Monthly Archives: October 2009

  • 0

Acara Rilis Windows 7 di Nipponbashi Den-Den Town

Category : Berita , Budaya

Sistem operasi terbaru Microsoft yaitu Windows 7 dirilis tanggal 22 Oktober kemarin di Jepang. Untuk merayakannya, toko-toko mengadakan event hitung mundur untuk menanti detik di mana program tersebut bisa dijual yaitu 22 Oktober pukul 0 pagi!

Pada video di atas kalian bisa melihat event hitung mundur tersebut di salah satu toko yang terdapat di Nipponbashi Den-Den Town. Tempat yang bisa disingkat Ponbashi ini adalah pusat elektronik dan hal-hal yang berbau “otaku” di Osaka, jadi bisa dianggap sebagai Akihabara-nya orang Osaka atau daerah Kansai.

Agar bisa mengikuti hitung mundurnya, ayo hafalkan angka-angka berikut (hanya saja, pada hitungan ke-7 mereka menggunakan “seven” karena Windows yang dirilis adalah “Windows Seven”):

  • 0: zero
  • 1: ichi
  • 2: ni
  • 3: san
  • 4: yon atau shi
  • 5: go
  • 6: roku
  • 7: nana atau shichi
  • 8: hachi
  • 9: kyuu
  • 10: juu

Ini beberapa kosakata yang mungkin menarik untuk diketahui berkaitan dengan topik kali ini:

オペレーティングシステム (opereetingu shisutemu): Sistem operasi (operating system)
インストール (insutooru): install
カウントダウン (kaunto daun): hitung mundur (countdown)
イベント (ibento): event, acara
パソコン (pasokon): komputer
ノートパソコン (nooto pasokon): laptop, notebook
アップグレード (appugureedo): upgrade
バックアップ (bakku appu): backup
メモリ (memori): memori
更新 (koushin): update, pemutakhiran

(rasa-rasanya hampir semuanya menggunakan katakana ya?)

Ada yang menggunakan Windows 7 di sini? Saya sendiri saat ini puas dengan XP, dan mungkin suatu saat pindah total ke Ubuntu Linux.


  • 0

Peribahasa: Baka to kemuri wa takai tokoro ga suki (orang bodoh dan asap sama-sama suka tempat tinggi)

Category : Budaya

Ada pepatah baka to kemuri wa takai tokoro ga suki (馬鹿と煙は高いところが好き) yang terjemahannya “orang bodoh dan asap sama-sama suka tempat tinggi”. (maafkan kata-kata yang agak vulgar, karena memang peribahasanya seperti itu)

Seperti kita tahu, asap adalah zat sisa pembakaran dan dengan kata lain benda tidak berguna. Secara alami, asap memang akan naik ke atas, ke tempat yang tinggi.

Nah “orang bodoh” pada pepatah ini diumpamakan seperti asap. Dia sebetulnya kosong dan tidak berguna, namun akan sangat senang menerima pujian dan malah akan berusaha semakin menyombongkan dirinya agar terdengar semakin hebat. Dia sebetulnya tahu bahwa dirinya berada di bawah, sehingga senang kalau ada kesempatan untuk membuatnya terlihat lebih tinggi dari orang lain.

Ya, jadi maksud peribahasanya kurang lebih adalah “orang yang tidak punya kemampuan akan sangat senang dipuji dan membanggakan dirinya”. Pada intinya mirip dengan “tong kosong nyaring bunyinya” yang sudah sangat kita kenal.

Katanya dulu peribahasa ini sering dipakai untuk bercanda. Misalnya sekumpulan teman sedang berkumpul, lalu salah satunya mengambil posisi yang lebih tinggi (misal kasur atau kursi) padahal yang lain ada di lantai. Pada kasus tersebut orang itu bisa diejek dengan peribahasa ini :) . (dengan kata lain menyamakannya dengan orang bodoh)