Masuk Sekolah Akuntansi di Jepang Pemuda Asal Medan Ini Membuat Kagum Banyak Orang

  • -
Masuk Sekolah Akuntansi di Jepang Pemuda Asal Medan Ini Membuat Kagum Banyak Orang

Masuk Sekolah Akuntansi di Jepang Pemuda Asal Medan Ini Membuat Kagum Banyak Orang

Category : Berita , Software

Masuk Sekolah Akuntansi di Jepang Pemuda Asal Medan Ini Membuat Kagum Banyak Orang

Masuk Sekolah Akuntansi di Jepang Pemuda Asal Medan Ini Membuat Kagum Banyak Orang

Mewujudkan impian dan cita-cita merupakan satu hal yang paling diinginkan oleh setiap orang. Seperti dialami oleh seorang pemuda asal Kota Medan bernama Faisal dimana berhasil meraih keinginan terbesarnya yaitu belajar ilmu akuntansi di salah satu sekolah terkenal di Jepang, tepatnya daerah Osaka. Tujuannya menggeluti bidang tersebut karena tertarik pada berbagai macam hal mengenai keuangan, seperti penggunaan teknologi software akuntansi. Lagipula ia juga berpendapat jika sekolah tersebut menjadi salah satu yang terbaik dimana berhasil mencetak lulusan-lulusan serta akuntan profesional.

Pada awalnya, keingina Faisal untuk pergi ke Jepang sangat ditentang keras oleh kedua orang tua, terutama sang ayah. Bahkan ketika ingin mendaftar di salah satu sekolah Akuntansi di Kota Medan, ayahnya juga melarang karena terlalu jauh dari rumah. Akan tetapi ia akhirnya berhasil memenuhi keinginan tersebut sekaligus mendapatkan doa restu dari keluarga.

Pemuda kelahiran 25 Mei 1996 ini ternyata telah berhasill lulus ujian sotware akuntansi untuk bisa bersekolah disana. Oleh karena itu, ia harus benar-benar berusaha agar nilainya memuaskan sehingga perjuangannya tidak sia-sia. Sebelum berangkat ke Jepang untuk belajar sekolah akuntansi di Osaka, Faisal harus mempersiapan banyak hal. Selain mental karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru, ia juga mengambil kursus Bahasa Jepang selama lima bulan di Yayasan Jissho Medan. Meskipun begitu ternyata Faisal masih kebingungan ketika diajak membahas mengenai rencananya di masa depan, apakah ia akan kembali dan bekerja di Indonesia ataukah melanjutkan kuliah di salah satu Perguruan Tinggi negara Jepang.

Faisal menceritakan sedikit pengalamannya bersekolah sekaligus mencari uang di Negeri Bunga Sakura tersebut. Selama kurang lebih dua tahun, Ia sudah terbiasa dengan kehidupan disana termasuk ketika bekerja paruh waktu. Pemuda asal Medan ini mengerjakan kerja sambilan setiap hari dengan pendapatan 130.000 yen per bulan. Dengan jumlah tersebut maka Faisal mampu menghidupi dirinya sendiri seperti untuk makan sehari-hari, membayar uang sekolah serta membeli keperluan pribadi.

Pengalaman yang paling penting dan hebat yaitu mengenai semangat dan budaya masyarakat Jepang karena sejak muda sudah rajin belajar serta giat bekerja. Bahkan ia sendiri mengakui apabila peraturan disana ketat namun juga memberikan begitu banyak manfaat. Anggapan kebanyakan orang Indonesia tentang sulitnya bertahan hidup di Jepang tidaklah tepat. Bagi mereka yang merasakan jika hal tersebut terlalu berat maka bisa dipastikan apabila orang tersebut pemalas. Akan tetapi apabila ia menjadi orang rajin bekerja dan belajar maka berbagai macam keuntungan bisa didapatkan, seperti nilai bagus, pendapatan berlimpah, hidup teratur, dan lain sebagainya. Kebiasaan tersebut membuatnya terbiasa dan merasa selalu bersemangat setiap hari. Ia juga bisa belajar menjadi pribadi mandiri dan tidak bergantung pada orang tua.

Pengalaman belajar software akuntansi dari Faisal di Jepang tersebut bisa dijadikan sebagai motivasi bahkan contoh teladap bagi para pemuda pemudi Indonesia. Tak perlu takut menuntut ilmu dimanapun itu karena nantinya akan ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan. Bahkan ilmu serta pengalaman tersebut dapat dibagikan kepada orang lain agar mereka juga memiliki semangat yang sama. Jepang sendiri merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik, terutama di bidang software akuntansi. Inilah juga yang menjadikan Faisal begitu tertarik mengejar impian bersekolah disana. Selain itu dirinya juga bekerja paruh waktu setiap hari agar bisa memenuhi kebutuhan harian sekaligus membayar biaya sekolahnya sendiri.

Sumber: http://www.tribunnews.com/internasional/2015/07/28/pemuda-asal-medan-berhasil-masuk-sekolah-akuntansi-di-jepang