Monthly Archives: June 2008

  • 0

Tutorial Watarasebashi #02 – Tentang Lagunya

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Kita akan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materi studi di tutorial ini. Karenanya, pertama-tama kita akan sedikit membahas latar belakang dan gambaran umum cerita pada lagunya.

Watarasebashi sendiri artinya “Jembatan Watarase”, jembatan nyata yang ada di tengah kota Ashikaga, prefektur Tochigi. Dibangun melintasi Sungai Watarase (Watarasegawa), struktur ini terkenal dengan keindahan matahari terbenamnya.

Lagunya menceritakan tentang seorang perempuan yang tinggal di daerah Jembatan Watarase. Dia mengenang cintanya yang kandas karena kekasihnya tidak bisa menetap di kota itu sedangkan dia sendiri tidak ingin meninggalkan tanah kelahirannya. Walaupun begitu, perempuan tersebut sadar bahwa semuanya sudah memilih jalan masing-masing, dan hanya bisa menyimpan segala kenangan masa lalunya sebagai harta karun paling berharga di hatinya. Perasaan yang paling diekspresikan di lagu ini menurut saya adalah rasa syukur pada Tuhan bahwa dia pernah dianugerahi kenangan manis tersebut.

Lagu ini dikarang dan pertama kali dinyanyikan oleh Moritaka Chisato pada tahun 1993. Karena lagu ini, Jembatan Watarase menjadi terkenal di seluruh penjuru Jepang dan sering menjadi objek wisata setempat. Watarasebashi telah dinyanyikan ulang oleh berbagai penyanyi lain, dan saya sendiri mengenal lagu ini melalui versinya Matsuura Aya yang dirilis tahun 2004. Pada tahun 2007 lalu, pemerintah setempat membangun monumen kecil di dekat Jembatan Watarase yang menuliskan lirik lagunya secara lengkap.

Di episode berikutnya, kita akan melihat monumen lirik tersebut dari dekat dan memulai studi bahasa Jepang kita!


  • 0

Tutorial Watarasebashi #01 – Belajar Bahasa Jepang Secara Alternatif Menggunakan Lagu

Kamu beruntung sekali datang hari ini, karena sekarang kita akan mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda! Kita akan belajar bahasa Jepang dari nol, ya, dari nol, dengan perantara sebuah lagu. Begini metodenya…

Lagu yang akan kita pelajari adalah Watarasebashi, tembang indah tahun 90-an. Lagu karangan Moritaka Chisato ini telah dinyanyikan ulang oleh beberapa penyanyi dan saya pribadi mengenalnya melalui Matsuura Aya. Kita akan berusaha memahami liriknya dari awal sampai akhir, sedikit demi sedikit. Nah, setiap kali kita bertemu suatu tata bahasa baru, maka kita akan membahas tata bahasa tersebut. Apa yang telah kita pelajari di suatu episode akan menjadi fondasi bagi episode-episode selanjutnya. Jadi, cara mengikuti seri ini adalah dengan membaca secara urut dari episode pertama sampai akhir.

Kalau saat ini kamu belum tahu apa-apa tentang bahasa Jepang, berbahagialah, karena di akhir bedah lagu ini kamu akan bisa cukup banyak! Bagi yang sudah mengerti sedikit bahasa Jepang, bersiaplah untuk mempelajari materi-materi yang lebih menantang di sini. Seri ini juga diharapkan menjadi bacaan dan review yang menyenangkan bagi pelajar dan pengguna bahasa Jepang tingkat lanjut.

Kenapa lagunya Watarasebashi? Pertama, karena saya suka lagu itu. Lagunya enak, dan saya berharap kamu juga akan berpendapat begitu setelah mendengarnya. Kedua, tempo lagunya lambat dan pengucapannya relatif jelas sehingga merupakan materi latihan mendengar yang bagus juga. Ketiga, dan sebetulnya yang paling penting, adalah karena di lagu tersebut tersembunyi banyak sekali harta karun pola-pola tata bahasa! Bentuk kamus sampai bentuk sopan, bentuk lampau sampai pengandaian, bahkan bentuk rendah diri, semua ada di lagu tersebut dan akan kita pelajari secara bertahap!

Selain tutorial ini, Yumeko juga merupakan rumah bagi Tutorial Tae Kim yang masih dalam penerjemahan. Tentunya penerjemahan tutorial Tae Kim tersebut masih akan terus berlanjut. Mungkin kamu jadi bertanya-tanya, “Perbedaannya apa saja? Kenapa perlu ada dua?”. Selain tentunya beda dalam urutan penyampaian materi, perbedaan utama lainnya adalah mengenai penggunaan romaji dan cakupan materinya.

Tutorial Tae Kim mewajibkan penggunanya menghafalkan dua jenis huruf Jepang yaitu hiragana dan katakana karena tidak menggunakan romaji. Itu memang keharusan dalam mempelajari bahasa Jepang. Di lain pihak, saya juga merasa bahwa banyak orang yang ingin mulai belajar bahasa Jepang namun sebelum memutuskan untuk belajar hurufnya ingin sedikit mencicipi kosakata dan tata bahasanya dulu. Nah tutorial Watarasebashi ini terutama ditujukan bagi mereka, karena di sini romaji akan disertakan.

Dari segi cakupan, walaupun tutorial Watarasebashi akan membahas banyak tata bahasa, tetap saja akan jauh dari sebuah referensi yang lengkap. Ini memang sesuai dengan tujuannya, yaitu mengajak pembaca mencelupkan kakinya ke bahasa Jepang dengan cara yang unik, sebelum pembaca berlanjut ke materi yang lebih komprehensif seperti tutorial Tae Kim. Namun tutorial ini juga akan sesekali membahas aspek budaya yang muncul di lagunya dengan dalam, sesuatu yang tidak bisa ditemui di tutorial-tutorial lain. Terakhir, jangan kaget kalau nanti banyak penjelasan yang pada dasarnya sama dengan yang digunakan di tutorial Tae Kim, karena saya pribadi menggunakan cara berpikir yang diajarkan Tae Kim untuk memahami bahasa Jepang.

Adakah yang tertarik? Saya sendiri merasa sangat entusias! Lagunya akan disediakan sepotong-sepotong sesuai dengan pembahasan tiap episode. Untuk saat ini, kamu bisa mendengar lagu penuhnya beserta videonya di YouTube, baik versi yang dibawakan Matsuura Aya maupun versi aslinya Moritaka Chisato. Kamu juga bisa mendengar lagunya lewat imeem. Selama pembuatan tutorial ini, kesan, saran, maupun koreksi dari seluruh pembaca yang budiman akan kami terima dengan senang hati.

Sampai jumpa di episode mendatang!


  • 0

Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum
Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)
Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbisebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n’ atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin’enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon’no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)
“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya
Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda Baca
Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol
Cara menulis
Titik Jepang 。
. (titik)
Koma Jepang 、
, (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・
/ (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」
[ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー
– (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~
~ (tilda)
Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia
Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
onpu: ♪. “onpu” artinya not.
ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?
Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup
Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.


  • 0

Cara Menulis Huruf Jepang di Windows Xp: Menginstall Microsoft Input Method Editor (Ime)

Setelah menginstall font Jepang, langkah selanjutnya untuk mendukung studi bahasa Jepangmu adalah dengan menginstall Input Method Editor atau IME. Dengan IME tersebut kamu bisa menulis huruf Jepang di komputer menggunakan keyboard biasa, baik hiragana, katakana, maupun kanji!

Dengan kemampuan tersebut, kamu bisa melakukan sangat banyak hal baru! Kamu bisa dengan mudah mencek penulisan suatu kata tanpa membuka kamus. Kamu bisa melakukan pencarian kata-kata bahasa Jepang di Google maupun Wikipedia Bahasa Jepang. Kamu juga bisa berinteraksi di situs-situs berbahasa Jepang seperti 2ch maupun berkorespondensi dengan orang Jepang melalui email dan IM. Tentu saja, kamu juga bisa menggunakan kanji-kanjinya sebagai elemen misterius pada desain grafismu.

Instalasi Input Method Editor

Catatan: Agar bisa menjalankan langkah-langkah di artikel ini, kamu sebelumnya perlu menginstall font bahasa Jepang yang sudah dijelaskan pada artikel cara menginstall font bahasa Jepang.

Pertama, pergi ke Control Panel dan buka Regional and Language Options. Kalau entah kenapa kamu tidak bisa menemukannya, kamu bisa menjalankannya lewat StartRun... lalu memasukkan perintah intl.cpl. Dari window yang muncul pergilah ke tab Languages:

Window Regional and Language Options pada Windows XP untuk menginstall dukungan menulis bahasa Jepang

Dari situ, klik tombol Details...:

Langkah-langkah untuk instalasi dukungan menulis bahasa Jepang pada Windows XP

Dari window berikutnya yang muncul, pertama tekan tombol Add..., lalu pada bagian Input language pilih Japanese. Tekan OK. Kamu bisa melihat bahwa kini dukungan untuk menulis huruf Jepang sudah ditambahkan:

Dukungan menulis bahasa Jepang di komputer Windows XP yang sudah diinstall

Berikutnya tergantung dari keadaan komputer kamu. Kalau di layar tersebut selain bahasa Jepang hanya ada bahasa-bahasa yang menggunakan huruf latin, misalnya bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, maka hapus saja dukungan keyboard untuk bahasa tersebut. Ini karena dengan settingan bahasa Jepang pun kamu bisa menulis huruf latin. Kalau kamu menggunakan bahasa lain misalnya bahasa Arab atau Korea, jangan hapus mereka karena tentu saja IME bahasa Jepang tidak bisa digunakan untuk menulis bahasa-bahasa tersebut.

Pada contoh di atas hanya terdapat bahasa Inggris jadi settingan keyboardnya akan dihapus. Klik nama bahasanya, lalu tekan tombol Remove. Kalau kamu tidak ingin menghapus apapun, kamu mungkin ingin merubah Default input language menjadi Japanese - Microsoft IME Standard 2002 ver. 8.1 (sekali lagi, dengan default bahasa Jepang pun kita masih bisa menulis huruf latin).

Setelahnya tekan tombol OK. Mungkin Windows akan mengatakan bahwa dukungan menulis bahasa yang sedang aktif (misal Inggris) tidak bisa dihapus saat ini. Kalau memang begitu kasusnya, atau kalau ada pesan lain yang menyarankan kita untuk merestart komputer, maka restart komputernya.

Pengaturan language bar

Setelah semua langkah di atas, buka program yang bisa digunakan untuk mengetik misalnya Notepad. Lalu, cari benda baru bernama “language bar” pada taskbar yang bentuknya seperti ini:

Language bar pada taskbar Windows XP yang menunjukkan bahasa Jepang sebagai bahasa yang aktif

Language bar tersebut menunjukkan bahasa apa yang akan dipakai untuk menulis. JP berarti Jepang. Kalau tadi kamu sudah menghapus bahasa-bahasa lain, atau kalau kamu sudah mengatur bahasa Jepang menjadi default, maka di situ akan tertera JP dan tidak ada yang perlu kamu ubah. Namun kalau di situ yang aktif adalah bahasa selain JP, klik saja tombolnya untuk mengubahnya:

Merubah bahasa yang aktif dari bahasa Inggris ke kahasa Jepang menggunakan language bar pada Windows XP

Kalau language barnya tidak ada di taskbar, coba cari di seluruh layar kamu. Ada kemungkinan dia melayang entah di mana seperti berikut:

Language bar pada Windows XP yang melayang bebas

Kalau yakin dia benar-benar hilang, kamu bisa memunculkannya dengan mengklik kanan taskbar dan memilih ToolbarsLanguage bar.

Cara memunculkan language bar pada Windows XP dengan mengklik kanan taskbar

Ingat, untuk menulis bahasa Jepang, kode yang tertulis pada language bar haruslah JP. Jika bahasa Jepang tidak terpilih di situ, kita tidak akan bisa menyalakan IME-nya.

Cara menulis hiragana

Setelah memastikan bahwa bahasa yang aktif pada language bar adalah Jepang, mulailah mengetik suatu kata misalnya “musume” (putri):

Menulis \"musume\" yang memunculkan huruf latin di Notepad

Terlihat bahwa yang muncul masih huruf latin. Seperti dikatakan sebelumnya, bahkan dengan settingan bahasa Jepang kita masih bisa menulis huruf latin. Untuk mulai menulis huruf Jepang, aktifkan IME dengan menekan tombol Alt+~. ~ adalah tombol yang berada di sebelah atas Tab dan di sebelah kiri tombol 1. Sekarang coba lagi tulis “musume” di bawahnya:

Menulis hiragana dari \"musume\" (むすめ) pada Notepad di Windows XP

Apa yang kamu tulis akan langsung dirubah oleh IME menjadi hiragana! Perhatikan bahwa di bawah tulisan むすめ tersebut ada garis bawah, yang artinya kita masih berada pada mode edit. Di mode edit, apa yang kita tulis belum dikirim ke programnya, misalnya Notepad.

Untuk mengirim huruf-huruf hiragana tersebut ke programnya, kamu tinggal menekan Enter:

Menulis hiragana dari \"musume\" (むすめ) pada Notepad di Windows XP

Untuk kembali menulis huruf latin, tekan saja lagi Alt+~.

Mencari penulisan kanji dan katakana

Kata “musume” memiliki penulisan kanji. Selain itu, kita juga bisa saja ingin menulis “musume” menggunakan katakana. Cara untuk mendapatkan kedua hal tersebut sangatlah mudah.

Pertama, tuliskan kata yang diinginkan misalnya “musume”. Untuk mencari penulisan selain hiragananya, kamu tinggal menekan Spasi. Nanti IME akan memberikan salah satu kemungkinan lainnya, misalnya kanji untuk kata “musume” yaitu 娘:

Konversi kanji \"musume\" (娘) di Notepad pada Windows XP

Kalau tawaran IME bukan yang kamu inginkan, tekan saja spasi lagi untuk melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya:

Konversi \"musume\" ke katakana (ムスメ) di Notepad pada Windows XP

Seperti sebelumnya, tekan Enter setelah mendapat pilihan yang diinginkan. Alternatifnya adalah menekan angka yang tertera di sebelah kiri pilihan.

Jangan kaget kalau untuk suatu kata, banyak sekali kemungkinan menulisnya. Ini karena di bahasa Jepang suaranya terbatas sehingga akhirnya banyak homofon.

Sebagai latihan, coba kamu tulis “koubou” yang kanjinya seperti ini: 工房 (ruang kerja seniman, studio). Jangan sampai salah karena artinya bisa sangat berbeda. Misalnya, 攻防 juga dibaca “koubou” namun artinya “serangan dan pertahanan”.

Penutup

Bisa dilihat bahwa kita bisa menulis bahasa Jepang pada komputer tanpa menggunakan Windows XP versi Jepang. Dengan IME, pemula sekalipun bisa mulai bersenang-senang dengan memunculkan karakter-karakter eksotis ke layar komputernya. Selama tidak aktif, IME juga tidak akan mengganggu pengguna komputer lain yang hanya perlu huruf latin. Ingatlah bahwa IME bisa digunakan di hampir semua program, mulai dari Microsoft Word, OpenOffice.org sampai Mozilla Firefox.

Fasilitas IME juga ada di Windows Vista, berbagai distro Linux misalnya Ubuntu, dan Mac OS X. Mungkin di lain waktu akan dibahas cara instalasinya di Ubuntu. Kapan-kapan kita juga akan membahas tips dan trik yang akan membuat pengoperasian IME menjadi lebih efisien.

Selamat menulis!