Tutorial Watarasebashi #03 – Arah Menulis Bahasa Jepang

  • 0

Tutorial Watarasebashi #03 – Arah Menulis Bahasa Jepang

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Lagu Watarasebashi merupakan hit dan membuat Jembatan Watarase terkenal. Atas permintaan banyak fans Moritaka, pemerintah setempat tahun 2007 lalu membangun monumen yang memuat lirik lagunya. Walaupun kecil, tapi biaya pembangunannya 3.150.000 Yen atau sekitar 275 juta Rupiah!

Kalau kamu berdiri di depan monumen granit itu, kamu bisa melihat liriknya sekaligus pemandangan indah jembatan yang melintasi sungainya. Terlebih lagi, ada sensor infra merah yang akan memutar lagu originalnya jika dia mendeteksi keberadaan orang di situ. Sensor dan pemutar lagunya dipasang di tiang listrik dan hanya bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Jadi kalau kamu liburan ke Jepang dan berencana mencoba alatnya, jangan sampai ke sana di luar jam-jam tersebut!

Sistem menulis

Lirik Watarasebashi pada monumennya
Lirik lagunya, klik untuk memperbesar
Sekarang, kita akan menggunakan tulisan pada monumen tersebut untuk mengenal huruf Jepang dan sistem menulisnya. Tutorial ini akan menyertakan romaji yaitu bahasa Jepang yang ditulis dengan huruf latin, namun paling tidak kamu harus tahu gambaran umum tentang sistem menulis bahasa Jepang.

Arah menulis

Tategaki pada monumen Watarasebashi

Pada awalnya, bahasa Jepang ditulis secara vertikal yaitu dari atas ke bawah, dan kanan ke kiri. Sistem seperti ini disebut tategaki (縦書き) dan merupakan cara yang dipakai di monumen Watarasebashi tersebut (lihat gambar di atas).

Namun karena pengaruh dunia barat, pada era Meiji sistem menulis horizontal yang sama seperti pada bahasa Indonesia mulai digunakan. Sistem tulis mendatar ini disebut yokogaki (横書き). Contohnya adalah cover single Watarasebashi versi Moritaka Chisato di bawah ini:

Yokogaki pada cover single Watarasebashi

Cara mengingat mana yang mana cukup gampang. Tategaki dimulai dengan huruf t, jadi dia yang tegak atau vertikal.

Karena pemerintah memberi kebebasan, saat ini keduanya masih sama-sama bisa ditemui. Pada teks di internet, kita akan menemui yokogaki karena sistem komputer pada umumnya tidak mendukung tampilan tulisan vertikal. Kaligrafi sebagai seni tradisional menggunakan cara yang tradisional juga yaitu tategaki. Pada manga, yang digunakan umumnya adalah tategaki. Media lainnya seperti buku, majalah, dan koran akan menggunakan pilihannya masing-masing.

Episode ini akan diakhiri dengan kuis. Klik gambarnya untuk membuka versi besarnya, tulis jawabannya yaitu tategaki, yokogaki, atau mungkin jawaban lain (atau bisa cukup dipikirkan saja), lalu klik daerah abu-abu untuk memunculkan jawaban benarnya. Hati-hati, tidak semuanya semudah yang kamu kira :) .

Gambar Jawaban
Artikel Abe Natsumi di Wikipedia bahasa Jepang
Halaman Wikipedia bahasa Jepang tentang Abe Natsumi
Yokogaki, sebagaimana halaman Internet pada umumnya.
Suatu BBS bahasa Jepang
Suatu situs bulletin board
Tategaki! Situs tersebut menggunakan trik-trik HTML tertentu agar bisa tampil seperti itu. Kalau tertarik, coba saja kunjungi dan lihat kode HTML-nya.
Manga di majalah Yahoo! Japan Februari 2005
Manga dari majalah Yahoo! Japan Februari 2005
Ini manga tapi hampir semua tulisannya menggunakan yokogaki! Saya bisa menemukan 5 tategaki di situ, apa masih ada yang terlewat?
Suatu halaman majalah Bungei Shunjuu Mei 2005
Suatu halaman majalah Bungei Shunjuu Mei 2005
Campuran, ada tategakinya, ada juga yokogakinya.
Penjual makanan di festival
Penjual makanan di festival
Ini yang paling susah. Walaupun terlihat seperti yokogaki, sebetulnya itu adalah tategaki yang tiap kolomnya hanya terdiri dari satu huruf! Urutan membaca yang benar adalah カステラ (kasutera, nama makanan), bukan ラテスカ. Sebetulnya bisa juga dianggap sebagai yokogaki yang ditulis dari kanan ke kiri.

Berapa soal yang bisa kamu jawab dengan benar?

Di episode berikutnya kita akan melihat hiragana dan suara-suara yang ada di bahasa Jepang.


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum
Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)
Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbisebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n’ atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin’enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon’no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)
“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya
Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda Baca
Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol
Cara menulis
Titik Jepang 。
. (titik)
Koma Jepang 、
, (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・
/ (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」
[ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー
– (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~
~ (tilda)
Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia
Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
onpu: ♪. “onpu” artinya not.
ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?
Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup
Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.