Tutorial Watarasebashi #12 – Partikel konteks de (で)

  • 0

Tutorial Watarasebashi #12 – Partikel konteks de (で)

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Akhirnya kita sampai pada pembahasan liriknya! Pertama-tama, perlu diketahui bahwa dalam lagu seringkali satu kalimat dipecah menjadi beberapa baris. Nah, kalimat pertama yang akan kita pelajari terdiri dari baris pertama dan kedua pada lagu tersebut:

渡良瀬橋で見る夕日をあなたはとても好きだったわ
watarasebashi de miru yuuhi o anata wa totemo suki datta wa
Kamu dulu sangat senang dengan matahari terbenam di Jembatan Watarase

Terjemahan yang diberikan di atas sebetulnya bukan terjemahan literalnya, tapi terjemahan yang terdengar enak dan alami di bahasa Indonesia. Ini adalah aturan emas penerjemahan: hasil terjemahanmu harus terdengar alami. Hal tersebut terutama penting dengan bahasa Jepang, karena banyak ide-ide dasar yang diekspresikan dengan cara yang jauh berbeda dibandingkan bahasa Indonesia. Untuk mengatakan “harus makan”, misalnya, orang Jepang sebetulnya mengatakan “jika tidak makan, tidak baik”. Kalau terjemahan mentahnya digunakan, tentu terdengar ganjil.

Kita akan menggunakan konvensi tersebut di tutorial ini. Saat membahas kalimat baru dari lagunya, yang pertama kali akan diberikan adalah terjemahan bagusnya agar kamu punya gambaran jelas mengenai kalimatnya. Baru setelahnya kita akan mempelajarinya dari kacamata pelajar bahasa dan menyelidiki arti mentah yang sebetulnya dikandung kalimat tersebut.

Urutan dalam kalimat

Di bahasa Indonesia, kalimatnya menggunakan struktur SUBJEK VERBA OBJEK. Contohnya adalah “saya makan ikan”. Posisi subjek dan objeknya sangat penting, sebab mengubah urutannya bisa menghasilkan kalimat yang artinya lain seperti “ikan makan saya”.

Namun di bahasa Jepang, aturan utama dalam susunan kalimat hanya satu: verba (kata kerja) harus diletakkan di belakang. Sudah, itu saja! Mengenai subjek, objek, dan lainnya, semuanya muncul sebelum verba dan bisa dalam urutan apapun. Jadi bisa saja strukturnya SUBJEK OBJEK VERBA atau bahkan OBJEK SUBJEK VERBA tanpa ada perubahan arti. Kita akan melihat nanti bahwa ini bisa dilakukan karena peran tiap kata ditandai dengan partikel (dan kita akan mempelajari salah satunya di sini).

Jadi buang segala asumsi atau ajaran bahwa urutan kalimat di bahasa Jepang harus begini atau begitu. Yang penting hanya satu yaitu verba harus di akhir. Itu akan menyelamatkanmu dari banyak masalah saat berusaha memahami bahasa Jepang.

Partikel de (で) untuk menyatakan alat dan lokasi

Partikel de (で) pada dasarnya menyatakan konteks suatu aksi. Kalau seseorang makan, dengan alat apa dia makan? Kalau seseorang pergi, dengan kendaraan apa? Alat yang digunakan ditandai de seperti pada contoh berikut:

1) 箸で食べる。
hashi de taberu
Makan dengan sumpit.

箸 (hashi): sumpit
食べる (taberu): makan

Partikel ditempel di belakang kata yang ingin ditandai. Dalam hal ini de menempel di belakang hashi (sumpit).

Kalau bisa tergambar semacam ikatan seperti pada diagram-diagram kimia (H-O-H), maka penulisannya adalah hashi-de taberu dan bukan hashi de-taberu. Terakhir, perhatikan bahwa verbanya yaitu taberu (makan) diletakkan di akhir seperti yang sudah kita bahas.

(Kalau kamu masih ingat, hashi juga berarti jembatan. Tapi penulisan kanjinya beda, 橋 untuk jembatan dan 箸 untuk sumpit. Ini bukan hal yang langka di bahasa Jepang: banyak sekali kata-kata yang bunyinya sama namun artinya berbeda.)

Ini contoh lain:

2) バスで行く。
basu de iku
Pergi dengan bis.

バス (basu): bis
行く (iku): pergi

Pada kedua contoh di atas, konteksnya adalah alat. Namun, konteks juga bisa menunjukkan lokasi. Kalau seseorang bermain, di mana dia bermain? Partikel de memberikan informasi tersebut, seperti pada contoh-contoh berikut:

3) レストランで飲む。
resutoran de nomu
Minum di restoran.

レストラン (resutoran): restoran
飲む (nomu): minum

4) 帰り道で会う。
kaerimichi de au
Bertemu di jalan pulang.

帰り道 (kaerimichi): jalan pulang
会う (au): bertemu

Dengan pengetahuan ini, kita sudah bisa memahami sepotong dari lagu Watarasebashi:

渡良瀬橋で見る
watarasebashi de miru
melihat di Jembatan Watarase

渡良瀬橋 (watarasebashi): Jembatan Watarase
見る (miru): melihat

Mudah bukan?

Ada satu perkecualian yang perlu diketahui. Untuk menyatakan keberadaan (“ada”), misalnya “ada di rumah”, tidak digunakan partikel de untuk menandai lokasinya. Kasus penting ini akan dibahas di artikel lain.

Penutup

Partikel menunjukkan peran kata dalam kalimat dan digunakan secara ekstensif di bahasa Jepang. Menguasai berbagai jenis partikel yang ada akan menjadi salah satu tema utama dalam menguasai bahasa Jepang. Di sini kita telah belajar partikel konteks de yang menandai bahwa suatu kata berfungsi sebagai alat atau sebagai lokasi kejadian.

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

箸 (hashi): sumpit
食べる (taberu): makan
橋 (hashi): jembatan
バス (basu): bis
行く (iku): pergi
レストラン (resutoran): restoran
飲む (nomu): minum
帰り道 (kaerimichi): jalan pulang
会う (au): bertemu
渡良瀬橋 (watarasebashi): Jembatan Watarase
見る (miru): melihat


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum
Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)
Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbisebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n’ atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin’enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon’no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)
“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya
Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda Baca
Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol
Cara menulis
Titik Jepang 。
. (titik)
Koma Jepang 、
, (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・
/ (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」
[ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー
– (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~
~ (tilda)
Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia
Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
onpu: ♪. “onpu” artinya not.
ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?
Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup
Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.