Wanita Korban Chikan di Jepang Tuangkan Pengalamanya dalam Bentuk Buku

  • -
Wanita Korban Chikan di Jepang Tuangkan Pengalamanya dalam Bentuk Buku

Wanita Korban Chikan di Jepang Tuangkan Pengalamanya dalam Bentuk Buku

Wanita Korban Chikan di Jepang Tuangkan Pengalamanya dalam Bentuk Buku

Chikan merupakan suatu kejahatan yang sudah sudah tidak asing lagi di Jepang. Dan beberapa waktu lalu seorang wanita yang pernah menjadi korban chikan ini menulis sebuah buku yang tentunya bukan buku fikih wanita, namun buku mengenai pengalamannya yang traumatis ini.

Wanita Korban Chikan di Jepang Tuangkan Pengalamanya dalam Bentuk Buku

Chikan sendiri merupakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pria dengan meraba-raba tubuh wanita di bagian-bagian tertentu di atas kereta yang sedang ramai. Kejatahan seksual ini memang sudah menjadi masalah serius yang diperangi di Jepang.

Bahkan belum lama ini tepatnya di awal 2018 lalu, kejahatan ini pun terjadi di Tokyo. Empat orang laki-laki yang dicurigai oleh Polisi Kota Tojyo ditahan karena melakukan kejatahan seksual yang tidak senonoh tersebut kepada seorang perempuan di dalam sebuah kereta.

Memang sudah ada beberapa cara untuk terhindar dari perbuatan chikan ini. Seperti misalnya, seorang perempuan bisa naik kereta yang disediakan khusus untuk perempuan agar sesuai dengan buku fikih wanita.

Selain memanfaatkan kereta khusus perempuan, para perempuan yang ingin terhindar dari chikan juga bisa menggunakan stiker rasa malu, sebuah stiker yang tak bisa dicuci. Stiker ini bisa dicapkan para korban chikan ke tangan mereka yang melakukan hal tidak senonoh tersebut.

Berbicara mengenai wanita yang pernah mejadi korban chikan dan menuliskan pengalaman pahitnya tersebut dalam buku, ia adalah Kumi Sasaki yang menerbitkan buku tersebut dalam bahasa Prancis.

Dalam cerita yang ia tulis tersebut, ia menyebutkan bahwa dirinya sudah mengalami chikan atau diraba-raba oleh pria tak dikenal di kereta sejak masih berumur 12 tahun. Dan ia bahkan mengalami hal serupa hingga ia berumur 18 tahun.

Parahnya lagi, ia hampir selalu diraba-raba oleh orang tak dikenal di setiap perjalanannya baik itu pulang atau pun saat berangkat sekolah. Artinya perlakuan yang tidak sesuai dengan buku fikih wanita ini sudah dialaminya kurang lebih enam tahun.

Dalam bukunya tersebut, Sasaki memberikan gambaran yang baginya menyeramkan dan semuanya mengerikan. Gambaran tersebut merupakan gambaran dari setiap sekolah baik menengah maupun atas yang ada di Jepang.

Ia juga menceritakan kali pertama ia mengalami hal tersebut saat di jalur Yamanote, Kota Tokyo. Saat ini, ia merasa bahwa ada tangan pria tiba-tiba menggosoknya. Ia juga memberikan gambaran ilustrasi mengenai kejadian tersebut yang menjukan perbedaan antara apa yang orang lain liat dan apa yang terjadi padanya saat ini.

Dalam ilustrasi perlakuan tidak senonoh yang tidak sesuai dengan buku fikih wanita ini, ia menggambarkan dirinya yang terhimpit diantara banyak orang dan tidak ada yang melihat bahwa ada seorang pria yang meraba-raba bagian tubuhnya.

Selanjutnya, Sasaki menceritakan saat jari-jari tangan pria tersebut mencoba masuk melalui kerah blusnya. Kemudian ia menyentuh punggung, dilanjutkan kaki, pinggang lalu berakhir di pantatnya. Ia juga menceritakan bagaimana pria tersebut mengangkat roknya, dan menggerakan jarinya menyentuh pahanya dari bawah roknya tersebut.

Yang lebih mengerikannya lagi, kejadian ini ia alami berulang-ulang dengan pelaku yang berbeda-beda mulai dari laki-laki berusia belasan sampai pria yang sudah tujuh puluhan tahun.

Dalam bukunya, Sasaki menyiarkan betapa berbahayanya chikan yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang. Ia mengatakan orang Jepang banyak yang menganggap hal tersebut adalah hal kecil yang tidak menjadi masalah besar.

Akan tetapi nyatanya perilaku yang berseberangan dengan apa yang ada di buku fikih wanita ini bisa jadi membuat korbannya merasa terisolasi dan merasa sakit karena tak bisa melepaskan dari tindakan yang tidak senonoh tersebut. Dan dengan buku inilah, Sasaki mencoba untuk melepaskan lukanya saat menghadapi chikan.

Baca juga artikel tentang: wisata gratis jepang yang wajib Anda kunjungi

Sumber: https://japanesestation.com/seorang-wanita-jepang-terbitkan-buku-tentang-pengalamannya-jadi-korban-chikan/