Hatsukome dan hatsu-hatsu lainnya

  • 0

Hatsukome dan hatsu-hatsu lainnya

Di blog-blog berbahasa Jepang saya sering menemui istilah hatsukome (初コメ). Awalnya saya mengira itu sama dengan istilah “pertamax” di bahasa Indonesia yang digunakan oleh pembaca blog saat dia berhasil komentar di suatu postingan lebih cepat dari pembaca lainnya.

Ternyata artinya bukan seperti itu. hatsukome artinya adalah komentar pertama seorang pembaca di suatu blog. Jadi untuk kesopanan seorang pembaca bisa mengawali komentar pertamanya dengan mengatakan “hatsukome desu” atau semacamnya. Arti yang termuat kurang lebih semacam “Ini komentar pertama saya di blog ini, dan mungkin kedepannya saya akan menulis komentar-komentar lain, jadi mohon bantuannya.”

Kata hatsukome sendiri terdiri dari hatsu (初) yang berarti pertama dan kome yang berarti komentar. hatsu di sini banyak digunakan di kata-kata lain. Contohnya adalah hatsu-koi yang berarti cinta pertama.

初恋の思い出 [Sougen no Hito: | ]
hatsukoi no omoide
Kenangan cinta pertama

……

Lalu ada juga hatsu-deeto yang artinya kencan pertama.

高校生が初デートをする時は、服装よりも、「どんな会話をしようか?」などを考えるべきだと思います [1]
koukousei ga hatsu-deeto o suru toki wa, fukusou yori mo, “donna kaiwa o shiyou ka?” nado o kangaeru beki da to omoimasu
Saat anak SMU akan melakukan kencan pertama, menurut saya yang harus lebih dipikirkan adalah topik pembicaraan dan semacamnya, daripada pakaian yang akan dikenakan.

……

Tentunya hatsu tidak harus berhubungan dengan cinta. hatsu-yuki misalnya berarti salju pertama di tahun tertentu.

ゆうべ初雪が降った [2]
yuube hatsu-yuki ga futta
Salju pertama turun kemarin malam

……

Sebagai penutup, mungkin menarik untuk diketahui bahwa kanji dari hatsu yang kita bahas di sini (初) adalah kanji yang juga digunakan untuk kata hajimete (初めて) yang artinya “untuk pertama kali”.

Adakah kata lain yang diawali 初 (hatsu) yang terpikir oleh kamu?


  • 0

Tutorial Watarasebashi #02 – Tentang Lagunya

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Kita akan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materi studi di tutorial ini. Karenanya, pertama-tama kita akan sedikit membahas latar belakang dan gambaran umum cerita pada lagunya.

Watarasebashi sendiri artinya “Jembatan Watarase”, jembatan nyata yang ada di tengah kota Ashikaga, prefektur Tochigi. Dibangun melintasi Sungai Watarase (Watarasegawa), struktur ini terkenal dengan keindahan matahari terbenamnya.

Lagunya menceritakan tentang seorang perempuan yang tinggal di daerah Jembatan Watarase. Dia mengenang cintanya yang kandas karena kekasihnya tidak bisa menetap di kota itu sedangkan dia sendiri tidak ingin meninggalkan tanah kelahirannya. Walaupun begitu, perempuan tersebut sadar bahwa semuanya sudah memilih jalan masing-masing, dan hanya bisa menyimpan segala kenangan masa lalunya sebagai harta karun paling berharga di hatinya. Perasaan yang paling diekspresikan di lagu ini menurut saya adalah rasa syukur pada Tuhan bahwa dia pernah dianugerahi kenangan manis tersebut.

Lagu ini dikarang dan pertama kali dinyanyikan oleh Moritaka Chisato pada tahun 1993. Karena lagu ini, Jembatan Watarase menjadi terkenal di seluruh penjuru Jepang dan sering menjadi objek wisata setempat. Watarasebashi telah dinyanyikan ulang oleh berbagai penyanyi lain, dan saya sendiri mengenal lagu ini melalui versinya Matsuura Aya yang dirilis tahun 2004. Pada tahun 2007 lalu, pemerintah setempat membangun monumen kecil di dekat Jembatan Watarase yang menuliskan lirik lagunya secara lengkap.

Di episode berikutnya, kita akan melihat monumen lirik tersebut dari dekat dan memulai studi bahasa Jepang kita!


  • 0

Tutorial Watarasebashi #01 – Belajar Bahasa Jepang Secara Alternatif Menggunakan Lagu

Kamu beruntung sekali datang hari ini, karena sekarang kita akan mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda! Kita akan belajar bahasa Jepang dari nol, ya, dari nol, dengan perantara sebuah lagu. Begini metodenya…

Lagu yang akan kita pelajari adalah Watarasebashi, tembang indah tahun 90-an. Lagu karangan Moritaka Chisato ini telah dinyanyikan ulang oleh beberapa penyanyi dan saya pribadi mengenalnya melalui Matsuura Aya. Kita akan berusaha memahami liriknya dari awal sampai akhir, sedikit demi sedikit. Nah, setiap kali kita bertemu suatu tata bahasa baru, maka kita akan membahas tata bahasa tersebut. Apa yang telah kita pelajari di suatu episode akan menjadi fondasi bagi episode-episode selanjutnya. Jadi, cara mengikuti seri ini adalah dengan membaca secara urut dari episode pertama sampai akhir.

Kalau saat ini kamu belum tahu apa-apa tentang bahasa Jepang, berbahagialah, karena di akhir bedah lagu ini kamu akan bisa cukup banyak! Bagi yang sudah mengerti sedikit bahasa Jepang, bersiaplah untuk mempelajari materi-materi yang lebih menantang di sini. Seri ini juga diharapkan menjadi bacaan dan review yang menyenangkan bagi pelajar dan pengguna bahasa Jepang tingkat lanjut.

Kenapa lagunya Watarasebashi? Pertama, karena saya suka lagu itu. Lagunya enak, dan saya berharap kamu juga akan berpendapat begitu setelah mendengarnya. Kedua, tempo lagunya lambat dan pengucapannya relatif jelas sehingga merupakan materi latihan mendengar yang bagus juga. Ketiga, dan sebetulnya yang paling penting, adalah karena di lagu tersebut tersembunyi banyak sekali harta karun pola-pola tata bahasa! Bentuk kamus sampai bentuk sopan, bentuk lampau sampai pengandaian, bahkan bentuk rendah diri, semua ada di lagu tersebut dan akan kita pelajari secara bertahap!

Selain tutorial ini, Yumeko juga merupakan rumah bagi Tutorial Tae Kim yang masih dalam penerjemahan. Tentunya penerjemahan tutorial Tae Kim tersebut masih akan terus berlanjut. Mungkin kamu jadi bertanya-tanya, “Perbedaannya apa saja? Kenapa perlu ada dua?”. Selain tentunya beda dalam urutan penyampaian materi, perbedaan utama lainnya adalah mengenai penggunaan romaji dan cakupan materinya.

Tutorial Tae Kim mewajibkan penggunanya menghafalkan dua jenis huruf Jepang yaitu hiragana dan katakana karena tidak menggunakan romaji. Itu memang keharusan dalam mempelajari bahasa Jepang. Di lain pihak, saya juga merasa bahwa banyak orang yang ingin mulai belajar bahasa Jepang namun sebelum memutuskan untuk belajar hurufnya ingin sedikit mencicipi kosakata dan tata bahasanya dulu. Nah tutorial Watarasebashi ini terutama ditujukan bagi mereka, karena di sini romaji akan disertakan.

Dari segi cakupan, walaupun tutorial Watarasebashi akan membahas banyak tata bahasa, tetap saja akan jauh dari sebuah referensi yang lengkap. Ini memang sesuai dengan tujuannya, yaitu mengajak pembaca mencelupkan kakinya ke bahasa Jepang dengan cara yang unik, sebelum pembaca berlanjut ke materi yang lebih komprehensif seperti tutorial Tae Kim. Namun tutorial ini juga akan sesekali membahas aspek budaya yang muncul di lagunya dengan dalam, sesuatu yang tidak bisa ditemui di tutorial-tutorial lain. Terakhir, jangan kaget kalau nanti banyak penjelasan yang pada dasarnya sama dengan yang digunakan di tutorial Tae Kim, karena saya pribadi menggunakan cara berpikir yang diajarkan Tae Kim untuk memahami bahasa Jepang.

Adakah yang tertarik? Saya sendiri merasa sangat entusias! Lagunya akan disediakan sepotong-sepotong sesuai dengan pembahasan tiap episode. Untuk saat ini, kamu bisa mendengar lagu penuhnya beserta videonya di YouTube, baik versi yang dibawakan Matsuura Aya maupun versi aslinya Moritaka Chisato. Kamu juga bisa mendengar lagunya lewat imeem. Selama pembuatan tutorial ini, kesan, saran, maupun koreksi dari seluruh pembaca yang budiman akan kami terima dengan senang hati.

Sampai jumpa di episode mendatang!