Monthly Archives: July 2008

  • 0

Dungeon Seeker dan Game Rpg Jepang Lain Berbasis Wolf Rpg Editor

WOLF RPG Editor adalah program Jepang untuk membuat game-game RPG 2D ala Final Fantasy. Di editornya sendiri disediakan contoh permainan yang bisa diselesaikan dalam jangka waktu singkat.

ちょっと食べていかないかい?
Maukah kamu mencicipi masakanku?

ウルファールはマシンガンを乱射した
Wolvar menembakkan machine gun secara membabi-buta

Download di sini. Cari yang ukuran berkasnya lebih besar, 3.5 MB pada versi 1.03b. Yang ukurannya lebih kecil hanya updatenya.

エディター (editaa): editor, penyunting
ダウンロード (daunroodo): download, unduh
更新 (koushin): update, pemutakhiran

Game bisa menjadi media yang menyenangkan untuk belajar bahasa Jepang, terutama game RPG yang umumnya berisi lebih banyak narasi dibanding jenis game lain. Inilah daftar dua game Jepang yang dibuat dengan WOLF RPG Editor ini yang kesemuanya bisa didownload gratis:

Dungeon Seeker

Di salah satu sudut dunia yang dipenuhi petualang ini, terdapat suatu gua kecil. Dalamnya adalah labirin sangat panjang yang seakan tak berujung. Siapa yang membuatnya, dan untuk apa? Tidak ada yang pernah melihat bagian terdalamnya. Kamu juga salah satu petualang yang mendengar dan mencoba menantang labirin itu.

はじめまして
Salam kenal…

オオネズミ
Tikus besar

Di Dungeon Seeker kelas yang bisa dimainkan beragam, mulai dari wizard sampai paladin. Download di sini. (DS_103.zip berukuran 7.4 MB pada versi 1.03)

冒険 (bouken): petualangan
冒険者 (boukensha): petualang
洞窟 (doukutsu): gua

Sasuga to Little no Tabi

Perjalanan Sasuga bersaudara dan perempuan bernama Little (ritoru)! Walaupun kelihatannya imut, tentu ada pertarungannya.

Sasuga bersaudara sendiri adalah tokoh seni ASCII yang sering muncul di 2ch dan bulletin board Jepang sejenisnya, dengan wajah seperti berikut:

  ∧_∧
  ( ´_ゝ`)
 /    \

Gamenya cukup besar (31 MB) dan bisa didownload di sini. (cari pranala ダウンロード)

兄弟 (kyoudai): kakak beradik, -bersaudara
旅 (tabi): perjalanan

Saya sendiri sudah menyelesaikan game contohnya dan saat ini sedang menyelesaikan Dungeon Seeker :) . Kalau ingin menikmati cerita, kamu bisa langsung mencoba Dungeon Seeker karena game contohnya tidak punya cerita koheren dan NPCnya kebanyakan hanya mendemokan teknologinya saja. Jangan lupa menggunakan pengenal tulisan tangan untuk menyelidiki huruf-huruf yang muncul.


  • 0

Kanjiku #1 – Mata (目) dan Mulut (口)

Category : Kanjiku

Mulai saat ini segmen kanjiku (漢字区) di Yumeko akan diberi nomor. Dengan adanya nomor seri ini, kita akan bisa merasakan suatu kemajuan. Bayangkan saja kalau kamu terus mengikuti pelan-pelan dan suatu saat tiba-tiba sadar bahwa episodenya sudah sampai 100! Pasti saat itu kamu sudah tahu cukup banyak kan?

Karena episode ini dinomori satu, maka anggap saja episode-episode sebelumnya bernomor nol atau negatif. Ini daftar semua episode sebelumnya yang khusus membahas kanji:

-4) 4 kanji pertamamu! Dan kenapa harus menulis dengan cara yang benar…
-3) Penjumlahan dan pengurangan
-2) Di tengah sawah padi (田 dan 中) – tanaka
-1) Kuis mencari penulisan kanji Tanaka
0) Batu di sungai (石 dan 川)

Tutorial Watarasebashi juga punya beberapa artikel yang topiknya berhubungan dengan kanji: Mengenal kanji, Bacaan kun dan on, Okurigana dan tips belajar kanji

Kali ini kita akan membahas dua kanji yang mudah lagi. Keduanya diajarkan di kelas 1 SD dan berhubungan dengan anggota tubuh.

Mata (目, me) dan mulut (口, kuchi)

Bahasa Jepang mata adalah me. Agar mudah mengingatnya, bayangkan saja mata merah:

Nemonik \"me\" ke \"mata\" - mata merah

Bahasa Jepang mulut adalah kuchi. Bayangkan kucing yang melahap tikus di mulutnya:

Nemonik \"kuchi\" ke \"mulut\" - kucing dengan tikus di mulutnya

Nah kanjinya sangat mudah diingat karena bentuknya mirip mata dan mulut! Hanya saja, perlu diketahui bahwa di kanji tidak ada bentuk lingkaran jadi semua bentuk yang melingkar atau lonjong (misal mata) dijadikan segi empat! Perhatikan kemiripannya di ilustrasi berikut:

Ilustrasi kanji me (目) dan kuchi (口)

Alien tersebut sedang tidur-tiduran, oleh karenanya kepalanya tidak tegak. Dia kaget melihat kamu sehingga mulutnya menganga lebar.

Inilah urutan menggambar 目:

Urutan guratan/penulisan kanji 目 (me, mata)

Ingat bahwa sebelum kotak luar diselesaikan, kamu mengisi dalamnya dulu. Sama seperti kotak kado, sebelum ditutup harus diisi hadiah dulu. Itu adalah aturan umum dalam menulis kanji.

Ini urutan menggambar 口:

Urutan guratan/penulisan kanji 口 (kuchi, mulut)

Bentuk kotak 口 ini akan sering muncul di kanji-kanji lain, jadi ingat baik-baik cara menulisnya.

Penggunaan

Kedua kanji tersebut digunakan di nama-nama misalnya 夏目漱石 (Natsume Souseki) sang novelis terkenal dan 山口 (Yamaguchi) yaitu salah satu prefektur di Jepang.

Inilah contoh penggunaanya di kalimat:

アメリカ人は口で、日本人は目で話す。[1]
amerika-jin wa kuchi de, nihon-jin wa me de hanasu
Orang Amerika berbicara dengan mulut, orang Jepang dengan mata.

アメリカ人 (amerika-jin): orang Amerika
日本人 (nihon-jin): orang Jepang
話す (hanasu): berbicara

Aneh? Itu adalah judul artikel Slashdot Jepang tentang suatu penelitian. Saat berbicara, orang pasti melihat lawan bicaranya untuk menangkap petunjuk-petunjuk emosi tertentu. Nah ternyata orang Jepang cenderung melihat mata lawan bicaranya sedangkan orang Amerika mulut.

Ini contoh yang mudah-mudahan lebih normal:

彼は口が臭い。[2]
kare wa kuchi ga kusai
Dia mulutnya bau.

彼 (kare): dia
臭い (kusai): bau tidak enak

Mungkin bukan contoh yang terlalu bagus… Ini contoh terakhir:

幸せは目の前にある。[3]
shiawase wa me no mae ni aru
Kebahagiaan ada di depan mata.

幸せ (shiawase): kebahagiaan
前 (mae): depan
ある (aru): ada

Terlalu puitis?

Sampai jumpa lagi di artikel kanjiku berikutnya dan jangan lupa untuk mencoba menulis kanji-kanji yang telah dipelajari di sini.


  • 0

Tutorial Watarasebashi #12 – Partikel konteks de (で)

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Akhirnya kita sampai pada pembahasan liriknya! Pertama-tama, perlu diketahui bahwa dalam lagu seringkali satu kalimat dipecah menjadi beberapa baris. Nah, kalimat pertama yang akan kita pelajari terdiri dari baris pertama dan kedua pada lagu tersebut:

渡良瀬橋で見る夕日をあなたはとても好きだったわ
watarasebashi de miru yuuhi o anata wa totemo suki datta wa
Kamu dulu sangat senang dengan matahari terbenam di Jembatan Watarase

Terjemahan yang diberikan di atas sebetulnya bukan terjemahan literalnya, tapi terjemahan yang terdengar enak dan alami di bahasa Indonesia. Ini adalah aturan emas penerjemahan: hasil terjemahanmu harus terdengar alami. Hal tersebut terutama penting dengan bahasa Jepang, karena banyak ide-ide dasar yang diekspresikan dengan cara yang jauh berbeda dibandingkan bahasa Indonesia. Untuk mengatakan “harus makan”, misalnya, orang Jepang sebetulnya mengatakan “jika tidak makan, tidak baik”. Kalau terjemahan mentahnya digunakan, tentu terdengar ganjil.

Kita akan menggunakan konvensi tersebut di tutorial ini. Saat membahas kalimat baru dari lagunya, yang pertama kali akan diberikan adalah terjemahan bagusnya agar kamu punya gambaran jelas mengenai kalimatnya. Baru setelahnya kita akan mempelajarinya dari kacamata pelajar bahasa dan menyelidiki arti mentah yang sebetulnya dikandung kalimat tersebut.

Urutan dalam kalimat

Di bahasa Indonesia, kalimatnya menggunakan struktur SUBJEK VERBA OBJEK. Contohnya adalah “saya makan ikan”. Posisi subjek dan objeknya sangat penting, sebab mengubah urutannya bisa menghasilkan kalimat yang artinya lain seperti “ikan makan saya”.

Namun di bahasa Jepang, aturan utama dalam susunan kalimat hanya satu: verba (kata kerja) harus diletakkan di belakang. Sudah, itu saja! Mengenai subjek, objek, dan lainnya, semuanya muncul sebelum verba dan bisa dalam urutan apapun. Jadi bisa saja strukturnya SUBJEK OBJEK VERBA atau bahkan OBJEK SUBJEK VERBA tanpa ada perubahan arti. Kita akan melihat nanti bahwa ini bisa dilakukan karena peran tiap kata ditandai dengan partikel (dan kita akan mempelajari salah satunya di sini).

Jadi buang segala asumsi atau ajaran bahwa urutan kalimat di bahasa Jepang harus begini atau begitu. Yang penting hanya satu yaitu verba harus di akhir. Itu akan menyelamatkanmu dari banyak masalah saat berusaha memahami bahasa Jepang.

Partikel de (で) untuk menyatakan alat dan lokasi

Partikel de (で) pada dasarnya menyatakan konteks suatu aksi. Kalau seseorang makan, dengan alat apa dia makan? Kalau seseorang pergi, dengan kendaraan apa? Alat yang digunakan ditandai de seperti pada contoh berikut:

1) 箸で食べる。
hashi de taberu
Makan dengan sumpit.

箸 (hashi): sumpit
食べる (taberu): makan

Partikel ditempel di belakang kata yang ingin ditandai. Dalam hal ini de menempel di belakang hashi (sumpit).

Kalau bisa tergambar semacam ikatan seperti pada diagram-diagram kimia (H-O-H), maka penulisannya adalah hashi-de taberu dan bukan hashi de-taberu. Terakhir, perhatikan bahwa verbanya yaitu taberu (makan) diletakkan di akhir seperti yang sudah kita bahas.

(Kalau kamu masih ingat, hashi juga berarti jembatan. Tapi penulisan kanjinya beda, 橋 untuk jembatan dan 箸 untuk sumpit. Ini bukan hal yang langka di bahasa Jepang: banyak sekali kata-kata yang bunyinya sama namun artinya berbeda.)

Ini contoh lain:

2) バスで行く。
basu de iku
Pergi dengan bis.

バス (basu): bis
行く (iku): pergi

Pada kedua contoh di atas, konteksnya adalah alat. Namun, konteks juga bisa menunjukkan lokasi. Kalau seseorang bermain, di mana dia bermain? Partikel de memberikan informasi tersebut, seperti pada contoh-contoh berikut:

3) レストランで飲む。
resutoran de nomu
Minum di restoran.

レストラン (resutoran): restoran
飲む (nomu): minum

4) 帰り道で会う。
kaerimichi de au
Bertemu di jalan pulang.

帰り道 (kaerimichi): jalan pulang
会う (au): bertemu

Dengan pengetahuan ini, kita sudah bisa memahami sepotong dari lagu Watarasebashi:

渡良瀬橋で見る
watarasebashi de miru
melihat di Jembatan Watarase

渡良瀬橋 (watarasebashi): Jembatan Watarase
見る (miru): melihat

Mudah bukan?

Ada satu perkecualian yang perlu diketahui. Untuk menyatakan keberadaan (“ada”), misalnya “ada di rumah”, tidak digunakan partikel de untuk menandai lokasinya. Kasus penting ini akan dibahas di artikel lain.

Penutup

Partikel menunjukkan peran kata dalam kalimat dan digunakan secara ekstensif di bahasa Jepang. Menguasai berbagai jenis partikel yang ada akan menjadi salah satu tema utama dalam menguasai bahasa Jepang. Di sini kita telah belajar partikel konteks de yang menandai bahwa suatu kata berfungsi sebagai alat atau sebagai lokasi kejadian.

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

箸 (hashi): sumpit
食べる (taberu): makan
橋 (hashi): jembatan
バス (basu): bis
行く (iku): pergi
レストラン (resutoran): restoran
飲む (nomu): minum
帰り道 (kaerimichi): jalan pulang
会う (au): bertemu
渡良瀬橋 (watarasebashi): Jembatan Watarase
見る (miru): melihat


  • -

Tutorial Watarasebashi #11 – Konsonan Bersuara Pada Kata Gabungan

Tags :

Category : Budaya , Pemula

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Setelah mempelajari pengelompokan kana menjadi baris-baris tertentu, sekarang kita akan belajar suara-suara konsonan tambahan yang diperoleh dengan memodifikasi suara-suara dasarnya. Setelahnya, kita akan bisa memamahi pembentukan kata watarasebashi dan kata-kata lain yang sejenis.

Konsonan bersuara dan plosif

Beberapa suara konsonan bunyinya mirip dengan konsonan lain. Contohnya, coba kamu buat suara “ta” dan “da” dengan mulutmu, lalu bandingkan gerakan lidah dan bunyi keduanya. Mirip kan?

Fonologi Jepang sadar akan kemiripan tersebut, dan oleh karenanya hiragana untuk “da” hanyalah hiragana “ta” yang diberi tanda tambahan:

tanda dakuten

Tanda yang memodifikasi suara tersebut adalah dua garis kecil yang mirip tanda kutip (゛) dan disebut dakuten (濁点). Karena bentuk garis kecilnya disebut ten (点), kadang-kadang tanda itu secara informal disebut tenten (点々). Suara konsonan hasil modifikasinya disebut sebagai konsonan bersuara (voiced consonant).

Daftar perubahan suara yang mungkin dengan tanda dakuten adalah k→g, s→z, t→d, dan h→b. Beberapa suara perkecualian pada kana dasar juga menghasilkan perkecualian jika disuarakan, misalnya “shi” (し) yang menjadi “ji” (じ) dan bukan “zi”.

Terdapat juga tanda lingkaran (゜) yang mengubah suara vokal h→p. Tandanya disebut handakuten (半濁点) atau secara informal maru (丸). Suara konsonan p ini secara teknis disebut plosif.

Inilah daftar seluruh suara modifikasi tersebut:

Vokal
a i u e o
k→g
ga

gi

gu

ge

go
s→z
za

ji

zu

ze

zo
t→d
da

ji

dzu

de

do
h→b
ba

bi

bu

be

bo
h→p
pa

pi

pu

pe

po

Perhatikan bahwa suara “ji” bisa ditulis dengan じ maupun ぢ. Hampir selalu, yang digunakan adalah じ. づ suaranya adalah “dzu” namun seringkali dalam romanisasi ditulis “zu”.

Penyuaraan dalam pembentukan kata

Di bahasa Jepang, jika dua kata digabung menjadi satu kata baru, seringkali konsonan awal pada kata kedua disuarakan. Misalnya, suara yang aslinya “h” berubah menjadi “b” pada kata gabungan. Dengan pengetahuan ini, sekarang jelas kenapa watarase (nama) + hashi (jembatan) menjadi watarasebashi (Jembatan Watarase)!

Di bawah akan diberikan contoh-contoh gabungan kata yang semuanya menggunakan penyuaraan. Formatnya adalah kuis, jadi coba jawab sebelum melihat kuncinya. Silahkan menggunakan tabel perubahan suara di atas sebagai referensi.

1) shabon (sabun) + tama (bola) =
Jawaban: shabondama (gelembung sabun)
2) watarase (nama) + kawa (sungai) =
Jawaban: watarasegawa (Sungai Watarase)
3) takara (harta karun) + hako (kotak) =
Jawaban: takarabako (kotak harta karun)
4) hyoutan (nama) + shima (pulau) =
Jawaban: hyoutanjima (Pulau Hyoutan)
5) hana (bunga) + hi (api) =
Jawaban: hanabi (kembang api)
6) hito (orang) + hito (orang) =
Jawaban: hitobito (orang-orang)
7) ao (biru) + sora (langit) =
Jawaban: aozora (langit biru)
8) ya (panah) + shirushi (tanda) =
Jawaban: yajirushi (tanda panah)
9) hana (hidung) + chi (darah) =
Jawaban: hanaji (mimisan)
10) suika (semangka) + hatake (ladang) =
Jawaban: suikabatake (ladang semangka)

Di atas telah disebutkan bahwa suara “ji” umumnya ditulis dengan じ. Namun perhatikan bahwa hanaji jika ditulis dengan hiragana adalah はなぢ dan bukan はなじ. Ini mudah dimengerti karena kata pembentuk keduanya adalah ち (chi, darah) dan bukan し (shi).

Terakhir, perlu diingat juga bahwa penyuaraan yang telah dibahas tidaklah universal. Sebagai contoh, niwa (taman) + ki (pohon) adalah niwaki (pohon taman) tanpa penyuaraan. kutsu (sepatu) + shita (bawah) juga hasilnya hanyalah kutsushita (kaos kaki).

Penutup

Kita telah selesai membahas judulnya. Selanjutnya, kita akan mulai membahas tata bahasa yang terdapat pada liriknya. Sampai jumpa!

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

橋 (hashi): jembatan
渡良瀬橋 (watarasebashi): jembatan Watarase
島 (shima): pulau
ひょうたん島 (hyoutanjima): pulau Hyoutan (dengar lagunya!)
シャボン (shabon): sabun
シャボン玉 (shabondama): gelembung sabun
川 (kawa): sungai
渡良瀬川 (watarase): sungai Watarase
宝 (takara): harta karun
箱 (hako): kotak
宝箱 (takarabako): kotak harta karun
花 (hana): bunga
火 (hi): api
花火 (hanabi): kembang api
人 (hito): orang
人々 (hitobito): orang-orang
青 (ao): biru
空 (sora): langit
青空 (aozora): langit biru
矢 (ya): panah
印 (shirushi): tanda
矢印 (yajirushi): tanda panah
鼻 (hana): hidung
血 (chi): darah
鼻血 (hanaji): mimisan (hidung berdarah)
スイカ (suika): semangka
畑 (hatake): ladang
スイカ畑 (suikabatake): ladang semangka
庭 (niwa): taman
木 (ki): pohon
庭木 (niwaki): pohon taman
靴 (kutsu): sepatu
下 (shita): bawah
靴下 (kutsushita): kaos kaki