Penelitian di Jepang, Bayi Tidur lebih nyenyak di ruangan terpisah dengan orang tuanya

  • -
Penelitian di Jepang, Bayi Tidur lebih nyenyak di ruangan terpisah dengan orang tuanya

Penelitian di Jepang, Bayi Tidur lebih nyenyak di ruangan terpisah dengan orang tuanya

Penelitian di Jepang, Bayi Tidur lebih nyenyak di ruangan terpisah dengan orang tuanya

Jepang merupakan negara maju yang telah melakukan beberapa penelitian, salah satu penelitian Jepang adalah mengenai bayi atau baby bed. Dalam penelitian di Jepang, bayi yang tidur di kamar yang terpisah dengan orang tuanya akan membuat tidurnya lebih nyenyak.

Benarkah demikian? Studi mengenai bayi yang tidur terpisah dengan orang tuanya sudah dilakukan. Studi ini didapat dari laporan orang tua yang menidurkan bayinya terpisah.

Pasalnya dalam studi ini, baby bed, orang tua yang melapor mengatakan bahwa bayi mereka yang tidur di kamar terpisah mempunyai waktu istirahat yang lebih lama dan punya rutinitas tidur yang konsisten. Sehingga tidur sang bayi dapat lebih berkualitas daripada tidur sekamar dengan orang tuanya.

Studi Penelitian Terhadap Kualitas Tidur Bayi Di Ruang Terpisah

Penelitian Baby Bed

Pada penelitian ini, difokuskan kepada bayi yang berusia 6-12 bulan. Studi baby bed ini diperoleh dari hasil kuesioner yang diisi oleh lebih dari 6000 orang tua bayi di Amerika Serikat dan lebih dari 3000 orang tua bayi dari Australia, Brasil, Kanada, Selandia Baru, dan juga Inggris.

Partisipan dalam studi ini adalah orang tua yang menggunakan aplikasi smartphone untuk bayi tidur. Sekitar 37 persen sampel bayi dari Amerika Serikat dan 48 persen bayi baby bed dari beberapa negara menidurkan buah hatinya di kamar yang terpisah.

Mau liburan ke jepang? Baca artikel kami sebelumnya mengenai tempat terbaik untuk menikmati sakura di jepang

Orang tua bayi yang tidur di kamar terpisah melaporkan bahwa bayi mereka yang tidur di ruang berbeda akan memiliki intensitas tidur lebih awal, dan butuh waktu yang sedikit untuk tertidur. Waktu tidur bayi pun bisa dikatakan lama, juga menghabiskan waktu tidur yang lebih lama pula pada malam hari.

Alasan yang Mendasari Tidur Bayi

Jodi Mindell, direktur asosiasi Sleep Center di Children’s Hospital of Philadelpia baby bed yang menjadi penulis utama studi ini mengatakan bahwa bayi yang nyenyak tidur di ruang terpisah ada beberapa kemungkinan. Salah satunya adalah bayi tersebut bisa terlelap dengan sendirinya.

Berdasarkan studi di Sleep Medicine, orang tua yang menidurkan bayinya di kamar terpisah atau baby bed cenderung jarang memberi susu pada bayi ketika ingin menidurkannya juga saat bayi terjaga pada malam hari. Dalam penelitian ini menyebutkan bahwa ketika bayi tidur di kamar sendiri maka tidak akan sulit untuk menidurkannya.

American Academy of Pediatrics (AAP) pernah merekomendasikan jika bayi yang baru lahit sebaiknya tidur dengan orang tua selama enam bulan pertama. Hal itu untuk meminimalisir resiko terhadap kematian saat tidur. Meskipun idealnya bayi harus tidur setidaknya selama setahun penuh jika mengikuti rekomendasi AAP.

Sindrom SDIS Sering Menyerang Bayi

Baby bed, bayi yang tidur di kamar yang sama tetapi dengan kasur yang berbeda memiliki resiko sindrom kematian bayi mendadak saat tidur atau SDIS. Tempat tidur yang baik dan aman untuk bayi sebaiknya memiliki permukaan yang kokoh seperti box bayi tanpa alas tidur dan bantal.

Dr. Lori Feldman-Winter, rekan dari penulis Jodi Mindell mengatakan, meskipun sindrom SDIS ini sering terjadi pada bayi yang berusia 0-6 bulan, tetapi sindrom ini juga bisa menyerang pada bayi yang lebih besar.

Studi terhadap bayi yang tidur baby bed di kamar terpisah itu telah menunjukkan dampak yang positif terhadap kualitas tidur bayi. Namun, baby bed untuk bayi yang masih berusia di bawah satu tahun memiliki resiko yang tinggi terhadap sindrom SDIS, sehingga rekomendasi dari AAP untuk menidurkan bayi di ruang yang sama dengan orang tua bisa diikuti.

Sumber: https://m.antaranews.com/berita/650723/studi-bayi-tidur-lebih-nyenyak-di-ruangan-terpisah