Monthly Archives: June 2009

  • 0

Ehon digital: Cerita rakyat Jepang dan negara-negara lain

Siapa yang tidak suka ehon (絵本) atau buku bergambar? Nah, di situs DIGITAL EHON kalian bisa mendownload ehon digital (e-ehon???) untuk Windows.

Ehon yang tersedia bermacam-macam, mulai dari cerita rakyat Jepang seperti Momotaro sampai cerita dongeng Indonesia seperti Legenda Gunung Tangkuban Perahu. Fabel barat seperti Kura-Kura dan Kelinci pun ada di situ.

Dan ngomong-ngomong tentang dongeng, mari kita berkenalan dengan satu pembuka cerita yang ampuh:

昔々あるところに。。。
mukashi mukashi aru tokoro ni
Di suatu tempat pada zaman dahulu kala…

……

(aru di sini artinya “suatu”, beda dengan aru seperti pada kuruma ga aru (ada mobil) yang artinya “ada”)

Di setiap cerita pada program tersebut, ada gambar, teks Jepang dan Inggris, dan terakhir audio Jepang dan Inggris. Jadi kurang apa lagi? Silahkan kunjungi DIGITAL EHON.


  • 0

Peribahasa: oboreru mono wa wara o mo tsukamu

Di atas kalian bisa melihat komik Kariage-kun. Apa yang lucu dari gambar di atas?

Inti lawakannya adalah bahwa Kariage-kun (orang yang iseng) mengikuti suatu peribahasa (kotowaza) di Bahasa Jepang:

溺れる者は藁をも掴む
oboreru mono wa wara o mo tsukamu
Orang yang tenggelam akan menggapai bahkan jerami sekalipun

……

Arti peribahasanya adalah bahwa pada keadaan susah atau bahaya, orang akan mati-matian menggunakan bantuan apapun walaupun misalnya hal/benda yang bersangkutan sebenarnya tidak berguna.

wara o (mo) tsukamu (menggapai/berpegangan pada jerami) sendiri bisa digunakan untuk menggambarkan situasi yang sangat gawat atau benar-benar tidak ada harapan.

Ini contoh kalimatnya:

藁をも掴む思いで始めた商売だったが、今では支店を出せるほどになった。 [1]
wara o mo tsukamu omoi de hajimeta shoubai datta ga, ima de wa shiten o daseru hodo ni natta
Waktu memulai usaha ini rasanya seperti (orang tenggelam yang) berpegangan pada jerami, tapi sekarang saya sudah bisa membuka cabang.

……

Terakhir, di sini gabungan o (を) dan mo (も) maknanya mirip de sae mo atau de sura mo (bahkan). Kalau objek suatu kalimat ingin dijadikan topik juga, jangan gunakan o wa atau o mo, namun cukup wa atau mo saja. Contohnya adalah sakana mo tabeta (makan ikan juga), BUKAN sakana o mo tabeta.

Banyak lawakan pada komik Jepang yang hanya bisa dimengerti sepenuhnya kalau kita tahu latar belakang budaya di dalamnya. Kalau kapan-kapan saya menemukannya lagi, akan saya posting di sini :)