Sarang Burung Walet Indonesia Tembus Pasar Jepang & Tiongkok

  • -

Sarang Burung Walet Indonesia Tembus Pasar Jepang & Tiongkok

Category : Berita

Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementerian Pertanian pada Selasa (13/10/2015) mengunjungi salah satu perusahaan sarang walet berorientasi ekspor di Surabaya.
Sarang burung walet RI made in Surabaya ini sukses menembus pasar ekspor Tiongkok. Yang dahulunya hanya ada 16 negara, kini sudah ada 17 negara pangsa ekspor sarang burung walet.

Ekspor sarang burung walet seketika ke Tiongkok yang telah berhasil dijalankan pada permulaan 2015 ialah peristiwa yang ditunggu sejak 5 tahun lalu.

Ekspor ini bermula dari pertemuan antara Menteri Perdagangan Indonesia dan Tiongkok pada Maret 2010. Pertemuan hal yang demikian berlanjut dengan penandatanganan protokol perihal persyaratan higienitas, karantina dan pemeriksaan untuk importasi produk sarang burung walet dari Indonesia ke Tiongkok antara Kementerian Pertanian RI dan Menteri Administrasi Awam Pengawasal Kwalitas, Inspeksi dan Karantina Tiongkok di Beijing pada 24 April 2012.

Protokol hal yang demikian mengendalikan importasi sarang burung walet ke Tiongkok bisa dikerjakan seandainya perusahaan sudah memenuhi persyaratan higienitas dan diregistrasi oleh AQCIQ lebih lanjut melalui rekomendasi Badan Karantina Pertanian.

Sarang walet populer diaplikasikan sebagai bahan makanan atau minuman. Tiongkok yakni negara konsumen sarang walet terbesar.

Di negara ini, sarang walet awam dikonsumsi dikala Hari Raya Imlek. Dalam 1 kilogram sarang burung walet, harga yang bisa dibandrol bahkan 15 juta.

Data Badan Karantina Pertanian menceritakan, negara tujuan ekspor sarang walet antara lain Kanada, Hong Kong, Italia, Jepang, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Makau, Belanda sampai Korea. Jumlah ekspor terbesar yakni ke Hong Kong sebanyak 300,820 kg pada 2014. Diikuti Singapura 80,218 kg dan Vietnam 50,584 kg. Ekspor sarang walet malahan terus naik tiap-tiap tahunnya.

Baca juga: Restoran Hokkaido Hidangkan “Raja Kepiting” di Jepang

“Dengan potensi produksi sarang burung walet Indonesia sebesar 400.000 kg/tahun maka potensi skor ekspor sarang burung walet per tahun dapat menempuh US$ 1.000 atau setara Rp 4,8 triliun,” kata Eddy Purnomo, Kepala Komponen Aturan dan Humas Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementerian Pertanian dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Rabu (13/10/2015).

BKP Kementan bertugas menjamin keamanan produk sarang walet yang akan diekspor bebas dari Avian Influenza dan penyakit unggas lainnya serta memenuhi prasyarat layak protokol yang disepakati.

Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sarang Walet Indonesia (APPWSI) Boedhi Mranata mengungkapkan, para pengusaha akan memastikan produk yang dibuat sudah melewati rangkaian uji standar keamanan pangan yang ditetapkan Tiongkok atau negara tujuan ekspor lainnya.

Ke depan, diharapkan volume ekspor bisa terus meningkat sejajar dengan pertumbuhan industri sarang walet di Indonesia.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3044017/sarang-burung-walet-ri-tembus-pasar-tiongkok