Ikut Meneliti Cacing Pita, 3 Universitas dari Jepang Ini Ambil Bagian

  • -
Ikut Meneliti Cacing Pita, 3 Universitas dari Jepang Ini Ambil Bagian

Ikut Meneliti Cacing Pita, 3 Universitas dari Jepang Ini Ambil Bagian

Category : Berita

Ikut Meneliti Cacing Pita, 3 Universitas dari Jepang Ini Ambil Bagian

Ikut Meneliti Cacing Pita, 3 Universitas dari Jepang Ini Ambil Bagian

Baru-baru ini muncul video menghebohkan dan menjadi viral di dunia maya mengenai cacing hidup yang ada di dalam kaleng merek sarden tertentu. Masyarakat langsung dibuat cemas dan khawatir apabila selama ini mereka mengkonsumsi makanan tidak steril dan membahayakan kesehatan secara tidak sengaja. Penemuan cacing tersebut lantas membuat berbagai pihak ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai parasit yang muncul pada jenis makanan. Sementara itu ada lagi kabar tak kalah menarik dah menghebohkan yaitu penemuan cacing pita raksasa di wilayah Sumatera. Hal ini membuat para peneliti berencana menyelidiki kondisi tersebut secara mendalam. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh tiga Universitas Jepang yang melakukan penelitian mengenai cacing pita di daerah tersebut.

Terdapat tiga Universitas asal negeri bunga sakura, Jepang yang melakukan sebuah penelitian kesehatan tentang cacing pita. Selain itu pihak tersebut juga bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unoversitas Islam Sumatera Utara (UISU). Adapun tujuan utama dilakukannya penelitian tersebut adalah karena beberapa waktu lalu sempat ditemukan penyakit yang disebabkan oleh cacing pita (taeniasis), tepatnya di Kabupaten Simalungun. Tidak hanya diikuti oleh Universitas luar negeri saja melainkan ada pula beberapa Universitas dari Indonesia yang ikut serta melakukan penelitian.

Adapun seorang anggota dari kegiatan tersebut, Ketua Tim Peneliti Cacing Pita FK UISU yaitu DR Dr Umar Zein DTM&H Sp PD KPTI menyampaikan jika ketiga Universitas dari Jepang antara lain Laboratory of Veterinary Parasitology Joint Faculty of Veterinary Medicine Yamaguchi University, Department Of Parasitology Asahikawa Medical University serta Center of Human Evolution Modelling Research Primata Research Institute Kyoto University. Sementara itu ada pula beberapa Universitas tanah air yang diajak bekerjasama yaitu Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Bali, Direktorat Pascasarjana Universitas Sari Mutiara Medan, Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, serta Departemen Farmakologi FK Universitas Methodist Indonesia Medan.

Baca juga mengenai:  heboh epang temukan 9 mayat korban mutilasi

Dr. Umar Zein juga mengatakan apabila sehubungan dengan berita penemuan cacing pita terbesar dan terpanjang kemarin memang sudah sering terjadi di dunia. Bahkan terdapat sekiranya 171 kasus yang sama, salah satunya ditemukan cacing pita sepanjang 10 meter di Kabupaten Simalungun. Dirinya juga menambahkan kalau saat ini tim peneliti telah rampung melakukan berbagai pemeriksaan molukuler terhadap empat buah sampel dari cacing pita yang ditemukan di Sumatera Utara. Selain itu juga meneliti draft artikel ilmiah yang terkait dengan hal tersebut. Setelah itu, artikel akan dikirimkan ke badan kesehatan dunia atau WHO dengan tujuan melanjutkan penelitian cacing pita terbesar yang ada di Kabupaten Simalungun.

Dr. Umar menjelaskan kembali jika pihak mereka sangat mengharapkan dukungan dari WHO sehingga bisa mendapatkan informasi lagi secara mendalam. Tim FK UISU turun ke lokasi dimana cacing pita ditemukan pertama kali yaitu di Kecamatan Silau Kahaean, Simalungun. Dari kegiatan penelitian tersebut, Dr. Umar Zein mendapatkan sebuah penghargaan sebagai dosen berprestasi dari UISU. Ia juga memberikan pemaparan mengenai tim yang turut serta di dalamnya yaitu ada Prof. Munehiro Okamoto dari Kyoto University, Prof Tetsuya Yanagida dari Yamaguchi University dan juga Prof Akira Ito dari Asahikawa Medical University. Kemudian para ahli situs domino qq yang berasal dari Indonesia antara lain Prof Teguh Wahyu Sarjono dari Universitas Brawijaya Malang, Dr Kadek Swastika dari Universitas Udayana Bali, Dr Toni Wandra dari Universitas Sari Mutiara Medan dan Prof Hadyanto Lim dari Universitas Methodist Indonesia Medan.

Sumber: http://news.analisadaily.com/read/3-universitas-dari-jepang-ikut-meneliti-cacing-pita/528084/2018/03/26