Bukan Hanya Di Indonesia, “Mama Minta Pulsa” Ditemukan Di Jepang

  • -
Bukan Hanya Di Indonesia, “Mama Minta Pulsa” DItemukan Di Jepang

Bukan Hanya Di Indonesia, “Mama Minta Pulsa” Ditemukan Di Jepang

Bukan Hanya Di Indonesia, “Mama Minta Pulsa” Ditemukan Di Jepang

Bukan Hanya Di Indonesia, “Mama Minta Pulsa” DItemukan Di Jepang

Berkembangnya teknologi kini cukup memberikan banyak kemudahan seperti mudahnya membeli pulsa ppob, mencari barang, mencari tempat, bertukar informasi dan juga kabar. Perkembangan zaman yang membuat semakin mempermudah manusia untuk melakukan banyak hal ternyata tidak digunakan dengan baik oleh sebagian manusia. Buktinya, banyak sekali terjadinya kasus cyber crime yang cukup membuat sebagian orang merasa resah. Banyak sekali modus penipuan yang terjadi baik melalui telepon atau juga melalui pesan singkat. Salah satunya yang paling banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia adalah modus penipuan “mama minta pulsa” yang dikirim melalui pesan singkat atau SMS. Namun ternyata modus penipuan yang sangat populer ini bukan hanya terjadi di tanah air saja namun SMS penipuan ini juga terjadi di Jepang.

Kasus penipuan melalui telepon atau pesan singkat ini terjadi di Jepang dengan istilah yang berbeda yaitu “ini saya”. Kejadian ini biasanya diawali dengan sang penipu yang menelepon nomor telepon dari target yang ingin dia tipu. Setelah korbannya masuk dalam perangkap telepon penipuan tersebut, ia akan berbohong dengan menceritakan bahwa dirinya adalah anggota keluarga dari si target penipuan tersebut dan sedang dalam kondisi kesulitan ekonomi. Lalu sang penipu akan menyuruh targetnya tersebut untuk membantunya dengan mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang ia berikan kepada si korban. Hampir setiap hari, sekitar 30 orang dapat menjadi korban kasus penipuan ini di Jepang dan hal tersebut menjadikan masalah ini menjadi kejahatan nomor satu dengan hukuman yang cukup berat di Negara tersebut. Hal itu yang dijelaskan oleh pihak yang berwajib yaitu polisi di Jepang yang menangani kasus penipuan ini.

Salah satu korbannya bernama Haruko Tanaka yang mengalami kejadian ini pada bulan Desember yang lalu. Tanaka yang berasal dari Tokyo utara tersebut menerima sebuah telepon dari nomor tidak dikenal yang meminta tolong kepada dirinya. Sang penelpon menyebutkan bahwa dirinya adalah anak dari Tanaka karena ia menganggap Tanaka sebagai ibunya dalam percakapan telepon tersebut. Si penipu dalam penelepon tersebut mengatakan jika ia meninggalkan uang perusahaan di kereta api sehingga ia meminta tolong Tanaka yang ia anggap sebagai ibunya tersebut untuk mentransfer uang ke rekeningnya dengan jumlah 40 ribu dolar untuk mengganti uang perusahaan yang ia tinggalkan dikereta tersebut. Setelah mendapatkan telepon tersebut, Tanaka merasa panik dan khawatir karena ia menyangka bahwa telepon itu benar-benar dari anak laki-lakinya. Ia segera pergi menuju ke bank untuk melakukan transaksi transfer uang ke rekening tersebut.

Namun pihak bank merasa curiga akan sikap Tanaka dan mereka memanggil polisi untuk menyelidikinya. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata Tanaka telah ditipu oleh seseorang yang mengaku sebagai anak laki-lakinya tersebut. Selain cerita penipuan diatas, masih banyak lagi kejadian penipuan yang dialami oleh banyak orang di Jepang. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ada seorang kakek yang tertipu uang hingga 500 juta dolar. Ryuji Hatayama merupakan orang yang menyelidiki kasus penipuan ini. Ia mengatakan bahwa kasus ini cukup sulit dipecahkan karena pelakunya cukup sulit untuk diselidiki. Ia juga mengatakan bahwa penipuan jenis ini sangat banyak menarik perhatian karena memiliki resiko tertangkap cukup rendah namun hasil yang bisa didapatkan cukup lumayan. Oleh karena itu, berbagai pihak kini diharapkan untuk lebih waspada agar tidak mudah tertipu dengan hal-hal yang berkaitan dengan kasus pulsa ppob ini.

Sumber: http://www.modifikasi.com/showthread.php/540266-Penipuan-quot-Mama-Minta-Pulsa-quot-Sedang-Marak-Di-Jepang