Kartunis Jepang Sindir Soal Proyek Kereta Cepat Menuai Banyak Tanggapan Nitizen

  • -
Kartunis Jepang Sindir Soal Proyek Kereta Cepat Menuai Banyak Tanggapan Nitizen

Kartunis Jepang Sindir Soal Proyek Kereta Cepat Menuai Banyak Tanggapan Nitizen

Kartunis Jepang Sindir Soal Proyek Kereta Cepat Menuai Banyak Tanggapan Nitizen

Kartunis Jepang Sindir Soal Proyek Kereta Cepat Menuai Banyak Tanggapan Nitizen

Muncul perdebatan sengit mengenai komikus asal Jepang yang telah sindir Presiden Indonesia Joko Widodo. Persoalan yang ramai diperbincangkan di sosial media Twitter tersebut mengenai proyek besar kereta cepat. Muncul pertama kali dan ditulis oleh seorang kartunis bernama Onan Hiroshi di akun Facebook serta Twitternya. Anehnya, ia sempat menghilang selama beberapa waktu namun kemudian muncul kembali. Pada akhirnya Hiroshi menyadari kesalahan dan meminta maaf dengan cara mengunggah foto dengan posisi dogeza yaitu menundukkan kepala ala masyarakat Jepang. Ia mengungkapkan permintaan maaf secara mendalam yang ditujukan kepada pejabat serta seluruh rakyat Indonesia atas segala perilaku memalukan tersebut.

I’m sorry. Beggar is over Excessive demands.

I was heat up. but now cooldown.

Mr. President JOKOWI and Indonesian everyone,and Indnesia gov

I’m Really sorry. I am shame. I take back picture. I’m sorry.

“Pengemis adalah ekspresi yang memang berlebihan. Saya marah dan terlalu bersemangat dan darah naik ke kepala saya. Sekarang saya sudah sadar. Indonesia, pejabat pemerintah, saya meminta maaf. Saya malu dengan perilaku saya yang tidak dipikirkan. Saya akan menarik pernyataan tersebut. Saya betul-betul meminta maaf”.

Pertanyaan tersebut ditulis pada akun Twitter miliknya pada tanggal 25 Februari 2018 kemarin. Ia juga melampirkan sebuah gambar ilustrasi kerja sama yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Jepang mengenai proyek kereta cepat.

Mengenai gambar ilustrasi Hiroshi, menggambarkan Jepang telah mengumpulkan data terkait dan memberikan pernyataan bahwa proyek tersebut akan diberikan kepada Cina karena mampu memberi harga situs judi online lebih murah. Kemudian digambarkan pula jika pada panel selanjutnya Cina tak lagi memberikan investasi dikarenakan adanya tuntutan sebelum pemilihan presiden Indonesia 2019. Akan tetapi Presiden Joko Widodo memastikan jika proyek kereta cepat kepada Jepang. Pada panel gambar terakhir ada Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe sedang didekati Jokowi sembari membayangkan proyek kerjasama Bandung yang batal. Sementara itu, terdapat pula ilustrasi dimana masyarakat Jepang menyamakan Presiden Indonesia dengan seorang pengemis.

Akibat postingan gambar tersebut lantas membuat nitizen khususnya dari Indonesia menjadi marah serta mengecam tindakan Onan Hiroshi. Bahkan mereka meminta agar kasus tersebut diproses secara hukum dan Hiroshi ditangkap pihak Kapolri dengan alasan telah melakukan kritik yang melanggar “etika sosial”. Mereka menganggap apabila gambar tersebut mengolok-olok serta menghina seorang pemimpin negara sehingga patut dihukum. Ratusan komentar balasan dan tanggapan mengenai cuitan dari Hiroshi bermunculan. Sebagian besar memang mendukung pemerintahan Jokowi dan mengecam perbuatan kartunis Jepang, salah satunya dengan membuat tagar Twitter hashtag #Indonesiabukanpengemis sebagai bentuk dukungan. Akan tetapi ternyata ada pula beberapa masyarakat yang memaklumi serta mau memberikan maaf kepada Hiroshi.

Kasus ini juga disamakan dengan kasus seniman Malaysia yang akhirnya dipenjara dan dimintai denda karena telah menggambar karikatur untuk menyindir PM Malaysia, Najib Razak. Karikatur tersebut menunjukkan Najib Razak merupakan badut berhidung besar, alis mata panjang serta bibir lebar bewarna merah. Kemudian gambar itu sering digunakan dan dipajang sebagai bahan unjuk rasa masyarakat yang menentang pemerintahan sang perdana menteri. Selain itu juga karena adanya skandal bidang keuangan dengan melibatkan investasi sebesar 1 MDB. Pada akhirnya sang seniman dijatuhi hukuman pidana sekaligus denda sejumlah uang atas sikapnya yang dianggap melecehkan. Pengacaranya sendiri yaitu Syahredzan Johan mengungkapkan rasa kecewa terhadap putusan pengadilan di Ipoh pada hari Selasa tanggal 20 Februari. Hakim telah memberikan vonis karena Fahmi telah melanggar UU mengenai penyebar luasan materi hinaan dan pelecehan di internet.

Sumber : http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43194627

Mungkin Anda tertarik membaca artikel kami lainya wanita korban chikan di jepang tuangkan pengalamanya dalam bentuk buku