Tradisi Kehamilan di Jepang

  • -

Tradisi Kehamilan di Jepang

Perlu diketahui hidup sebagai seorang wanita tidaklah mudah karena mereka mempunyai tugas berat dan mulia daripada seorang lelaki. Tugas itu adalah mengandung anak dan melahirkan.

Sebelum melahirkan seorang wanita wajib menjaga calon anaknya  dalam kandungan selama 9 bulan. Maka dari itu sayangilah ibu kalian karena mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anak tercinta.

Bagi wanita hamil atau calon ibu yang telah dititipi oleh seseorang anak didalam kandungannya sebaiknya bersyukur dan menjaga kandungan agar janin sehat dan kuat sampai proses kelahiran nanti.

Berbicara tentang hamil, ada sebuah mitos dan tradisi tentang kehamilan yang perlu diketahui. Di setiap daerah pastilah mempunyai mitos dan tradisi yang berbeda. Sama halnya dengan mitos dan tradisi kehamilan di Jepang. Berikut ini kami sampaikan tradisi kehamilan orang Jepang. (tips cepat hamil)

  • Perempuan hamil harus makan banyak kedelai, ikan (terutama sarden), mochi (untuk meningkatkan laktasi), beras, ume, dan banyak sayur.
  • Perempuan hamil tidak diizinkan untuk makan makanan laut yang bercakar seperti lobster atau kepiting. Hal ini diyakini akan membuat anak menjadi pencuri.
  • Bila wanita hamil melihat api, anaknya akan lahir dengan tanda lahir.
  • Perempuan hamil tidak boleh makan kesemek atau cumi-cumi, hal ini diyakini dapat membuat rahim menjadi dingin, yang dapat menyebabkan keguguran.
  • Wanita hamil dilarang untuk duduk dengan kaki disilangkan, Orang Jepang percaya ini dapat menyebabkan bayi sesak nafas.
  • Selama tiga bulan pertama wanita hamil disuruh tinggal diam, tidak boleh banyak beraktivitas. Tetapi pada bulan berikutnya, mereka harus tetap aktif untuk memastikan kelahiran menjadi lebih mudah.
  • Wanita hamil disarankan untuk tidak menghadiri pemakaman karena diyakini roh orang yang meninggal akan mengambil jiwa bayi. Bila terpaksa harus menghadiri pemakaman, disarankan untuk memakai pakaian serba hitam.
  • Wanita hamil harus membersihkan toilet mereka setiap hari agar bayi yang lahir tampak sehat dan baik.
  • Wanita hamil dilarang untuk menaikkan berat badan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
  • Wanita hamil dianjurkan untuk tidak mengambil langkah besar ketika berjalan karena ini merupakan tanda kemalasan.

Itulah beberapa mitos dan tradisi ibu hamil di Jepang. Beberapa mitos memang terdengar sedikit aneh di telinga kita orang Indonesia. Tapi begitulah tradisi yang ada di Jepang.