tags :

Category : Budaya , Pemula

Terima kasih atas kesabarannya menunggu selama beberapa waktu terakhir yang kosong ini. Sekarang Yumeko siap mengeluarkan artikel-artikelnya kembali, dan kita akan mulai dengan topik wakamono kotoba yang diminta oleh irfan-san.

Wakamono kotoba (若者言葉) adalah bahasa percakapan anak muda. Dalam gaya bahasa ini, digunakan kosakata-kosakata khusus yang terdengar “gaul” dan mungkin “cool”. Di sini kita akan melihat sedikit kata-katanya beserta alternatif standarnya.

chou (超)

Ini adalah awalan yang artinya “super”. Contoh penggunaannya adalah chou-oishii (super lezat) dan chou-kawaii (super imut). Alternatif standarnya adalah monosugoku dan hontou ni (tidak sekuat monosugoku). Kanji chou sendiri digunakan pada kata seperti chou-tokkyuu (超特急, kereta super ekspres).

kimoi (キモい)

Artinya adalah “menjijikkan” yang berasal dari kimochi warui (perasaan buruk, menjijikkan). Misalnya, kalau kamu melihat ulat bulu dan merasa jijik dengan binatang tersebut, kamu bisa menggunakan kata kimoi.

maji (マジ)

Artinya adalah “serius” dan berasal dari majime (serius). Kata ini sering digunakan sebagai ekspresi saat kaget mendengar sesuatu: “maji???” atau “maji de????” (“serius???”, “yang bener???”). Bisa juga digunakan sebagai adjektiva misalnya maji na kao (muka serius).

Menggunakan kata-kata tersebut dengan orang dan situasi yang tepat, percakapan kamu bisa terdengar jauh lebih alami dan tidak kaku. Apa kamu sendiri punya kosakata slang favorit? Sebagai penutup, kalau kamu bertemu kata-kata yang kelihatannya wakamono kotoba dan tidak ada di kamus umum, kamu bisa coba cari di kamus zokugo.


  • 0

Ukeru: Lucu!

Category : Budaya , Kosakata

ukeru

ukeru adalah verba sangat umum yang artinya “menerima”.

アインシュタインはノーベル賞を受けました
ainshutain wa nooberu-shou o ukemashita
Einstein menerima hadiah Nobel

……

Dari situ, banyak arti lain yang bisa diturunkan. Salah satu arti turunannya adalah “populer”, “diterima baik”, atau “menjadi hit”.

Kenapa di sini digunakan kata ukeru atau “mendapat”? Tidak sulit membuat asosiasinya, karena misalnya penampilan yang bagus akan mendapat banyak tepuk tangan, karya yang baik akan mendapat banyak pujian, dan musik yang hebat akan mendapat banyak pembelian. Ini contoh kalimatnya:

彼の漫画は大いに受けている
kare no manga wa ooi ni ukete iru
Komiknya sangat populer

……

最近は猫の面白い画像を扱ったブログが受けるようだ
saikin wa neko no omoshiroi gazou o atsukatta burogu ga ukeru you da
Akhir-akhir ini sepertinya blog yang memuat gambar menarik kucing populer

Dari contoh penggunaan di atas, bisa dilihat bahwa sesuatu yang ukeru bersifat bagus, menarik, atau baik. Nah, dari sini, bisa ditarik arti yang lebih spesifik lagi yaitu sesuatu yang sangat lucu atau menarik bagi seseorang. Misalnya, lawakan yang ukeru adalah lawakan yang membuatmu tertawa terpingkal-pingkal. Penggunaan seperti ini sangat populer di kalangan anak muda. Inilah contohnya:

アンタの顔、超うけるー
anta no kao, chou ukeruu
Wajahmu lucu bangeet!

……

Perhatikan, di contoh atas maksudnya “lucu” bukanlah lucu dalam artian imut (kawaii), tapi lucu yang membuat tertawa. Misalnya adalah wajah yang dipenuhi coret-coretan karena diisengi teman.

この動画、マジ受けたwww
kono douga, maji uketa www
video ini bener-bener bikin ngakak LOL

……

Sampingan: www?

Jadi, saat temanmu melawak atau menceritakan sesuatu yang lucu, sebagai alternatif dari misalnya omoshiroi atau waraeru, coba katakan “ukeru, ukeru!


  • 0

Blog Ini Akan Ditutup !! Nanchatte ^^

Category : Budaya , Kosakata

Nanchatte (なんちゃって) adalah kata slang yang secara umum memiliki dua penggunaan.

Pertama, kata tersebut bisa berarti bahwa ucapan sebelumnya hanya main-main atau tidak serius. Jadi kamu bisa mengucapkan kata tersebut setelah suatu kebohongan atau lawakan. Maksudnya kurang lebih “Bercanda kok!” atau di bahasa Inggris “I’m just kidding!”. Perhatikan contoh berikut:

明日、彼と会うのは恥ずかしいから、サングラスしてマスクしてみる。。。なんちゃって!
ashita, kare to au no wa hazukashii kara, sangurasu shite masuku shite miyou kashira… nanchatte!
Besok, aku malu kalau ketemu dia, jadi aku bakal nyoba pakai kacamata hitam dan topeng… Bercanda, bercanda!

……

Penggunaan kedua adalah sebagai awalan. Di sini artinya semacam gadungan atau palsu. Misalnya nanchatte oosaka-ben artinya “Logat Osaka gadungan” dan nanchatte nihonshoku artinya “masakan Jepang gadungan”. Ini contohnya:

最近JAZZにハマッテいるなんちゃってギタリストです [1]
saikin jazz ni hamatte iru nanchatte gitarisuto desu
Saya adalah pemain gitar gadungan yang akhir-akhir ini sedang sangat tertarik dengan Jazz.

……

Penggunaan nanchatte yang pertama sendiri asal katanya dari … nante icchatte (yah, aku ngomong ini dan itu deh (yang sebetulnya tidak serius)). Penggunaan keduanya sebagai awalah adalah pengembangan maknanya yang lebih lanjut lagi.

Karena cara pemakaiannya cukup sederhana, silahkan dicoba-coba saat berbicara dengan teman!


  • -

Tutorial Watarasebashi #11 – Konsonan Bersuara Pada Kata Gabungan

Tags :

Category : Budaya , Pemula

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Setelah mempelajari pengelompokan kana menjadi baris-baris tertentu, sekarang kita akan belajar suara-suara konsonan tambahan yang diperoleh dengan memodifikasi suara-suara dasarnya. Setelahnya, kita akan bisa memamahi pembentukan kata watarasebashi dan kata-kata lain yang sejenis.

Konsonan bersuara dan plosif

Beberapa suara konsonan bunyinya mirip dengan konsonan lain. Contohnya, coba kamu buat suara “ta” dan “da” dengan mulutmu, lalu bandingkan gerakan lidah dan bunyi keduanya. Mirip kan?

Fonologi Jepang sadar akan kemiripan tersebut, dan oleh karenanya hiragana untuk “da” hanyalah hiragana “ta” yang diberi tanda tambahan:

tanda dakuten

Tanda yang memodifikasi suara tersebut adalah dua garis kecil yang mirip tanda kutip (゛) dan disebut dakuten (濁点). Karena bentuk garis kecilnya disebut ten (点), kadang-kadang tanda itu secara informal disebut tenten (点々). Suara konsonan hasil modifikasinya disebut sebagai konsonan bersuara (voiced consonant).

Daftar perubahan suara yang mungkin dengan tanda dakuten adalah k→g, s→z, t→d, dan h→b. Beberapa suara perkecualian pada kana dasar juga menghasilkan perkecualian jika disuarakan, misalnya “shi” (し) yang menjadi “ji” (じ) dan bukan “zi”.

Terdapat juga tanda lingkaran (゜) yang mengubah suara vokal h→p. Tandanya disebut handakuten (半濁点) atau secara informal maru (丸). Suara konsonan p ini secara teknis disebut plosif.

Inilah daftar seluruh suara modifikasi tersebut:

Vokal
a i u e o
k→g
ga

gi

gu

ge

go
s→z
za

ji

zu

ze

zo
t→d
da

ji

dzu

de

do
h→b
ba

bi

bu

be

bo
h→p
pa

pi

pu

pe

po

Perhatikan bahwa suara “ji” bisa ditulis dengan じ maupun ぢ. Hampir selalu, yang digunakan adalah じ. づ suaranya adalah “dzu” namun seringkali dalam romanisasi ditulis “zu”.

Penyuaraan dalam pembentukan kata

Di bahasa Jepang, jika dua kata digabung menjadi satu kata baru, seringkali konsonan awal pada kata kedua disuarakan. Misalnya, suara yang aslinya “h” berubah menjadi “b” pada kata gabungan. Dengan pengetahuan ini, sekarang jelas kenapa watarase (nama) + hashi (jembatan) menjadi watarasebashi (Jembatan Watarase)!

Di bawah akan diberikan contoh-contoh gabungan kata yang semuanya menggunakan penyuaraan. Formatnya adalah kuis, jadi coba jawab sebelum melihat kuncinya. Silahkan menggunakan tabel perubahan suara di atas sebagai referensi.

1) shabon (sabun) + tama (bola) =
Jawaban: shabondama (gelembung sabun)
2) watarase (nama) + kawa (sungai) =
Jawaban: watarasegawa (Sungai Watarase)
3) takara (harta karun) + hako (kotak) =
Jawaban: takarabako (kotak harta karun)
4) hyoutan (nama) + shima (pulau) =
Jawaban: hyoutanjima (Pulau Hyoutan)
5) hana (bunga) + hi (api) =
Jawaban: hanabi (kembang api)
6) hito (orang) + hito (orang) =
Jawaban: hitobito (orang-orang)
7) ao (biru) + sora (langit) =
Jawaban: aozora (langit biru)
8) ya (panah) + shirushi (tanda) =
Jawaban: yajirushi (tanda panah)
9) hana (hidung) + chi (darah) =
Jawaban: hanaji (mimisan)
10) suika (semangka) + hatake (ladang) =
Jawaban: suikabatake (ladang semangka)

Di atas telah disebutkan bahwa suara “ji” umumnya ditulis dengan じ. Namun perhatikan bahwa hanaji jika ditulis dengan hiragana adalah はなぢ dan bukan はなじ. Ini mudah dimengerti karena kata pembentuk keduanya adalah ち (chi, darah) dan bukan し (shi).

Terakhir, perlu diingat juga bahwa penyuaraan yang telah dibahas tidaklah universal. Sebagai contoh, niwa (taman) + ki (pohon) adalah niwaki (pohon taman) tanpa penyuaraan. kutsu (sepatu) + shita (bawah) juga hasilnya hanyalah kutsushita (kaos kaki).

Penutup

Kita telah selesai membahas judulnya. Selanjutnya, kita akan mulai membahas tata bahasa yang terdapat pada liriknya. Sampai jumpa!

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

橋 (hashi): jembatan
渡良瀬橋 (watarasebashi): jembatan Watarase
島 (shima): pulau
ひょうたん島 (hyoutanjima): pulau Hyoutan (dengar lagunya!)
シャボン (shabon): sabun
シャボン玉 (shabondama): gelembung sabun
川 (kawa): sungai
渡良瀬川 (watarase): sungai Watarase
宝 (takara): harta karun
箱 (hako): kotak
宝箱 (takarabako): kotak harta karun
花 (hana): bunga
火 (hi): api
花火 (hanabi): kembang api
人 (hito): orang
人々 (hitobito): orang-orang
青 (ao): biru
空 (sora): langit
青空 (aozora): langit biru
矢 (ya): panah
印 (shirushi): tanda
矢印 (yajirushi): tanda panah
鼻 (hana): hidung
血 (chi): darah
鼻血 (hanaji): mimisan (hidung berdarah)
スイカ (suika): semangka
畑 (hatake): ladang
スイカ畑 (suikabatake): ladang semangka
庭 (niwa): taman
木 (ki): pohon
庭木 (niwaki): pohon taman
靴 (kutsu): sepatu
下 (shita): bawah
靴下 (kutsushita): kaos kaki


  • 0

Cara Orang Jepang Tertawa di Internet

Kita semua tentunya tahu “LOL”, singkatan dari “Laugh Out Loud” atau tertawa keras. Di Internet, misalnya di forum dan saat chatting, singkatan tersebut sering dipakai sebagai simbol bahwa seseorang tertawa.

Nah, orang Jepang ternyata punya versinya sendiri! LOL versi Jepang adalah “w”. Ya, satu huruf “w”, seperti contoh berikut yang diambil dari sebuah channel IRC (nama disamarkan):

A: 管理者かな~A: kanrisha kana…A: Kamu admin di sini bukan ya?B: ねぇよw
B: Nee yo w
B: Nggak lah LOL

管理者 (kanrisha): administrator

かな (kana) digunakan saat seseorang berpikir apakah sesuatu benar atau tidak. “Bener nggak ya?”, “Bisa nggak ya?”, “Apa betul?”, dsb. ねぇ (nee) di sini adalah bahasa gaul dan maksudnya じゃない (janai, tidak). (ciri bahasa gaul adalah mengkorupsi kata-kata sebenarnya)

Kembali ke topik. Kenapa “w”?

Ini karena di bahasa Jepang “tertawa” adalah 笑う (わらう, warau). “w” adalah singkatannya. Kalau kamu tidak mau menghafalkan kata “warau”, anggap saja “w” sebagai singkatan dari “wahahahahaha” :) .

Tentu saja w bisa ditulis berulang-ulang seperti berikut (lagi-lagi dari IRC):

初心者向けなのにひでぇwww
shoshinsha muke na no ni hidee www
Walaupun buat pemula, tapi kejeeem LOLOLOL

初心者 (shoshinsha): pemula
向け (muke): ditujukan untuk …
酷い (hidoi): kejam

ひでぇ (hidee) adalah versi gaul dari ひどい (hidoi). なのに (na no ni) artinya “walaupun”.

Sebagai bonus, ini ada sebuah nemonik untuk 笑う (warau). Bayangkan saja orang yang memiliki WAjah RAUtan. Karena lucu, jadinya orang-orang KETAWA

Selamat mencoba menggunakan “w”! Mungkin bisa dicoba melalui komentar di bawah wwwwwwwwwwww