Kanjiku #4 – Atas (上) dan Bawah (下)

  • -

Kanjiku #4 – Atas (上) dan Bawah (下)

Sebelumnya kita telah mempelajari bentuk tongkat ramal (卜). Kini kita akan menggunakan bentuk tersebut untuk mempelajari dua kanji yang sangat umum yaitu 上 (atas) dan 下 (bawah).

Atas: 上 (ue)

上 berarti atas, dan cara mengingat bentuknya sangat mudah. Bayangkan saja tongkat ramal (卜) di atas tanah (一). Ya, anggap garis mendatar di bawah sebagai garis tanah seperti pada ilustrasi saat kita mempelajari kanji . Ini cara menggambarnya:

Urutan guratan/penulisan kanji 上 (ue, atas)

上 dibaca ue. Nemonik yang bisa kamu pakai adalah “Ibu menyembunyikan kue di atas lemari”.

Bawah: 下 (shita)

Untuk kanji bawah yaitu 下, kita tinggal membayangkan tongkat ramal (卜) yang terkubur di bawah tanah (一).

下 dibaca shita. Cara mudah mengingatnya adalah “Semua barang di lantai bawah dishita (disita)”.

Teknik memecah kanji

Bisa dilihat bahwa pada dua kanji di atas, kita memecah kanjinya menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana. Setelah dipecah, kita tinggal membuat cerita yang menghubungkan komponen-komponennya dengan arti kanjinya. Teknik analisis abstrak seperti itu sangat ampuh untuk mempelajari kanji dengan mudah, dan semakin banyak bentuk dasar yang kita ketahui maka semakin mudah pula kita mempelajari kanji-kanji baru.

Apalagi, seringkali komponen-komponen suatu kanji menghasilkan arti yang sangat masuk akal. Misalnya, kanji memeluk yaitu 抱 terdiri dari bentuk tangan (扌) dan membungkus (包). “Tangan + membungkus = memeluk”, masuk akal kan? Kita akan pelan-pelan mempelajari bentuk-bentuk dasar dan gabungan tersebut.

Penggunaan

Kanji 上 dan 下 sama-sama digunakan pada nama orang. Contohnya adalah 井上真央 (Inoue Mao, aktris) dan 山下智久 (Yamashita Tomohisa, penyanyi dan aktor).

Inilah contoh penggunaannya pada kalimat:

その本はテーブルの上にある。
sono hon wa teeburu no ue ni aru
Buku itu ada di atas meja.

……

上からの命令には逆らってはならない。
ue kara no meirei ni wa sakaratte wa naranai
Kamu harus patuh pada perintah dari atas.

……

下の部屋
shita no heya
kamar bawah

……

下を見れば綺麗な景色が見える。
shita o mireba kirei na keshiki ga mieru
Kalau melihat ke bawah, kamu bisa melihat pemandangan yang indah.

……

写真の右下に立っている人は誰ですか。
shashin no migi shita ni tatte iru hito wa dare desu ka?
Orang yang berdiri di kanan bawah foto itu siapa ya?

……

Jangan lupa untuk rajin berlatih :) .

Lampiran: daftar kata

上 (ue): atas
下 (shita): bawah
その (sono): itu
本 (hon): buku
テーブル (teeburu): meja (Inggris: table)
ある (aru): ada (untuk benda mati)
から (kara): dari
命令 (meirei): perintah
逆らう (sakarau): tidak patuh, membantah
見る (miru): melihat
綺麗 (kirei): indah
景色 (keshiki): pemandangan
見える (mieru): tampak, terlihat
写真 (shashin): foto
右 (migi): kanan
右下 (migishita): kanan bawah
立つ (tatsu): berdiri
人 (hito): orang
誰 (dare): siapa


  • -

Kanjiku #3 – Ramalan (卜, 占)

Kali ini kita akan belajar bentuk yang sangat berguna yaitu 卜. Bentuk tersebut muncul di banyak kanji sehingga mengetahuinya akan memudahkan studi kita.

Ramalan: 卜 (uranai)

Bahasa Jepang ramalan adalah uranai. Nemonik yang bisa dibuat misalnya: uratnya naik (menjadi tampak) mendengar ramalan buruk. urat naik → uranai → ramalan:

Nemonik \"uranai\" ke \"ramalan\" - uratnya naik mendengar ramalan buruk

Kanjinya berbentuk tongkat ramalan. Bayangkan saja tongkat yang diberdirikan di tanah dan dibiarkan jatuh saat kita ingin tahu arah mana yang akan membawa nasib baik.

Ilustrasi kanji uranai (卜)

Jangan lupa kalau masih ada satu daun yang tersisa di tongkatnya!

 

Perlu diketahui suatu hal penting yaitu bahwa penulisan kata uranai umumnya tidak menggunakan kanji 卜 yang baru kita pelajari. Yang digunakan adalah 占 yang akan kita pelajari di artikel ini juga. Kita mempelajari 卜 karena bentuk tersebut digunakan pada kanji-kanji lain. Saat digunakan pada kanji lain, kita akan menyebut bentuknya sebagai “tongkat ramal” agar lebih kongkrit.

Ramalan: 占 (uranai)

Perhatikan bahwa kanji ini terdiri dari dua komponen yaitu “tongkat ramal” (卜) yang baru kita pelajari dan mulut (口) yang telah dibahas di artikel lain. Bentuk 卜 yang dipakai pada 占 sedikit beda, namun ini adalah hal yang biasa saat suatu kanji dipakai sebagai komponen kanji lain. Dari komponennya, kita bisa membuat nemonik sebagai berikut: Seorang peramal tua sedang menggoyang-goyangkan tongkat ramalnya (卜), matanya tertutup dan mulutnya (口) komat-kamit, berusaha mendapat wangsit ramalan.

 

Penggunaan

Ingat bahwa walaupun 卜 dan 占 mengacu pada kata yang sama, yang digunakan dalam penulisan adalah kanji 占. Terlebih lagi, penulisannya menggunakan okurigana i yaitu 占い karena dia bisa berubah menjadi verba uranau (占う, meramal). Ah, kalau begitu kita coba saja menggunakan kedua kata tersebut!

夢占いをする [1]
yume-uranai o suru
meramal mimpi (literal: melakukan ramalan mimpi)

夢 (yume): mimpi
夢占い (yume-uranai): ramalan mimpi
する (suru): melakukan

人の運勢を占う [2]
hito no unsei o uranau
meramal keberuntungan seseorang

人 (hito): orang
運勢 (unsei): keberuntungan
占う (uranau): meramal

ネットの占いごっこしたり [AS FOR ONE DAY: ♪ | 詞]
netto no uranai-gokko shitari
(kita dulu) bermain ramal-ramalan di Internet

ネット (netto): Internet
ごっこ (gokko): bermain sesuatu-sesuatuan (dokter-dokteran, koboi-koboian, dsb.)
する (suru): melakukan

gokko sendiri adalah kata yang menarik. Dia menempel pada nomina dan menyatakan permainan sesuatu-sesuatuan. Misalnya gakkou adalah “sekolah”, sehingga gakkou-gokko adalah “bermain sekolah-sekolahan”. Kata gokko mengandung makna pura-pura atau bohong-bohongan.

Nah, karena saat melakukan ramalan di Internet (misal ini) tidak ada peramal sebenarnya dan yang melakukannya adalah program komputer, maka ramalan seperti itu dianggap bohong-bohongan sehingga disebut uranai-gokko dan bukan uranai. Lalu menurut kamus ramalan uranai jiten, kalau kita membeli buku ramalan dan mencobanya ke teman itu juga dianggap uranai-gokko karena kita bukanlah peramal ahli.

Di episode berikutnya, kita akan kembali menemui bentuk 卜 pada kanji lain. Sampai jumpa!


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 2

Ini adalah kelanjutan dari tips dan trik penggunaan IME bagian 1. Pastikan kamu telah menginstall Input Method Editor terlebih dahulu.

Menulis kalimat yang panjang

Kita bisa langsung menulis kalimat yang panjang, misalnya “tsugi no yasumi ni sukoshi kaeru” (saya akan pulang sebentar di liburan mendatang nanti). Caranya adalah menuliskan seluruh kalimatnya tanpa spasi, karena seperti kita tahu menekan spasi pada IME bertujuan untuk mencari kemungkinan penulisan. Jadi pada contoh di atas, yang kita tuliskan adalah “tsuginoyasuminisukoshikaeru”. Setelahnya, baru tekan spasi.

Menggunakan IME untuk menulis kalimat panjang

IME akan memecah kalimat panjang tersebut menjadi beberapa elemen, dan menebak penulisan yang sesuai untuk masing-masing elemen. Pada contoh di atas, pemecahannya adalah “次の”, “休みに”, “少し”, dan “帰る”. Kalau konversi yang dilakukan sudah benar, kamu hanya perlu menekan Enter. Namun kalau ada yang tidak sesuai, kamu bisa mengoreksi bagian-bagian yang perlu. Tombolnya adalah berikut:

  • Kiri, kanan: pindah ke elemen yang ada di kiri atau kanan.
  • Shift+kiri, Shift+kanan: menggeser batas elemen ke kiri atau kanan. Ini perlu kita lakukan kalau pemecahan yang dilakukan oleh IME salah. Setelah selesai menggeser batas, tekan spasi.
  • Spasi: Mencari alternatif penulisan lain untuk elemen yang sedang aktif.
  • Esc: Masuk ke mode koreksi untuk membetulkan kesalahan penulisan pada elemen yang aktif. Setelah selesai mengoreksi, tekan spasi.

Kalau sudah menguasai tekniknya, menulis kalimat panjang langsung akan sangat menghemat waktu.

Tombol shortcut

Inilah beberapa tombol shortcut yang bisa kamu tekan setelah menuliskan katanya:

  • F6: Ubah ke hiragana.
  • F7: Ubah ke katakana.
  • F8: Ubah ke katakana lebar setengah (half width). Di sistem komputer Jepang kuno, huruf Jepang yang bisa ditulis hanyalah katakana lebar setengah ini. Inilah perbandingan katakana “aiueo” lebar penuh (normal) dan lebar setengah: アイウエオ/アイウエオ
  • F9: Ubah ke abjad latin lebar penuh (full width). Misalnya “abc” akan menjadi “abc”. Huruf lebar penuh ini ada agar terlihat lebih menyatu/seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji.
  • F10: Ubah ke abjad latin biasa.

Penutup

Semoga tips-tips yang diberikan di sini bisa membuatmu lebih produktif dalam menulis Jepang di komputer.


  • -

Kanjiku #2 – Tanah (土) dan pohon (木)

Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji kelas 1 SD. Kanji-kanji yang mudah ini berhubungan dengan alam.

Tanah: 土 (tsuchi)

Bahasa Jepang tanah adalah tsuchi. Nemonik untuk mengingatnya sangat gampang yaitu tanah tsuchi (maksudnya “tanah suci”).

Kanjinya juga sangat sederhana yaitu 土. Bayangkan saja pedang legendaris yang tertancap di tanah, yang hanya bisa dicabut oleh orang terkuat:

Ilustrasi kanji tsuchi (土)

 

Penggunaan

Penggunaan kanji yang telah dipelajari pada nama misalnya 土田晃之 (Tsuchida Teruyuki, pelawak) dan 植木耕助 (Ueki Kousuke, tokoh manga/anime The Law of Ueki). Salah satu taman terbesar di Tokyo yaitu 代々木公園 (Yoyogi Kouen) juga menggunakan kanji yang telah kita pelajari.

Inilah contoh penggunaannya di kalimat:

木を植えたい。[1]
ki o uetai
Kami ingin menanam pohon.

植える (ueru): menanam

靴に付いた土[2]
kutsu ni tsuita tsuchi
tanah yang menempel di sepatu

靴 (kutsu): sepatu
付く (tsuku): menempel

Jangan lupa untuk berlatih menulis kanji-kanjinya!


  • 0

Kanjiku: Batu di Sungai (石 dan 川)

Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji yang mudah. Kedua kanji tersebut diajarkan di kelas 1 SD dan berhubungan dengan alam.

Batu: 石 (ishi)

Bahasa Jepangnya batu adalah ishi. Untuk mengingat kata tersebut, bayangkan seorang pesilat yang disuruh berlatih oleh gurunya mendaki gunung dan melewati lembah. Agar latihannya berat, dia harus membawa ransel ishi batu (isi batu):

Nemonik \"ishi\" ke \"batu\" - bawa ransel ishi batu (isi batu)

Kanjinya adalah 石 dan cara mengingat bentuknya sangat gampang. Kamu tahu putri duyung kan?

 

Sungai: 川 (kawa)

Bahasa Jepang sungai adalah kawa. Sebagai nemonik, bayangkan lahar yang mengalir dari kawah sehingga menghasilkan sungai lahar

Penggunaan

Kedua kanji tersebut cukup sering muncul di nama. Contohnya adalah 石川梨華 (Ishikawa Rika, penyanyi), 石田芳夫 (Ishida Yoshio, pemain igo), 石村舞波 (Ishimura Maiha, penyanyi), dan 川崎 (Kawasaki, produsen motor).

Tentunya kedua kanji tersebut bisa juga digunakan di kalimat, misalnya:

川の中に石がたくさんある。
kawa no naka ni ishi ga takusan aru
Ada banyak batu di dalam sungai.

中 (naka): dalam, tengah
たくさん (takusan): banyak
ある (aru): ada

Perhatikan bahwa 中 (naka) selain berarti “tengah” juga bisa berarti “dalam”. Ini contoh kalimat lain:

川に石を投げる
kawa ni ishi o nageru
melempar batu ke sungai

投げる (nageru): melempar

Seperti biasanya, jangan lupa untuk mencoba menggambar kanji-kanji tersebut!


  • 0

Tutorial Watarasebashi #09 – Penggunaan Masing-masing Jenis Huruf Jepang

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Di Indonesia huruf besar dan kecil memiliki fungsinya masing-masing. Contohnya, huruf besar digunakan untuk mengawali kalimat, mengawali nama orang, dan untuk singkatan. Sekarang kita akan mempelajari penggunaan dari masing-masing huruf yang ada di bahasa Jepang.

Penggunaan kanji

Secara umum, kalau suatu kata memiliki kanji maka dia akan ditulis menggunakan kanjinya. Pada lagu Watarasebashi, contohnya adalah 私 (watashi, saya), 電話 (denwa, telepon), dan 見る (miru, melihat).

Walaupun begitu, ada juga kata-kata tertentu yang secara historis memiliki kanji tapi tidak digunakan di bahasa Jepang modern. Contohnya, “suru” (melakukan) sebetulnya memiliki penulisan kanji 為る tapi sekarang penulisan tersebut sama sekali tidak dipakai. Saat ini “suru” selalu ditulis sepenuhnya dengan hiragana yaitu する.

Beberapa kata berada di daerah abu-abu. Kadang-kadang ada yang menulisnya dengan kanji, kadang-kadang ada pula yang memilih menggunakan hiragana. Contohnya, di lagu Watarasebasi digunakan kanji untuk kata “dekiru” (bisa) yaitu 出来る, tapi yang menggunakan hiragana (できる) juga banyak. Di lain pihak, untuk kata “kirei” (cantik, indah) penulis Watarasebashi menggunakan hiragana (きれい), walaupun kanjinya (綺麗) juga sering dipakai. Pada akhirnya semuanya dikembalikan ke penulis.

Penggunaan hiragana

Kata-kata yang tidak memiliki kanji umumnya ditulis dengan hiragana dan bukan katakana. Contohnya adalah はい (hai) yang artinya “iya”. Ini termasuk partikel-partikel dan akhiran kalimat, misalnya partikel の (no) yang digunakan untuk menyatakan kepemilikan. Seperti telah kita pelajari sebelumnya, hiragana juga digunakan untuk okurigana.

Penggunaan katakana

Katakana terutama digunakan untuk kata-kata serapan. Contohnya, kata bahasa Inggris “computer” diserap menjadi コンピュータ (konpyuuta) yang ditulis dengan katakana. Sebagai contoh lain, アニメ (anime) yang ditulis dengan katakana adalah singkatan dari アニメーション (animeeshon) yang merupakan kata serapan dari “animation”.

Nama orang dan tempat luar negeri juga ditulis dengan katakana, walaupun aslinya adalah huruf latin. Contohnya, “Susilo Bambang Yudhoyono” di media Jepang ditulis dengan katakana スシロ・バンバン・ユドヨノ (sushiro banban yudoyono). Ini bisa dimaklumi kalau kita sendiri sadar bahwa nama orang Jepang di media Indonesia juga tidak ditulis dengan huruf Jepang sebagaimana aslinya.

Katakana juga sering digunakan untuk nama binatang dan tumbuhan yang sebetulnya memiliki kanji. Contohnya adalah ヒトデ (hitode, bintang laut) dan ラン (ran, anggrek) yang ditulis dengan katakana. Ini karena banyak nama makhluk yang kanjinya langka sehingga jarang orang yang bisa membacanya.

Terakhir, kata-kata yang umumnya ditulis dengan kanji atau hiragana bisa juga dituliskan dengan katakana. Seringkali yang diinginkan di sini adalah penekanan tambahan, mirip seperti penggunaan huruf besar pada bahasa Indonesia untuk menarik perhatian. Bandingkan “gratis” dengan “GRATIS”. Ini sama seperti ただ (hiragana) vs. タダ (katakana) yang keduanya dibaca “tada” (gratis).

Kata-kata yang mengimitasi suara atau keadaan

Di bahasa Jepang, ada kata-kata tertentu yang berusaha meniru suara (giongo). Contohnya adalah “wan wan” yang meniru suara anjing menggonggong (guk guk) dan “goro goro” yang meniru suara benda besar berguling jatuh. Terdapat juga kata-kata sejenis yang sebetulnya menggambarkan keadaan namun dibuat seolah-olah keadaan tersebut bersuara (gitaigo). Contohnya adalah “shiin” yang menggambarkan keheningan, “kira kira” yang menggambarkan kerlap-kerlip cahaya, dan “potsun” yang menggambarkan kesendirian. Kata-kata yang pada intinya adalah efek suara tersebut banyak sekali dipakai di bahasa Jepang.

Nah, kata-kata tersebut bisa ditulis dengan hiragana maupun katakana. Pada lagu Watarasebashi misalnya, “potsun” yang menggambarkan kesendirian ditulis dengan katakana ポツン. Namun ada juga yang menuliskannya dengan hiragana ぽつん. Sekali lagi di sini bahasa Jepang memberikan kebebasan pada penulisnya untuk berekspresi.

Penutup

Kita telah meninjau penggunaan ketiga jenis huruf pada bahasa Jepang. Semoga dengan ini kamu punya gambaran tentang kapan huruf-huruf tersebut digunakan. Inilah rangkumannya:

  • Kata-kata yang memiliki kanji umumnya ditulis dengan kanji. Contohnya adalah 私 (watashi, saya).
  • Beberapa kata sebetulnya memiliki kanji namun di bahasa Jepang modern tidak dipakai sama sekali, contohnya する (suru, melakukan). Beberapa kata sering ditulis baik dengan kanji maupun hiragana, contohnya 出来る/できる (dekiru, bisa).
  • Kata-kata yang tidak punya kanji umumnya ditulis dengan hiragana dan bukan katakana. Contohnya adalah はい (hai, iya). Hiragana juga dipakai di okurigana seperti る (ru) pada kata 見る (miru, melihat).
  • Katakana digunakan untuk kata serapan, nama dari luar negeri, nama makhluk, dan untuk penekanan. Contohnya adalah untuk nama ニューヨーク (nyuuyooku, New York).
  • Kata-kata yang melukiskan suara (nyata maupun imajinatif) bisa ditulis dengan hiragana maupun katakana. Contohnya adalah きらきら/キラキラ (kira kira, efek suara yang menggambarkan kerlap-kerlip cahaya).

Berikutnya, kita akan membahas pembentukan kata “Watarasebashi”. Sampai jumpa!

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul didaftar di sini.

私 (watashi): saya
電話 (denwa): telepon
見る (miru): melihat
する (suru): melakukan
出来る (dekiru): bisa
綺麗 (kirei): cantik, indah
はい (hai): iya
コンピュータ (konpyuuta): komputer (computer)
アニメ (anime): film kartun
ヒトデ (hitode): bintang laut
ラン (ran): anggrek
ただ (tada): gratis
擬音語 (giongo): onomatope, kata-kata yang melukiskan suara
擬態語 (gitaigo): mimesis, efek suara yang melukiskan keadaan (yang sebetulnya tak bersuara)
わんわん (wan wan): suara anjing (guk guk)
ごろごろ (goro goro): suara benda besar berguling jatuh
シーン (shiin): efek suara keheningan
きらきら (kira kira): efek suara kerlap-kerlip cahaya
ポツン (potsun): efek suara seorang diri


  • 0

Tutorial Watarasebashi #07 – Okurigana dan Tips Belajar Kanji

Category : Watarasebashi

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Di episode terakhir dan sebelumnya, semua kata-kata yang muncul bisa ditulis sepenuhnya menggunakan kanji. Namun sebetulnya ada juga kata-kata yang penulisan kanjinya harus diakhiri hiragana! Hiragana yang menguntit tersebut dinamakan okurigana, yang pada gambar di atas ditandai dengan warna ungu.

Okurigana

Di lagu Watarasebashi, okurigana misalnya muncul pada kata “miru” yang artinya “melihat”. Penulisannya menggunakan kanji adalah 見る, yaitu kanji yang artinya “melihat” (見) ditambah dengan hiragana “ru” (る). Hiragana る tersebut adalah okurigana.

Okurigana ada sebab di bahasa Jepang kata-kata tertentu bisa mengalami konjugasi (perubahan bentuk). “miru” misalnya, bisa berubah bentuk menjadi “minai” (bentuk negatif, “tidak melihat”), “mimasu” (bentuk sopan), dan banyak bentuk lainnya yang akan kita pelajari belakangan. Konjugasi-konjugasi tersebut merubah akhir katanya, dan di sinilah okurigana berperan. Contohnya, “minai” ditulis 見ない dan “mimasu” ditulis 見ます. Bisa dilihat bahwa kanjinya tetap dan hanya hiragana belakangnya yang berubah.

Contoh lain penggunaan okurigana di lagu tersebut adalah “hiroi” yang artinya “luas”, ditulis sebagai 広い. Kanji 広 artinya “luas”, dan akhirannya adalah hiragana “i” (い). Kalau misalnya dia berubah ke bentuk negatifnya, “hirokunai” (tidak luas), maka kanjinya tetap dan hanya okurigananya yang berubah: 広くない.

Kita juga telah mempelajari bahwa satu kanji bisa digunakan untuk banyak kata. Nah, seringkali okurigana digunakan untuk membedakan kata yang dimaksud. Sebagai contoh, pada lagu Watarasebashi terdapat kata “kurasu” yang artinya “tinggal (di suatu tempat)” dan “kureru” yang artinya “menjadi gelap”. Entah apa hubungannya, tapi kedua kata tersebut menggunakan kanji yang sama yaitu 暮. Hanya saja, “kurasu” ditulis 暮らす dengan okurigana “rasu”, dan “kureru” ditulis 暮れる dengan okurigana “reru”. Dengan okurigana tersebut, tanpa konteks lain pun kita bisa tahu kata mana yang dimaksud.

Mempelajari kanji

Mungkin studi kanji awalnya akan terlihat sangat berat. Jumlahnya banyak, satu kanji cara membacanya bisa bermacam-macam, dan satu kanji bisa memiliki banyak arti. Tapi jangan khawatir. Seiring kamu belajar, kamu akan menemukan banyak kemudahan. Jumlah kanji memang banyak, tapi sebagian besar tersusun atas bentuk-bentuk sederhana yang muncul berulang-ulang. Kalau kamu sudah akrab dengan bentuk-bentuk dasarnya, belajar kanji-kanji baru menjadi sangat mudah. Mengenai bacaan, nanti kamu akan bertemu berbagai aturan umum yang memudahkan kamu membaca kata-kata baru dengan benar. Ya, dalam kesulitan juga ada kemudahan!

Kalau kamu memang berniat untuk menguasai bahasa Jepang, saran saya adalah mulai belajar kanji sedini mungkin. Lakukan dengan sedikit-sedikit namun rutin sehingga tidak terasa berat.

Kamu mungkin bertanya-tanya, kanji-kanji apa yang sebaiknya dipelajari lebih dulu? Menurut saya, daripada mempelajari daftar kanji buatan, cara yang lebih efektif adalah mempelajari kanji dari kata-kata yang kamu temukan. Dengan memiliki konteks penggunaannya, kanji tersebut akan lebih mudah menempel di ingatan. Jadi saran saya adalah banyak menikmati karya bahasa Jepang misalnya lagu, cerita, film, maupun berita, dan mempelajari kanji-kanji yang muncul di situ.

Dalam mempelajari kanji, ingatlah bahwa kamu harus menulis dengan cara yang benar. Untuk tahu cara menulis suatu kanji, kamu bisa gunakan WWWJDIC. Tulislah (atau paste) kanjinya lalu lakukan pencarian. Dari hasil pencarian, klik pranala yang bertulisakan “SODA” (stroke order animation) untuk mendapatkan animasi cara menggambarnya (kamu mulai menggambar dari titik yang diwarnai merah). Lihat contoh SODA.

Yumeko juga memiliki segmen kanjiku yang secara khusus membahas tentang kanji tertentu. Kamu tinggal melakukan pencarian di situs ini terhadap kanji yang ingin kamu pelajari.

Penutup

Banyak yang bisa dibicarakan tentang cara kerja kanji, namun yang dibahas di sini hanyalah kulitnya. Untuk bacaan tambahan, kamu bisa membaca tentang kanji di tutorial Tae Kim.

Inilah rangkuman episode kali ini dan sebelumnya:

  • Bacaan kanji secara umum dibagi menjadi bacaan kun (Jepang) dan bacaan on (China). Contohnya 山 (gunung) memiliki bacaan kun “yama” dan bacaan on “san”.
  • Beberapa kata tertentu memerlukan okurigana untuk penulisan kanjinya. Contohnya adalah “miru” (melihat) yang ditulis 見る dengan hiragana “ru” sebagai okurigana.
  • Belajar kanji sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Pelajari kanji-kanji yang ditemui di dunia nyata, sedikit demi sedikit namun rutin.

Di episode selanjutnya, kita akan membahas jenis huruf terakhir di bahasa Jepang yaitu katakana. Sampai jumpa…

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini. Semuanya ada di lagu Watarasebashi.

見る (miru): melihat
広い (hiroi): luas
暮らす (kurasu): tinggal (di suatu tempat)
暮れる (kureru): menjadi gelap (hari)
山 (yama): gunung

Di bawah juga didaftar seluruh aksara yang kita gunakan sebagai contoh selama membahas kanji. Kamu bisa mulai belajar menulis dari kanji-kanji berikut. Klik masing-masing kanji untuk melihat cara menggambarnya.

山 (gunung)
夕 (senja)
士 (pria)
日 (matahari)
手 (tangan)
今 (sekarang)
広 (luas)
北 (utara)
空 (langit, kosong)
見 (lihat)
街 (kota)
頃 (waktu)
誰 (siapa)
富 (kaya)
暮 (tinggal, jadi gelap)
馬 (kuda)
鹿 (rusa)


  • 0

Tutorial Watarasebashi #05 – Mengenal Kanji

Tags :

Category : Watarasebashi

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Di episode lalu kita telah belajar bahwa hiragana melambangkan suara. Sekarang kita akan mengenal jenis huruf lainnya yaitu kanji, yang pada foto atas ditandai dengan warna hijau.

Yang membuat kanji unik adalah suatu kanji pasti terkait dengan arti tertentu. Contohnya, di lagu Watarasebashi terdapat kanji 日 (hi) yang berarti “matahari”, 街 (machi) yang berarti “kota”, dan 空 (sora) yang berarti langit. Kanji tidak terbatas pada benda fisik, tapi bisa juga menyatakan konsep abstrak. Dari lagu kita, contoh kata-kata abstraknya adalah 今 (ima) yang berarti “sekarang”, 頃 (koro) yang berarti “waktu”, dan 北 (kita) yang berarti “utara”.

Tentunya kamu pasti berpikir, di dunia ini kan ada banyak benda! Dan belum lagi, konsep-konsep abstrak hasil pemikiran manusia juga banyak! Ya, itu betul sekali, dan karenanya terdapat banyak kanji.

Jumlah kanji yang ada secara historis mencapai puluhan ribu, namun yang dipakai di zaman modern tidak sebanyak itu. Untuk kurikulum sekolah, pemerintah Jepang sendiri hanya mengajarkan 1.945 kanji yang dianggap paling umum. Tapi pada kenyataannya banyak kanji-kanji di luar daftar tersebut yang juga sering digunakan. Contohnya, pada Watarasebashi terdapat kanji 誰 (dare, siapa) yang tidak masuk kurikulum. Dengan mengetahui sekitar 2.000 kanji, kamu sudah bisa membaca banyak hal. Namun untuk benar-benar menjadi melek huruf dan terpelajar, bisa melahap materi berbagai bidang mulai dari novel sampai bacaan kedokteran, kamu akan perlu 3.000 sampai 3.500 kanji.

Kedengarannya memang mengerikan, tapi melihat fakta bahwa orang-orang di Jepang sana bisa membaca, maka kamu juga pasti bisa. Kuncinya adalah memulai sedikit-dikit sehingga tidak terasa berat dan banyak latihan agar mahir. Di Yumeko, secara rutin akan ada artikel yang khusus membahas kanji dan kamu bisa ikut belajar dari situ.

Cara kerja kanji tidak sesederhana contoh-contoh yang telah diberikan. Jadi, jangan berpikir bahwa kamu cukup menghafal bahwa 空 bunyinya “sora” dan artinya “langit”. Ini karena satu kanji bisa memiliki banyak arti, banyak bacaan, dan juga perilaku lain yang akan kita tinjau di sini.

Kanjinya satu, artinya banyak

Satu kanji bisa mengacu pada banyak arti. Sebagai contoh, 空 selain berarti “langit” juga bisa berarti “kosong”. Dalam hal ini, 空 dibaca “kara” jika arti yang dimaksudkan adalah “kosong”.

Cara tahu arti yang dimaksud penulis tentu saja dari konteks kalimatnya. Sebagai contoh, jika ada kalimat “Tas saya 空.” maka sudah jelas dia berarti “kosong” dan pada kalimat “Awan tebal menutupi 空.” maka jelas bahwa yang dimaksud “langit”. Cukup mudah kan?

Untungnya tidak semua kanji artinya banyak. Kalaupun artinya lebih dari satu, biasanya mereka berhubungan. Konsep “langit” dengan “kosong” tadi, cukup berhubungan kan?

Gabungan kanji

Dua buah kanji atau lebih bisa digabung untuk membentuk kata baru. Sebagai contoh, ilmu bela diri “karate” di bahasa Jepang ditulis sebagai 空手. 空 yang dibaca “kara” artinya “kosong” sebagaimana tadi telah kita pelajari, dan 手 yang dibaca “te” artinya “tangan”. Tangan kosong!

Sebagai contoh lain, 夕 dibaca “yuu” dan artinya “senja”. 日 dibaca “hi” dan artinya “matahari”. 夕日 dibaca “yuuhi” dan artinya “matahari senja”! (ada di Watarasebashi)

Seringkali pembentukan kata tersebut sangatlah masuk akal. Beberapa malah memiliki cerita yang menarik di baliknya. Sebagai contoh, di bahasa Jepang “baka” artinya “bodoh” dan penulisan kanjinya adalah 馬鹿. Kanji pertama “ba” berarti “kuda” dan kanji kedua “ka” berarti “rusa”. Katanya, dulu ada orang bodoh yang menyangka seekor rusa sebagai kuda. Begitulah cerita awal mula kata “baka”.

Penutup

Di sini kamu sudah mengenal beberapa sifat kanji yaitu:

  • Suatu kanji memiliki satu atau lebih arti. Contohnya 手 hanya berarti “tangan” namun 空 bisa berarti “langit” maupun “kosong”.
  • Suatu kanji bisa memiliki lebih dari satu cara baca. Contohnya 空 bisa dibaca “sora” (langit) maupun “kara” (kosong).
  • Kanji-kanji bisa digabung membentuk kata baru. Contohnya 空手 (karate) yang merupakan gabungan 2 kanji.

Pembicaraan kita tentang kanji masih belum selesai, namun akan dilanjutkan di episode berikutnya karena tulisan ini sudah cukup panjang. Sampai jumpa!

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini. Sebagian besar dari kata berikut ada di lagu Watarasebashi.

日 (hi): matahari
街 (machi): kota
空 (sora): langit
空 (kara): kosong
今 (ima): sekarang
頃 (koro): waktu
北 (kita): utara
誰 (dare): siapa
手 (te): tangan
空手 (karate): karate (suatu ilmu bela diri)
夕 (yuu): senja
夕日 (yuuhi): matahari senja
馬鹿 (baka): bodoh


  • 0

Rikaichan: Add-on Kamus Bahasa Jepang dan Kamus Kanji Untuk Firefox

Semua orang menggunakannya! Sebagai pelajar bahasa Jepang, program yang wajib kamu punya untuk menjelajahi web adalah kombinasi browser Mozilla Firefox ditambah add-on Rikaichan. Rikaichan berfungsi sebagai kamus bahasa Jepang yang bekerja menggunakan popup, jadi saat membaca halaman suatu situs kamu tidak perlu bolak-balik ke program kamus terpisah.

Instalasi

Pertama-tama, download dan install Firefox kalau kamu belum memilikinya. Setelahnya, kunjungi halaman utama Rikaichan lalu install ekstensi utamanya (main extension) dan salah satu kamus (word dictionary) yang ada. Saya menggunakan kamus Jepang-Inggris, namun ada beberapa pilihan lain misalnya Jepang-Jerman dan Jepang-Perancis. Sayangnya belum ada kamus Jepang-Indonesia.

Kalau kamu mengklik pranalanya dari Firefox, Firefox akan mencoba untuk langsung menginstallnya. Kalau kamu memilih untuk menyimpannya lebih dulu ke hard disk dan menginstallnya belakangan, klik kanan pranalanya dan pilih Save Link As.... Instalasi manual bisa dilakukan lewat menu FileOpen File... dan memilih berkas .xpi yang ingin diinstall.

Penggunaan

Untuk menyalakan Rikaichan di suatu halaman, tekan kombinasi tombol Alt + Ins. Nanti akan muncul pesan berikut:

Pesan bahwa Rikaichan telah dinyalakan

Kalau entah kenapa tidak bisa nyala dengan cara itu, kamu bisa mengaktifkannya lewat menu ToolsRikaichan. (Kalau lewat menu ini, pasti nyala walaupun mungkin tanpa ada pesan apapun)

Setelahnya, kamu tinggal mengarahkan kursor mouse kamu ke awal kata yang tidak kamu ketahui. Otomatis Rikaichan akan memunculkan dirinya:

Rikaichan, add-on kamus bahasa Jepang dan kamus kanji untuk Firefox

Untuk setiap kemungkinan, Rikaichan akan menunjukkan cara membacanya dalam kana dan juga artinya.

Rikaichan juga cukup canggih karena bisa bekerja pada kata yang terinfleksi. Misalnya, kata yang muncul di halaman web mungkin “tabemasu” tapi dia bisa mencari bentuk dasarnya “taberu” di kamus.

Kamus kanji

Secara default, Rikaichan akan memunculkan kamus kata seperti di atas. Kalau yang ingin kamu cari adalah informasi kanji, misalnya seluruh bacaan on dan kun yang ada, kamu tinggal menekan shift saat kamus katanya muncul:

Rikaichan sebagai kamus kanji

Informasinya sangat banyak, mulai dari jumlah guratan, kelas Jouyou kanji tersebut, sampai indeksnya untuk berbagai kamus.

Rikaichan Lookupbar

Kamu bisa juga menggunakan Rikaichan sebagai kamus elektronik tradisional, di mana kamu mengetikkan atau mempaste kata yang ingin dicari. Gunakan Rikaichan Lookupbar yang bisa dimunculkan dengan tombol Alt + Del atau melalui menu ToolsRikaichan Lookupbar:

Rikaichan lookupbar sebagai kamus bahasa Jepang tradisional

Kamu tinggal menuliskan masukannya di kotak teks yang tersedia. Perlu diketahui bahwa dia tidak menerima masukan romaji. Jadi pastikan bahwa sistem kamu bisa untuk menulis huruf Jepang.

Lain-lain

Saat kamusnya muncul, kamu bisa menekan C untuk mengkopi isinya. Lalu, kamu bisa melihat tombol pintas lain beserta mengubah berbagai macam opsi dan setting yang ada dari menu ToolsAdd-ons.

Secara umum, kamus dasarnya tidak memuat nama orang. Tapi di situs Rikaichan kamu bisa mengunduh kamus nama (names dictionary) tambahan sebesar 11 MB yang juga berisi nama tempat. Kamus namanya sangat lengkap sampai ke tingkat yang mengerikan. Dia mengenali mulai dari tokoh sejarah seperti 織田信長 (Oda Nobunaga), pengarang terkenal seperti 夏目漱石 (Natsume Souseki), pemain igo seperti 趙冶勲 (Chou Chikun), sampai aktris seperti 堀北真希 (Horikita Maki)! Kamus nama tersebut sangat berguna untuk membaca berita dan tulisan-tulisan tentang Jepang dari Internet!

Penutup

Tidak perlu diragukan lagi bahwa Rikaichan adalah alat yang esensial bagi pelajar bahasa Jepang. Hanya dengan berbekal hiragana dan katakana, kamu otomatis langsung bisa mengakses semua tulisan Jepang yang ada di dunia luar sana! Install plugin ini, coba, dan kamu akan segera heran bahwa kamu dulunya bisa hidup tanpa Rikaichan.


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum
Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)
Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbisebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n’ atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin’enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon’no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)
“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya
Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda Baca
Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol
Cara menulis
Titik Jepang 。
. (titik)
Koma Jepang 、
, (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・
/ (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」
[ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー
– (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~
~ (tilda)
Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia
Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
onpu: ♪. “onpu” artinya not.
ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?
Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup
Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.