Jepang Menciptakan Kerja Sama Bisnis Senilai 74 Miliar Yen di Indonesia

  • -
Jepang Menciptakan Kerja Sama Bisnis Senilai 74 Miliar Yen di Indonesia

Jepang Menciptakan Kerja Sama Bisnis Senilai 74 Miliar Yen di Indonesia

Jepang Menciptakan Kerja Sama Bisnis Senilai 74 Miliar Yen di Indonesia

Jepang Menciptakan Kerja Sama Bisnis Senilai 74 Miliar Yen di Indonesia

Shinzo Abe Perdana Menteri atau PM Jepang mengungkapkan akan menciptakan kerja sama bisnis antara Jepang dan Indonesia senilai 74 miliar yen atau setara dengan Rp 8,6 triliun (diasumsikan kurs satu yen 116.284 per rupiah). Kerja sama yang dilakukan ini mencakup konservasi kawasan pesisir dan bidang irigasi pertanian.

‎Abe menyampaikan, bahwasannya ia ingin memberikan berkontribusi pada pembangunan daerah di Indonesia. Salah satunya melalui kerja sama bisnis yang ingin ia lakukan Belajar Internet Marketing. Abe Mengungkapkan “Selain memberikan kontribusi atau peran bagi pembangunan daerah di Indonesia, Jepang juga memutuskan akan menciptakan peluang bisnis senilai 74 miliar Yen untuk konversi pantai dan bidang irigasi “. Hal ini diungkapkan di Istana Bogor, pada hari Minggu (15/1/2017).

Sementara, Abe juga menegaskan bahwa dalam pembangunan proyek Pelabuhan Patimban maka akan dilakukan secara patungan antara kedua negara tersebut. “Mengenai pembangunan Patimban, kita kembali diingatkan mengenai arah kebijakan untuk pelabuhan yang akan dilaksanakan‎ oleh perusahaan secara patungan antara Negara Jepang dan Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Shinzo Abe, akan terdapat banyak bidang bisnis maxmanroe.com yang akan kami kerjasamakan dengan Indonesia. Diantranya terkait dengan Pembangkit listrik, perkeretaapian dan lainnya Blog Bisnis Online.  “Jepang akan melakukan kerjasama dalam bidang pembangkit listrik, perkeretapian dan lainnya melalui pembangunan infra yang berkualitas dimana hal ini merupakan keunggulan Jepang,” ‎tegasnya.

Jepang adalah salah satu partner dagang utama bagi negara Indonesia selain Amerika Serikat, Tiongkok dan India. Akan tetapi, trend perdagangan dari sisi eksport ataupun import dari kedua negera tersebut dalam enam tahun terakhir terus menunjukkan penuruanan.

Meskipun begitu, Retno tetap mengapresia atas investasi dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. “Indonesia juga akan menyambut baik atas ketertarikan Jepang dalam berinvestasi di berbagai proyek infrastruktur yang strategis di Indonesia seperti kereta api double track dari Jakarta – Surabaya, pelabuhan Patimban hingga pengembangan Blok Masela.

Bahkan ia juga mencatat investasi Jepang di Indonesia pada setahun terakhir telah meningkat dua kali lipat dari yang sebelumnya tahun 2015 sebesar US$ 2,87 Milliar menjadi US$ 5,4 milliar di tahun lalu Artikel Inspiratif.

Selain itu, Jepang juga memberikan kontribusinya dalam sektor pariwisata di Indonesia yaitu dengan jumlah kunjungan wisatawan Jepang di tahun 2016 mencapai 513.297 orang.

Bahkan setelah kunjungan dari Perdana Menteri Shinzo Abe pada tanggal 15 sampai 16 Januari 2017 dengan membawa para CEO nya dari perusahan Jepang.  Abe menegaskan bahwa ia kembali berencana dalam menciptakan peluang bisnis bagi Indonesia Jepang pada bidang konvensi pantai serta irigasi senilai 74 miliar yen atau setara dengan Rp. 8,6 triliun.

Melihat kerja sama antara Indonesia dan Jepang yang terus terjalin, tentu membuat kepercayaan bagi Negara Jepang untuk terus melakukan kerjasama dengan Indonesia.

Bahkan sebelumnya, pada tanggal 20 Agustus 2007 Indonesia dan Jepang telah menandatangani IJEPA serta sudah diratifikasi melalui Peraturan Presiden Nomor 36 tahun 2008. Kerjasama yang dijalankan ini terdiri dari 137 subsektor, dimana 12 sektor di pihak Jepang dan 77 Subsektor pada 8 sektor di Indonesia

Tak heran jika sampai saat ini Pemerintah Indonesia dan Jepang telah sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi khusunya rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, Jalur Kerata Api Jakarta-Surabaya dan Pengembangan Blok Masela.

Sumber berita http://bisnis.liputan6.com/read/2828072/jepang-buka-kesempatan-bisnis-senilai-74-miliar-yen-di-indonesia