Category Archives: Budaya

  • -

Rahasia Awet Muda Orang Jepang

Category : Budaya

Orang Jepang, terutama kaum wanitanya terkenal dengan parasnya yang cantik dan kulitnya yang putih. Hal ini ternyata tidak bisa dipisahkan dari gaya hidupnya yang berkualitas tinggi. Jika kita memperhatikan artis-artis Jepang yang telah berumur, mereka masih memiliki kesehatan dan kebugaran yang prima dan disertai dengan kulit yang sepertinya tidak pernah keriput. http://green-worldindonesia.com/

Hal tersebut mereka dapatkan dengan cara menjadikan pola hidup berkualitas tinggi sebagai cara mereka hidup dalam kesehariannya.

Berikut ini beberapa rahasia kecantikan dan awet muda orang Jepang:

  • Bahan Makanan Yang Dipilih Saat Musimnya

Orang Jepang terbiasa untuk mengkonsumsi bahan makanan sesuai waktunya. Misalkan untuk konsumsi ikan, mereka akan memilih bahan-bahan yang segar dan didapatkan pada saat musimnya. Bahan makanan yang didapatkan pada saat musimnya mempunyai kandungan nutrisi dan gizi yang terbaik, dibandingkan bukan pada saat musimnya. Bahan-bahan makanan yang didapatkan tadi umumnya dikonsumsi mentah, misalnya dijadikan sushi atau salad.

  • Memilih Makanan Yang Menyehatkan dan Berkualitas

Nutrisi yang seimbang dan berkualitas merupakan rahasia menu makanan orang Jepang. Itulah mengapa mereka mampu menjaga keprimaan fisiknya. Beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh orang-orang Jepang antara lain adalah teh hijau, nasi, buah, kedelai rumput laut, ikan dan sayur mayur. Green World Indonesia

Teh hijau sendiri mempunyai kandungan antioksidan dan nutrisi yang tinggi. Oleh karena itu, minum teh hijau merupakan salah satu tradisi yang begitu kuat bagi orang-orang Jepang. Bahkan dalam budaya mereka, ada upacara yang dinamakan upacara minum teh.

Di atas telah dikatakan di atas, bahwa orang Jepang seringkali memakan makanan yang mentah. Namun disamping itu, jika mereka ingin makanan yang dimasak, maka mereka akan memasaknya sendiri di rumah.

  • Konsumsi Slow Food
    Sebagai masyarakat yang hidup di era modern, tentu kita tahu bahwa fast food telah menjadi fenomena. Kita juga tahu bahwa jenis makanan tersebut buruk untuk kesahatan. Nah, orang Jepang terbiasa mengkonsumsi makanan kebalikan dari fast food, yakni slow food. Makanan tersebut dimasak dengan satu kali proses memasak saja dan segera disajikan setelah dimasak. Makanan yang proses pengolahannya satu kali, lebih sehat dibandingkan dengan makanan lain yang prosesnya berkali-kali. Oleh karena itu, mereka lebih suka memasaknya sendiri, supaya bisa mengontrol cara pengolahannya dengan sangat baik.
  • Tidak Melewatkan Sarapan

Sarapan sangat penting sebelum memulai aktivitas. Tentu kita akan membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup untuk bisa menjalani kehidupan dalam sehari tersebut. Nah, orang Jepang selalu mengutamakan sarapan sebelum mereka memulai aktivitas mereka. Menu sarapan mereka antara lain adalah nasi dengan porsi kecil, tahu, sup miso, kaldu, nori serta ikan atau telur dadar. Menu makanan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan akan gizi setiap harinya.

  • Rajin Melakukan Olahraga

Olahraga merupakan aktivitas yang harus dilakukan secara rutin oleh setiap orang. Setiap pakar kesehatan pasti setuju, bahwa olahraga merupakan kebutuhan yang sama pentingnya dengan makanan pokok. Dengan berolahraga, tubuh menjadi lebih sehat, bugar dan tentu saja terlihat lebih indah. Ini juga yang merupakan salah satu rahasia mengapa orang Jepang mempunyai harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan dengan masyarakat kita di Indonesia.

Awet muda merupakan hal yang menjadi dambaan bagi setiap orang. Namun, tidak banyak orang yang tahu rahasia bagaimana menjaga keremajaan kulit dan menjaga tubuh tetap dalam keadaan sehat dan prima. Kita bisa belajar kepada orang Jepang dengan mengikuti gaya hidup dan pola makannya.


  • -

Undangan Pernikahan Di Jepang

Category : Budaya

Jepang, negara yang dikenal dengan negara pusat dari anime atau bunga sakura. Selalu menjadi salah satu negara yang memiliki turis yang banyak Karena wisata dan kulinernya. Teknologi di negara tersebut juga membantu berbagai banyak turis menjadi mudah dalam menempuh perjalanan di negara Jepang.

Setiap negara memiliki berbagai macam suku, ras, agama, budaya, bahasa, dan lain lain. Pernikahan adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh orang orang yang sudah matang. Orang tua bagi calon mempelai juga sangat merasa bangga akan hal ini Karena anaknya akan menempuh jalan hidupnya sendiri.

Di Jepang, ada anggapan bahwa pernikahan adalah menjadi bukti dari kehormatannya kepada dewa. Oleh Karena itu, banyak orang orang jepang yang menikah di tempat kuil kuil dengan di resmikan menjadi suami istri oleh seorang pendeta kuil. raihanasouvenir.com

Banyak yang sudah mengetahui budaya jepang yaitu bertukar sake atau meminum sake secara bergantian sebagai tanda bahwa kedua belah pihak telah menjadi satu. Biasanya kegiatan ini dilakukan setelah peresmian tersebut dan juga dilakukan dengan cara mencium bau atau aroma dari sake tersebut secara bergantian.

Pernikahan di jepang tidak serumit di Indonesia yang memerlukan berbagai jenis keperluan seperti tempat, makanan dan minuman, sewa tempat, dekorasi, dan lain lain. Di Jepang, kita hanya memerlukan tempat biasa dan tidak perlu di hias atau dekorasi asalkan tempat itu bersih dan rapi, bias juga seperti rumah baru dari calon keluarga yang akan bersatu atau di kuil kuil sekitar. Urusan makanan juga tidak repot repot Karena acara pernikahan jepang biasanya diadakan secara tertutup sehingga tidak memerlukan makanan dan minuman yang banyak.

Kita hanya perlu memberikan undangan yang biasanya berbentuk seperti Undangan Kipas sesuai dengan adat tradisional dari masing masing tempat di jepang. Kemudian setelah acara pernikahan dilakukan, dilanjutkan dengan pesta kecil (biasanya pesta minum minuman keras) dengan mengajak kerabat terdekat seperti teman, sahabat, atau lainnya sebagai bentuk memperkenalkan jika mereka sudah menjadi sepasang keluarga.


  • -

Tips Berbusana Ala Jepang Bagi Kaum Adam

Jepang selalu membuat gebrakan dalam berbagai bidang, bahkan dalam bidang fashion gaya hidup Jepang tidaklah kalah dengan negara-negara Eropa. Berikut ini saya paparkan beberapa tips fashion bagi kaum Adam. Berikut ini adalah beberapa tips populer yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memberikan sentuhan ‘Jepang’ dalam gaya busana kalian.

1. Pakai Apa yang Ingin Kalian Pakai.

Salah satu poin penting yang membuat fashion Jepang menarik adalah kebutuhan untuk mengenakan pakaian yang dapat mencerminkan diri sendiri. Anda yang ingin mengenakan kaos garis dengan jaket kotak-kotak? Silakan saja. Bila tidak mempunyai pilihan cara bikin kaos maka Anda cukup membelinya. Kenalilah diri kalian dan berbusanalah sesuai selera.

2. Cobalah sentuhan punk dan emo.

T-shirt bergambar band tertentu, motif kotak-kotak, serta warna-warna gelap dan terang adalah salah satu cara untuk merepresentasikan gaya punk dan emo. Ini adalah salah satu tips teratas bagi anak muda yang ingin mencoba fashion Jepang. Cobalah juga dengan warna dan model rambut yang berbeda tiap harinya, ini untuk membuat diri Anda sendiri agar tidak bosan dengan fashion yang sudah ada.

3. Pakai rok yang populer.

Memakai rok adalah adalah salah satu tren yang cukup populer di antara para cowok-cowok Jepang. Jangan kaget bila cowok Jepang Diana sukai memakai rok, ini tidaklah aneh mengingat tidak hanya cowok Jepang saja yang memakai rok sebagai busana sehari-hari.  Namun selektiflah dalam memakai rok, pilihlah rok dengan warna-warna solid dan kombinasikan dengan celana jeans untuk tetap memperoleh tampilan yang manly. Agar orang-orang tidak salah mengira bahwa Anda adalah wanita.

4. Kenakan warna netral.

Warna hitam mungkin populer, tapi warna netral seperti putih dan abu-abu juga cukup populer. Begitu juga dengan coklat kekuningan. Tips ini khusus ditujukan bagi para cowok yang tidak suka dan menghindari warna-warna terang atau cerah yang terlalu mencolok sebagai warna pakaiannya.

5. Warna gelap adalah favorit.

Warna gelap atau lebih tepatnya hitam adalah salah satu pilihan yang tepat, khususnya bagi para cowok yang ingin mencoba gaya punk atau emo. Tapi perlu Anda ketahui, bagi orang Jepang sama sekali tak biasa untuk berpakaian seluruhnya warna hitam.

6. Bedakanlah antara pakaian kerja dan pakaian kausal.

Bedakanlah antara pakaian kerja dengan pakaian kausal. Janganlah memakai pakaian kausal saat bekerja begitu juga sebaliknya. Cowok Jepang tak akan mengenakan kaos bergambar band favoritnya di tempat kerja.

7. Aksesoris.

Aksesori menjadi benda paling penting dalam tips fashion Jepang kali ini. Pakailah aksesori yang diinginkan. Banyak orang Jepang mengenakan kacamata sekalipun matanya tidak mengalami gangguan, mereka juga mengenakan jam tangan walau nyaris tak pernah digunakan.

8. Pakailah beberapa pola yang berbeda.

Cowok Jepang biasanya mengenakan motif garis-garis, kotak-kotak, bahkan motif kabur. Namun cowok beraliran punk dan emo biasanya mengenakan motif polkadot dan motif lain yang cocok untuk anak muda. Bila bosan tentunya Anda bisa mengganti gaya pakaian Anda setiap harinya. 

9. Pakailah Jaket .

Siapa yang tak suka memakai jaket? Di Jepang, tren model jaket memang cepat sekali berganti-ganti. Akan tetapi jaket kulit keren yang sesuai dengan selera Anda dengan ukuran yang pas dengan bentuk tubuh akan terus menjadi tren.

10. Cobalah Pakai Sepatu Boot.

Daripada sneaker, cowok Jepang akan lebih memilih memakai sepatu bot. Terus terang saja bahwa dengan memakai sepatu boot, aura-aura cowok Jepang akan lebih memancar daripada merek memakai sepatu biasa. Sepatu boot mempunyai banyak jenis yang bisa dipilih, mulai dari sepatu boot untuk bekerja hingga untuk dipakai saat hari hujan.


  • -

Gaya Pernikahan Jepang, Dulu dan Sekarang

Category : Budaya

Jepang dikenal sebagai negara yang dipenuhi dengan keunikan, eksotisme, festival dan tentunya bunga sakura yang menjadi ciri khas negara ini.

Tradisi pernikahan (souvenir pernikahan) Jepang adalah salah satu tradisi pernikahan tertua yang masih dipertahankan seperti aslinya sampai sekarang.

Negara yang sudah terhitung sebagai negara maju  ini, ternyata memiliki kebiasaan menikah yang sangat menarik.

Berikut saya paparkan penjelasannya.

Pernikahan Jepang  Tahun 1900 – 2000

Saat menikah orang Jepang mempunyai dua jenis pakaian yang umum dipakai, yaitu gaya Jepang dan gaya barat.

Gaya Jepang adalah pakaian tradisional turun temurun budaya Jepang dari jaman dulu. Sudah tahu pasti kan? Ya, benar! Pakaian pengantin bergaya Jepang yang dipakai oleh pengantin Jepang adalah kimono berwarna putih, yang memang khusus digunakan sebagai gaun pernikahan tradisional Jepang.

Sementara gaya barat yang dimaksud adalah gaun-gaun pernikahan yang berupa dress dengan sentuhan Eropa dan Amerika.

Upacara pernikahan yang diadakan di Jepang umumnya diselenggarakan dalam dua pilihan cara. Jika keluarga dan pengantin masih berpegang erat dengan tata cara pernikahan tradisional, maka upacara yang diadakan akan berlangsung di kuil Shinto.

Sementara apabila keluarga dan pengantin tidak terlalu terikat cara tradisional dan memiliki preferensi sendiri, biasanya pernikahan akan diadakan di gereja dengan cara Kristiani.

Tapi ini tidak berarti kedua pengantin maupun keluarganya beragama Kristen. Mereka hanya menggunakan tata cara pernikahannya saja.

Di Jepang, para tamu pernikahan memberikan uang sebagai hadiah. Hadiah uang ini dimasukkan dalam amplop yang memiliki dekoratif khusus yang dinamakan Goshugibukuro.

Dekoratif Goshugibukuro berbentuk simpul tali yang menggambarkan ikatan pernikahan yang kekal dan tidak putus. Sementara, untuk uangnya sendiri, orang Jepang biasanya akan memberikan jumlah kepala ganjil.

Uang yang paling umum dihadiahkan adalah 30.000 yen. Sementara orang-orang yang lebih tua biasanya memberikan 50.000 Yen.

Angka ganjil ini melambangkan angka yang tidak bisa dibagi dua. Sebagai tanda, pasangan yang menikah ini telah jadi satu, dan tidak bisa jadi dua kembali. Romantis sekali bukan Goshugibukuro ini.

Pernikahan Jepang pada 2000 – sekarang

Dari mulai tahun 2000an, kebiasaan pernikahan di Jepang cenderung berubah. Kebanyakan pasangan hanya mendaftarkan diri mereka ke  catatan sipil. 33% Orang Jepang, dalam survey di Japan Today, bahkan berpikir bahwa pernikahan adalah hal yang merepotkan dan sia-sia.

Jasa ‘mak comblang’ pun, semakin lumrah digunakan di Jepang, sama seperti di negara-negara maju lainnya.

Orang Jepang dalam usia siap menikah malah sedang semangat-semangatnya mengejar promosi di kantor dan membangun karir.

Wanita Jepang banyak yang menganggap pernikahan adalah hambatan bagi karir mereka karena persaingan yang sangat ketat . Mereka menyadari pernikahan akan membuat mereka tidak bisa fokus seratus persen ke pekerjaan mereka.

Belum lagi kenyataan banyak wanita Jepang dalam usia siap menikah berpikiran punya anak itu merepotkan karena membuat mereka terpaksa mengambil maternity leave dan harus ketakutan posisi mereka digantikan orang ketika mereka tidak ada.

Apabila orang Jepang terdahulu kerap kali menikah di umur yang cenderung muda, orang Jepang sekarang menikah ‘terlambat’.

Terlambat yang berarti, seandainya mereka menikah, mereka akan menikah setelah posisi mereka di perusahaan atau di masyarakat aman, atau setelah melewati masa puncak karir mereka. Inilah yang disebut orang Jepang menikah ‘terlambat’.

Faktor anggapan sosial pun berperan dalam menciptakan suasana ‘tidak ingin menikah’ di Jepang. Seperti tingginya angka perceraian yang membuat 40% orang Jepang beranggapan, “Untuk apa menikah kalau pada akhirnya cerai juga.”


  • -

Belajar Sehat Dengan Meniru Gaya Hidup Orang Jepang

Tags :

Category : Budaya

Siapa yang tidak mau sehat? Siapa yang tidak mau berumur panjang? Pastinya setiap orang menginginkan agar hidup selalu sehat (Toko herbal Jakarta) dan umur yang panjang. Untuk hidup sehat dengan umur yang panjang diperlukan pula gaya hidup sehat yang dapat menunjang kesehatan badan. Bicara soal gaya hidup sehat, maka kali ini saya akan bahas tentang gaya hidup dan kebiasaan sehat ala orang Jepang. Simak baik-baik ya !

  1. Orang Jepang Selalu Konsumsi Ikan

Kulit sehat tanpa bantuan bahan kimia? Konsumsi ikan adalah jawabannya, seperti halnya orang Jepang, setidaknya konsumsi ikan mereka adalah 100 gram sehari. Bila Anda adalah penikmat kuliner Jepang pasti sudah tidak asing lagi dengan sushi dan sashimi bukan? Sushi dan sashimi adalah makanan yang berasal dari ikan. Kandungan asam lemak omega 3 tergantung dalam ikan yang sehat untuk otak dan jantung.

  1. Konsumsi Rumput Laut

Serat dari makanan laut ini amat banyak dikonsumsi di Jepang. Rumput laut mmengandung zat antioksidan tinggi sehingga dapat menghambat penyerapan lemak dalam tubuh. Rumput laut juga mampu meningkatkan pengolahan lemak dalam tubuh hingga 4 kali lipat. Cocok sekali bagi Anda untuk diet.

  1. Hobi Minum Teh Hijau

Pernahkah Anda melihat di film ketika ada adegan minum teh? Seringkali teh yang dipakai di film itu adalah teh hijau. Teh hijau mempunyai asupan nutrisi yang amat baik bagi tubuh dan dikenal memiliki antioksidan yang cukup tinggi. Nutrisi makanan dan kalori dalam tubuh diproses menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Teh hijau bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung, osteoporosis dan kanker.

  1. Membatasi makanan yang manis

Orang Jepang jarang sekali mengonsumsi makanan manis atau makanan penutup, mereka hanya mengonsumsi 48,8 gram gula per hari. Orang Jepang lebih memilih buah-buahan atau teh hijau sebagai pencuci Multi sehingga mereka dapat lebih terhindari penyakit diabetes dan obesitas.

  1. Tidak menunggu kenyang

Orang Indonesia biasa memakan makanan berlebih agar membuat perut mereka lebih kenyang. Tapi lain halnya dengan orang Jepang, mereka mempunyai prinsip “hara hachi bu” yang berarti “makanlah sampai perutmu penuh 8/10 bagian”. Makan dengan perlahan akan membuat makanan menjadi lebih mudah dicerna. Nah, kebiasaan inilah yang dapat membuat orang Jepang langsing dan sehat.

  1. Nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat

Di Jepang konsumsi karbohidrat amatlah variatif. Orang Jepang tidak hanya mengonsumsi nasi, namun mereka juga memiliki banyak sumber karbohidrat yang bahkan dengan mudah ditemui di Indonesia. Misalnya saja kentang, ubi, soba (mie dari tepung gandum), udon (mie dari beras), dan sereal. Di Indonesia ubi dijual dengan 15-20 ribu per kilogram. Berbeda dengan Jepang, ubi bakar dijual dengan harga cukup mahal yaitu sekitar ¥400 atau sekitar 40 ribu rupiah. Orang Jepang bangga dengan mengkonsumi ubi dan menghargai ubi yang mereka sukai.

  1. Makan dengan porsi yang kecil-kecil

Pernahkah Anda memperhatikan cara makan orang Jepang di film? Mereka biasa menggunakan mangkuk kecil untuk makan nasi. Mangkuk kecil inilah yang bisa membuat mereka makan dengan porsi yang kecil-kecil. Tahukah Anda, manusia selalu mempunyai kecenderungan untuk memakan apapun makanan yang disediakan. Dengan memakai mangkuk kecil inilah mereka bisa mengontrol diri mereka.

Nah, sekian tips gaya hidup orang Jepang dari yumeko terima kasih


  • 0

Wakamono Kotoba, Bahasa Jepang Anak Muda

Tags :

Category : Budaya , Pemula

Terima kasih atas kesabarannya menunggu selama beberapa waktu terakhir yang kosong ini. Sekarang Yumeko siap mengeluarkan artikel-artikelnya kembali, dan kita akan mulai dengan topik wakamono kotoba yang diminta oleh irfan-san.

Wakamono kotoba (若者言葉) adalah bahasa percakapan anak muda. Dalam gaya bahasa ini, digunakan kosakata-kosakata khusus yang terdengar “gaul” dan mungkin “cool”. Di sini kita akan melihat sedikit kata-katanya beserta alternatif standarnya.

chou (超)

Ini adalah awalan yang artinya “super”. Contoh penggunaannya adalah chou-oishii (super lezat) dan chou-kawaii (super imut). Alternatif standarnya adalah monosugoku dan hontou ni (tidak sekuat monosugoku). Kanji chou sendiri digunakan pada kata seperti chou-tokkyuu (超特急, kereta super ekspres).

kimoi (キモい)

Artinya adalah “menjijikkan” yang berasal dari kimochi warui (perasaan buruk, menjijikkan). Misalnya, kalau kamu melihat ulat bulu dan merasa jijik dengan binatang tersebut, kamu bisa menggunakan kata kimoi.

maji (マジ)

Artinya adalah “serius” dan berasal dari majime (serius). Kata ini sering digunakan sebagai ekspresi saat kaget mendengar sesuatu: “maji???” atau “maji de????” (“serius???”, “yang bener???”). Bisa juga digunakan sebagai adjektiva misalnya maji na kao (muka serius).

Menggunakan kata-kata tersebut dengan orang dan situasi yang tepat, percakapan kamu bisa terdengar jauh lebih alami dan tidak kaku. Apa kamu sendiri punya kosakata slang favorit? Sebagai penutup, kalau kamu bertemu kata-kata yang kelihatannya wakamono kotoba dan tidak ada di kamus umum, kamu bisa coba cari di kamus zokugo.


  • 0

Tadaima: saat ini

Category : Budaya

Tadaima bisa menjadi teman palsu (false friend) di bahasa Jepang. Ini karena kita pertama kali mengenalnya sebagai ekspresi yang berarti “aku pulang”. Padahal dia bisa berarti hal lain, dan kalau pada kasus tersebut kita salah mengiranya sebagai teman lama kita yaitu “aku pulang” maka kita akan mendapatkan pemahaman kalimat yang aneh.

Sebelumnya telah dibahas bahwa tadaima bisa berarti “baru saja”. Sekarang kita akan belajar arti lainnya yaitu “saat ini”. Dibanding hanya ima (sekarang, saat ini), tadaima terasa lebih formal dan sopan. Perhatikan contoh berikut:

ただ今の時刻は午前10時です
tadaima no jikoku wa gozen juu-ji desu
Waktu saat ini adalah pukul 10 pagi

……

Perhatikan bahwa artinya bukanlah “waktu saat aku sampai rumah” atau yang semacamnya.

tadaima yang berarti “saat ini” sering muncul dengan -te iru atau -chuu yang berarti bahwa saat ini suatu aktivitas sedang berlangsung.

ただ今,札幌に出張中です
tadaima, sapporo ni shucchou-chuu desu
Saat ini dia sedang tugas kantor di Sapporo.

……

社長はただ今会議中です
shachou wa tadaima kaigi-chuu desu
Saat ini pemimpin perusahaan sedang rapat.

……

田中さんはただ今外出しています
tanaka-san wa tadaima gaishutsu shite imasu
Saat ini Pak Tanaka sedang keluar

……

Ada sebuah lagu yang judulnya tadaima ren’ai-chuu [ |] (ren’ai berarti cinta). Sekarang bisa tahu artinya kan? (pentunjuk: tentu tidak ada hubungannya dengan “aku pulang” :) )


  • 0

Kata Paling Berbahaya di Bahasa Jepang: Anata

Category : Budaya , Kosakata , Pemula

Kalau di bahasa Jepang ada gelar “kata paling berbahaya”, maka tidak diragukan lagi bahwa yang paling pantas menyandangnya adalah kata “anata“. anata adalah kata ganti orang kedua, jadi dia berarti semacam “anda” atau “kamu”. Dilihat sekilas, sepertinya itu kata yang normal dan bukan kata umpatan atau semacamnya. Tapi kenapa dia berbahaya?

Ini berhubungan dengan masalah sopan-santun dan kalimat yang alami di bahasa Jepang. anata sering dianggap sebagai kata normal oleh pemula, jadi pemula akan menggunakannya secara bebas dan sering. Padahal anata hanya bisa digunakan di kasus-kasus tertentu. Jadinya kata tersebut sering disalahgunakan, yaitu digunakan tidak pada tempatnya.

Cara memanggil “kamu” yang benar di bahasa Jepang

“Kamu!”

Tentu setiap bahasa ada untuk memfasilitasi interaksi antar dua orang. Oleh karenanya, pastilah ada konsep “aku” dan “kamu”. Namun di bahasa Jepang, menyebut anata (kamu) adalah cara yang terlalu langsung sehingga terdengar vulgar atau tidak sopan. Ini seakan-akan kamu menunjuk persis ke wajahnya sambil mengatakan “kamu!”. Kalau digunakan dengan teman mungkin dia tidak akan marah, tapi paling tidak hal tersebut tetap akan terdengar aneh.

Kalau kita memang perlu mengacu pada lawan bicara, cara yang sopan dan paling alami adalah dengan menyebut nama orangnya dengan ditambah akhiran yang bersesuaian. Akhiran-akhiran tersebut misalnya san (akhiran sopan umum), sensei (guru, dokter, dsb.), dan chan (untuk anak kecil atau teman dekat perempuan). Contohnya adalah Takahashi-sensei, Tanaka-san, dan San-chan. Umumnya kita menggunakan nama keluarga (Tanaka Reina, Fujimoto Miki, dsb) kecuali kalau kita sudah kenal dekat orangnya.

Inilah contohnya (yang merah contoh salah):

あなたはいつ帰りますか (誤)
anata wa itsu kaerimasu ka (salah)
新垣さんはいつ帰りますか
niigaki-san wa itsu kaerimasu ka

Kapan anda (Niigaki-san) pulang?

……
Cara lain untuk mengacu lawan bicara adalah dengan hanya menyebut gelar atau jabatannya. Contohnya adalah sensei (guru) dan shachou (pemimpin perusahaan). Ini contohnya:

あなたはジャズが好きですか (誤)
anata wa jazu ga suki desu ka (salah)
先生はジャズが好きですか
sensei wa jazu ga suki desu ka

Apakah bapak (guru) suka Jazz?

……
Tidak memanggil “kamu” sama sekali
Tentu saja kalau konteksnya sudah jelas, kita bisa saja membuat kalimat benar tanpa menggunakan “kamu” sama sekali. Contohnya kalimat di atas akan menjadi seperti ini:

いつ帰りますか
itsu kaerimasu ka
Pulangnya kapan?

Perhatikan bahwa di bahasa Indonesia pun kita juga bisa membuat kalimat-kalimat tanpa “kamu”. Contoh bahasa Indonesia lainnya misalnya “Mau pergi ke mana?”, “Tinggalnya di mana?”, dan “Lagi baca apa?”. Jadi ini bukanlah konsep yang aneh.

Ini terutama berguna kalau kita bicara dengan orang yang tak dikenal misalnya, karena tentu kita belum tahu namanya. Ini beberapa contohnya:

すみません、あなたは橋本さんですか (誤)
sumimasen, anata wa hashimoto-san desu ka (salah)
すみません、橋本さんですか
sumimasen, hashimoto-san desu ka

Maaf, Pak Hashimoto bukan ya?

……

あたなの名前は何ですか (誤)
anata no namae wa nan desu ka (salah)
お名前は何ですか
onamae wa nan desu ka

Namanya siapa ya?

……
Karena kita mengacu pada “nama” lawan bicara, akan lebih sopan jika digunakan awalan o- (sehingga menjadi onamae) seperti pada contoh.

Kapan anata digunakan?
Kalau anata sebegitu tabunya, untuk apa ada kata ini? Tentu saja, terdapat kasus-kasus khusus di mana kita bisa menggunakannya.

anata digunakan misalnya di angket, formulir, atau iklan. Di kasus-kasus tersebut anata bisa digunakan karena kita tidak mungkin mengenal nama orangnya dan karena kita tidak bertatap muka dengan orangnya secara langsung.

あなたの本を出版します
anata no hon o shuppan shimasu
Kami akan menerbitkan bukumu!

……

Berikut adalah contoh dari form registrasi di Internet:

ぷっちょ会員登録が完了すると、あなたのメールに登録完了メールが送られています
puccho kaiin touroku ga kanryou suru to, anata no meeru ni touroku kanryou meeru ga okurarete imasu
Jika proses registrasi anggota Puccho telah selesai, email pemberitahuan (mengenai selesainya proses registrasi) akan dikirimkan ke alamat email kamu

……

anata juga bisa digunakan di lagu, karena pada lagu kita sebetulnya tidak berbicara langsung dengan orang yang dimaksud. Pada bagian-bagian yang menggunakan anata umumnya sang penyanyi sedang berbicara (berkisah) sendiri, atau sekedar menumpahkan perasaannya pada lagu.

あなたが好き [Kokuhaku no Funsui Hiroba: | ]
anata ga suki
Aku cinta kamu

……

そう、今すぐあなたに会いたいよ [Manopiano: | ]
sou, ima sugu anata ni aitai yo
Ya, aku ingin bertemu denganmu sekarang juga

……

Kalau kita berbicara langsung dengan orangnya, maka yang lebih alami adalah hanya “suki” dan “ima sugu aitai yo” atau menggunakan nama orangnya misalnya “ima sugu bima-kun ni aitai yo“.

Terakhir, di film-film kamu mungkin akan menemukan istri memanggil suaminya anata. Itu adalah sebutan sayang istri kepada suami walaupun hal tersebut kini terdengar cukup kuno. Artinya di sini bukan “kamu”, tapi lebih ke arah “sayangku” atau “suamiku sayang”.

Penutup

anata sepertinya banyak disalahgunakan oleh pemula karena pengaruh bahasa Inggris. Saat belajar bahasa Inggris, kita dibiasakan (terpaksa) untuk menggunakan kata “you”. Bayangkan saja kalimat seperti “Do you like Jazz” dan “I love you” yang mau tidak mau harus menggunakan “you”. Oleh karenanya, saat belajar bahasa Jepang yang juga merupakan bahasa asing para pemula cenderung terjebak untuk menggunakan anata.

Padahal seperti telah kita bahas, menggunakan anata kemungkinan besar akan terdengar aneh atau malah tidak sopan. Bahasa Jepang bukan bahasa Inggris, jadi kita harus tahu beda penggunaan kata-katanya. Oleh karenanya berhati-hatilah dan cobalah gunakan tips-tips di artikel ini untuk mengakali kalimatmu agar tidak menggunakan anata.

Agar tidak terlalu panjang, untuk saat ini pembahasannya akan kita akhiri. Namun topik anata ini masih akan kita lanjutkan lagi kapan-kapan. Kalau kamu termasuk orang yang terkena sindrom menggunakan anata kapanpun dan di manapun, semoga artikel ini berguna! Mata kondo!


  • 0

Japanese in Anime and Manga: Memperdalam Bahasa Jepang Lewat Media Populer

Bahasa Jepang adalah bahasa yang sangat berwarna. Terdapat berbagai cara untuk mengungkapkan hal yang pada dasarnya sama, dan ini dipengaruhi oleh faktor seperti hubungan antara pembicara, umur pembicara, dan latar belakang atau sifat pembicara.

Sebagai contoh, untuk meminta atau membuat orang lain agar makan, kita bisa menggunakan berbagai cara berikut dengan nuansa yang sangat berbeda (semuanya menggunakan kata dasar taberu yang berarti “makan”):

  • tabete kudasai: “Silahkan makan”. Ini cara membuat permintaan sopan. Aman untuk digunakan di segala situasi, misalnya mempersilahkan tamu makan.
  • tabete: Sama seperti di atas tapi terdengar lebih santai. Digunakan misalnya antar teman.
  • tabenasai: Permintaan yang cukup tegas namun sopan. Bisa digunakan misalnya oleh ibu kepada anaknya yang rewel tidak mau makan.
  • tabete itadakemasen ka?: Permintaan yang sangat sopan, dengan nuansa bahwa kita merendahkan diri. Seakan-akan mengatakan “Mungkin makanannya tidak enak, tapi akankah kamu berbaik hati memakannya?”
  • tabero!: “Makan!!!” Ini bentuk perintah kasar. Bayangkan kamu memaksa lawan bicaramu makan sambil menodongkan pistol.

Tentunya masih banyak cara lainnya, dan lingkup penggunaan contoh di atas tidaklah saklek. Sebagai contoh, “tabete” dan “tabenasai” bisa juga digunakan kepada tamu (masing-masing dengan kesan santai dan agak tegas dalam artian baik).

Di sini, media seperti anime, dorama, dan manga merupakan cara yang hebat untuk menemui beragam bentuk bahasa Jepang. Dengan berbagai setting dan tokoh yang berbeda, kamu akan terbiasa mendengar bermacam gaya bahasa dan perlahan-lahan mengerti kapan harus menggunakan yang mana. Sebagai orang asing, ini mungkin bisa jadi wahana pencarian jati diri juga: Dengan bahasa Jepang seperti apa aku ingin berbicara? “ore no hanashikata, monku aru?!?” (Lu ada masalah ama gaya bicara gue?!?)

“Arigatou gozansu“. Ha? Apa? (dari dorama Jin)

Tidak hanya variasi bahasa mulai dari cara bicara anak-anak sampai yakuza yang bisa ditemui di zaman modern, pada anime Samurai X kamu bisa menjumpai gaya bahasa samurai zaman Meiji, pada dorama Jin kamu bisa melihat bagaimana para Oiran zaman Edo menggunakan akhiran -arinsu, dan pada anime atau game Air kamu bisa mencicipi bahasa Jepang zaman Heian yang jauh lebih tua lagi.

“Ryuuya-dono mo tamesu ga yoi“. (Ayo cicip, Tuan Ryuuya) (dari anime Air)

Menyadari efektifnya media-media tersebut untuk membuka wawasan bahasa Jepang, Japan Foundation mengembangkan situs Japanese in Anime & Manga. Di situ, terdapat modul-modul interaktif untuk mempelajari bahasa-bahasa yang muncul di media-media tersebut. Sebagai contoh, di modul “Character expression” kamu bisa mendengar dan membandingkan bagaimana 8 karakter berbeda mengungkapkan hal untuk situasi yang sama. Tentu fokusnya lebih ke arah ragam bahasa modern, jadi jangan harap bahasa zaman Heian muncul di situs tersebut.

Terdapat mode kanji, kana, dan romaji untuk tulisan Jepangnya yang bisa diubah lewat tombol kanan atas. Setelah mempelajarinya, terdapat juga mode kuis untuk menguji pemahaman kalian.

Untuk modul “Love Word Quiz”, kalian menebak arti dari kata-kata bahasa Jepang. Selain itu, kalian juga bisa melihat contoh penggunaan kata tersebut di manga (dengan terjemahan Inggrisnya) dan juga melihat halaman manga aslinya!


  • 0

Ukeru: Lucu!

Category : Budaya , Kosakata

ukeru

ukeru adalah verba sangat umum yang artinya “menerima”.

アインシュタインはノーベル賞を受けました
ainshutain wa nooberu-shou o ukemashita
Einstein menerima hadiah Nobel

……

Dari situ, banyak arti lain yang bisa diturunkan. Salah satu arti turunannya adalah “populer”, “diterima baik”, atau “menjadi hit”.

Kenapa di sini digunakan kata ukeru atau “mendapat”? Tidak sulit membuat asosiasinya, karena misalnya penampilan yang bagus akan mendapat banyak tepuk tangan, karya yang baik akan mendapat banyak pujian, dan musik yang hebat akan mendapat banyak pembelian. Ini contoh kalimatnya:

彼の漫画は大いに受けている
kare no manga wa ooi ni ukete iru
Komiknya sangat populer

……

最近は猫の面白い画像を扱ったブログが受けるようだ
saikin wa neko no omoshiroi gazou o atsukatta burogu ga ukeru you da
Akhir-akhir ini sepertinya blog yang memuat gambar menarik kucing populer

Dari contoh penggunaan di atas, bisa dilihat bahwa sesuatu yang ukeru bersifat bagus, menarik, atau baik. Nah, dari sini, bisa ditarik arti yang lebih spesifik lagi yaitu sesuatu yang sangat lucu atau menarik bagi seseorang. Misalnya, lawakan yang ukeru adalah lawakan yang membuatmu tertawa terpingkal-pingkal. Penggunaan seperti ini sangat populer di kalangan anak muda. Inilah contohnya:

アンタの顔、超うけるー
anta no kao, chou ukeruu
Wajahmu lucu bangeet!

……

Perhatikan, di contoh atas maksudnya “lucu” bukanlah lucu dalam artian imut (kawaii), tapi lucu yang membuat tertawa. Misalnya adalah wajah yang dipenuhi coret-coretan karena diisengi teman.

この動画、マジ受けたwww
kono douga, maji uketa www
video ini bener-bener bikin ngakak LOL

……

Sampingan: www?

Jadi, saat temanmu melawak atau menceritakan sesuatu yang lucu, sebagai alternatif dari misalnya omoshiroi atau waraeru, coba katakan “ukeru, ukeru!