Monthly Archives: May 2008

  • 0

Cara Orang Jepang Tertawa di Internet

Kita semua tentunya tahu “LOL”, singkatan dari “Laugh Out Loud” atau tertawa keras. Di Internet, misalnya di forum dan saat chatting, singkatan tersebut sering dipakai sebagai simbol bahwa seseorang tertawa.

Nah, orang Jepang ternyata punya versinya sendiri! LOL versi Jepang adalah “w”. Ya, satu huruf “w”, seperti contoh berikut yang diambil dari sebuah channel IRC (nama disamarkan):

A: 管理者かな~A: kanrisha kana…A: Kamu admin di sini bukan ya?B: ねぇよw
B: Nee yo w
B: Nggak lah LOL

管理者 (kanrisha): administrator

かな (kana) digunakan saat seseorang berpikir apakah sesuatu benar atau tidak. “Bener nggak ya?”, “Bisa nggak ya?”, “Apa betul?”, dsb. ねぇ (nee) di sini adalah bahasa gaul dan maksudnya じゃない (janai, tidak). (ciri bahasa gaul adalah mengkorupsi kata-kata sebenarnya)

Kembali ke topik. Kenapa “w”?

Ini karena di bahasa Jepang “tertawa” adalah 笑う (わらう, warau). “w” adalah singkatannya. Kalau kamu tidak mau menghafalkan kata “warau”, anggap saja “w” sebagai singkatan dari “wahahahahaha” :) .

Tentu saja w bisa ditulis berulang-ulang seperti berikut (lagi-lagi dari IRC):

初心者向けなのにひでぇwww
shoshinsha muke na no ni hidee www
Walaupun buat pemula, tapi kejeeem LOLOLOL

初心者 (shoshinsha): pemula
向け (muke): ditujukan untuk …
酷い (hidoi): kejam

ひでぇ (hidee) adalah versi gaul dari ひどい (hidoi). なのに (na no ni) artinya “walaupun”.

Sebagai bonus, ini ada sebuah nemonik untuk 笑う (warau). Bayangkan saja orang yang memiliki WAjah RAUtan. Karena lucu, jadinya orang-orang KETAWA

Selamat mencoba menggunakan “w”! Mungkin bisa dicoba melalui komentar di bawah wwwwwwwwwwww


  • 0

Penjumlahan dan pengurangan

Kemarin kita mempelajari kanji 一, 二, 三, dan 十. Seperti dijanjikan, kita sekarang akan menggunakannya untuk sedikit berhitung. Berita buruknya adalah, sebetulnya di matematika, dan untuk hal-hal yang menggunakan angka pada umumnya, kanjinya tidak dipakai lagi! Ya, simbol yang telah kita kenal baik yaitu 0-9 lebih banyak digunakan di zaman modern ini. Namun berita baiknya adalah kanji tersebut belum sepenuhnya hilang! Beberapa istilah umum masih menggunakan kanjinya, dan terkadang ada yang sengaja menggunakan kanjinya untuk memberikan sehembus aura kuno atau kesan klasik.

Contohnya, cover belakang majalah Bungei Shunjuu yang saya punya menggunakan kanji untuk harganya:

Bisa melihat kanji 三 di situ kan? (Harganya adalah 730 yen)

Sekarang kembali ke topik kita kali ini yaitu berhitung. Kita akan belajar penjumlahan dan pengurangan, jadi pertama-tama mari kita pelajari istilahnya.

Menambah

“Menambah” dalam bahasa Jepang adalah 足す (たす, tasu). Nemonik untuk menghafalkannya adalah “tas”.

Mengurangi

“Mengurangi” dalam bahasa Jepang menggunakan kata 引く (ひく, hiku) yang artinya “menarik”. Nemonik untuk menghafalkannya adalah anak yang menangis. Anak yang sedang menangis karena ngambek tidak mau pulang akan bersuara “hik, hik”.

Membaca persamaan

Walaupun tidak umum untuk matematika, kita akan sengaja menggunakan kanji karena memang ingin berlatih membacanya. Lihat persamaan berikut:

一 + 一 = 二

Simbol = dibaca は (wa), jadi cara membacanya adalah “いち たす いち は に” (ichi tasu ichi wa ni). Mudah bukan? は (wa) yang kita gunakan adalah partikel topik.

Berikutnya pengurangan:

二 - 一 = 一

Mungkin kamu sedikit pusing (atau geli?) melihat serentetan garis-garis horizontal tersebut. Bertahanlah. Cara membacanya adalah “に ひく いち は いち” (ni hiku ichi wa ichi).

Latihan

Untuk menutup tulisan kali ini, silahkan latihan membaca persamaan-persamaan berikut. Sorot bagian yang abu-abu untuk melihat kuncinya:

Soal Kunci jawaban
二 + 一 = 三 に たす いち は さん (ni tasu ichi wa san)
三 + 三 + 三 + 一 = 十 さん たす さん たす さん たす いち は じゅう (san tasu san tasu san tasu ichi wa juu)
三 - 二 + 一 = 二 さん ひく に たす いち は に (san hiku ni tasu ichi wa ni)

Materi besok adalah cara membaca persamaan integral. (bercanda, bercanda!)


  • 0

4 Kanji Pertamamu! Dan Kenapa Harus Menulis Dengan Cara yang Benar…

Siapa bilang kanji susah? Beberapa kanji malah lebih mudah daripada hiragana dan katakana. Kali ini, kita akan mengenal 4 kanji termudah, tentunya juga cara menulisnya yang benar.

Kanji pertama adalah kanji untuk angka 1 yaitu 一:

Kanji ini terdiri dari satu guratan, dan cara menggambarnya adalah dari kiri ke kanan. Untuk angka satu, garisnya satu. Mudah bukan?

Kanji 一 dibaca いち (ichi). Suatu kanji pada umumnya memiliki lebih dari satu cara baca, termasuk juga kanji yang baru kita pelajari. Namun untuk sekarang kita tidak akan mempelajari bacaan lainnya.

Yang kedua adalah kanji untuk angka 2 yaitu 二

Lagi-lagi masuk akal kan? Kanji untuk angka 2 adalah dua garis mendatar! Perhatikan urutannya, bahwa kita mulai dari garis yang atas terlebih dahulu. Cara membacanya adalah に (ni).

Mungkin kamu sudah bisa menebak bahwa kanji berikutnya adalah 三 yang artinya angka 3:

Ini sangat menarik karena ketiga kanji tadi sebetulnya jauh lebih mudah dibandingkan 1 2 3 yang biasa kita kenal! Cara membaca 三 adalah さん (san).

Kanji terakhir yang akan dibahas di sini sayangnya bukan angka 4, karena bentuknya bukanlah empat garis mendatar seperti yang kamu harapkan. Yang akan kita pelajari adalah kanji untuk angka 10 yaitu 十. Sebetulnya ada cara gampang untuk mengingat kenapa bentuknya begitu. Kamu pasti masih ingat angka Romawi yang diajarkan di SD kan? Menggunakan angka Romawi, cara menulis 10 adalah X.

Pertama gambar garis horizontalnya dari kiri ke kanan, lalu garis vertikalnya dari atas ke bawah. Cara membacanya adalah じゅう (juu).

Betul kan mudah? Inilah rangkuman semua kanji tadi dan cara membacanya:

Kanji Kana Romaji Arti
いち ichi satu
ni dua
さん san tiga
じゅう juu sepuluh

Aku mau menulis dengan caraku sendiri!

Sebaiknya jangan…

Kenapa cara menulisnya harus dilakukan dengan benar? Pertama, hal tersebut sebetulnya memudahkan kita membaca tulisan orang lain! Di Jepang sana setiap orang diajari urutan dan arah guratan yang benar di sekolah. Kalau kita juga mengikuti cara menulis yang sama dengan mereka, saat bertemu tulisan orang lain yang seringnya acak-acakan kita akan sangat terbantu. Ini karena sekacau-kacaunya tulisan orang, karena urutan dan arah guratannya sama, pasti kita bisa merasakan aliran garis-garisnya.

Kamu bisa bandingkan tulisan tangan penyanyi Tanaka Reina di bawah dengan font komputer.

Kedua, mengetahui cara menulis yang benar memudahkan kita dalam melakukan pencarian di kamus. Misalnya kita menemui kanji 鋼 (baja) saat membaca suatu buku. Buku nyata, jadi tidak mungkin copy-paste ke program kamus! Kalaupun kita belum pernah menemui kanji itu sebelumnya, orang yang sudah terlatih bisa tahu bahwa kanji tersebut terdiri dari 16 guratan. Dari informasi tersebut kita akan bisa menemukan kanjinya dengan cepat baik di kamus elektronik maupun kamus cetak.

Sedikit soal

Di artikel lain kita akan menggunakan kanji-kanji tersebut untuk sedikit berhitung. Untuk sekarang, coba tebak cara membaca dan arti dari angka-angka berikut. Cara kerjanya sebetulnya tidak rumit, jadi kalau tebakanmu salah coba selidiki polanya dari kunci jawabannya:

Soal Kunci jawaban
十一 じゅういち (juuichi, 11)
十二 じゅうに (juuni, 12)
十三 じゅうさん (juusan, 13)
二十 にじゅう (nijuu, 20 (dua-puluh))
二十一 にじゅうにち (nijuuichi, 21 (dua-puluh-satu))
三十二 さんじゅうに (sanjuuni, 32 (tiga-puluh-dua))

Kalau tetap tidak mengerti, tentunya kamu bisa bertanya di komentar…


  • 0

Menginstall font bahasa Jepang di Windows XP

Category : Alat Studi

Di blog ini, selain artikel-artikel mengenai bahasa Jepangnya sendiri, sesekali akan muncul juga tulisan tentang bagaimana mengatur Sistem Operasi kamu untuk mendukung studi bahasa Jepang dan juga tentang program-program yang akan sangat membantu studi bahasa Jepangmu. Inilah artikel pertama yang mengangkat tema tersebut.

Dalam menggunakan komputer untuk belajar bahasa Jepang atau mencari hal-hal yang berbau Jepang, yang yang paling utama adalah membuat komputernya bisa menampilkan huruf Jepang. Secara default, Windows XP tidak menginstall font-font bahasa Jepang sehingga jika kita mengunjungi situs-situs berbahasa Jepang yang muncul adalah karakter yang kacau atau mojibake (文字化け). 文字 (moji) berarti huruf dan 化け (bake) berasal dari 化ける (bakeru) yang artinya berubah wujuh.

Mojibake bisa berwujud karakter yang ditampilkan sebagai kotak:

(huruf-huruf di bagian atas bisa muncul dengan benar karena merupakan bagian dari berkas gambar)

Program lain mungkin menuliskan kode Unicode karakternya di dalam kotak:

Ketiadaan font bisa juga menyebabkan karakternya ditampilkan sebagai tanda tanya (???) atau simbol lain.

Selain pada halaman situs, masalah mojibake juga bisa muncul pada jenis dokumen lain misalnya dokumen teks (.txt). Mojibake juga bisa terjadi pada program yang antarmukanya menggunakan bahasa Jepang (misalnya game-game di uue.holy.jp). Walaupun begitu, fokus artikel ini adalah pada halaman situs yang berisi teks bahasa Jepang.

Instalasi font bahasa Jepang

Di Windows XP, cara instalasinya cukup mudah. Yang kamu perlukan hanyalah CD Windows XP yang bersangkutan.

Pertama, pergi ke Control Panel dan buka Regional and Language Options. Kalau entah kenapa kamu tidak bisa menemukannya, kamu bisa menjalankannya lewat StartRun... lalu memasukkan perintah intl.cpl. Lalu dari window yang muncul pergilah ke tab Languages:

Dari situ, pilih Install files for East Asian Languages yang akan menginstall font-font untuk bahasa Jepang, China, dan Korea. Sebaiknya kamu sekalian saja memilih Install files for complex script and right-to-left languages (including Thai)karena walaupun kamu mungkin tidak ada rencana mempelajari bahasa-bahasa tersebut, tentunya lebih baik jika semua tulisan pada komputer bisa ditampilkan dengan benar.

Setelahnya tekan OK untuk menginstall berkas-berkas yang diperlukan. Masukkan CD Windows XP jika ditanyakan, dan restart computer jika diminta.

Kunjungi Wikipedia Bahasa Jepang untuk memastikan bahwa tulisannya ditampilkan dengan benar, yang kurang lebihnya seperti berikut:

Bandingkan juga tulisan di dalam tanda kutip berikut:

“モーニング娘。”

dengan gambar di bawah:

Kesalahan encoding

Walaupun font bahasa Jepang sudah diinstall dengan cara di atas, ada kalanya suatu situs web tetap tidak bisa ditampilkan dengan benar. Contoh tampilan mojibakenya adalah sebagai berikut:

Ini kemungkinan besar adalah karena setting encoding yang keliru. Penjelasan singkatnya adalah, suatu data tulisan di komputer pada dasarnya adalah kode-kode biner 0 dan 1, misalnya 10000101001011. Bagaimana mengartikan kode tersebut menjadi tulisan? Nah, yang jadi masalah adalah ada banyak standar untuk pengkodean karakter. Misalnya, rangkaian 0 dan 1 tadi jika diartikan berdasarkan standar ASCII adalah dua huruf BK. Kalau halaman suatu situs ditulis dengan pengkodean UTF-8 misalnya, namun diterjemahkan sebagai ISO-8859-1, tentu hasilnya akan kacau.

Suatu halaman web yang benar seharusnya memberi informasi ke browser tentang pengkodean yang dipakainya. Kalau hal ini lalai dilakukan, browser biasanya menebak-nebak dan kadangkala (seringkali?) tebakannya salah. Yang bisa kita lakukan adalah mencoba kemungkinan pengkodean lain. Di Firefox 3, hal ini dilakukan dari menu ViewCharacter Encoding:

Kamu pertama bisa mencoba Auto-DetectJapanese. Kalau itu gagal, coba-coba saja semua pilihan yang berbau Jepang pada More EncodingsEast Asian.

Pada IE7, cara untuk merubah encoding ada di ViewEncoding. Browser lain seperti Opera juga seharusnya memiliki menu sejenis.

Penutup

Dengan diinstallnya font bahasa Jepang, walaupun mungkin sekarang kita belum bisa membacanya, paling tidak tulisannya muncul sebagaimana seharusnya. Untuk kasus darurat di mana kamu tidak bisa menginstall font, misalnya pada komputer warnet, kamu bisa mengunjungi situs gateway ini yang akan mengkonversi tulisan Jepang menjadi gambar sehingga bisa dibaca di komputer yang tidak memiliki fontnya.

Sistem operasi Linux modern seperti Ubuntu 8.04 sudah memiliki font bahasa Jepang secara default, jadi tidak ada yang perlu dilakukan.

Nantikan seri selanjutnya yang akan membahas cara mengetik huruf Jepang di Windows XP!


  • 0

Tadaima: Aku Pulang?

Pelajar bahasa Jepang biasanya akan berkenalan dengan beragam ungkapan umum di awal-awal studinya. Salah satu ungkapan tersebut adalah 「ただいま」 (tadaima) yang sering diterjemahkan “Aku pulang!” Memang maksudnya begitu, namun kalau kita terjemahkan secara mentah, arti sebenarnya adalah “Baru saja.” Baru saja ngapain? Ya… baru saja pulang.

Ini karena ungkapan lengkapnya adalah 「ただいま帰りました」 (tadaima kaerimashita, aku baru saja pulang). 帰りました (かえりました, kaerimashita) yang merupakan bentuk lampau sopan 帰る (かえる, kaeru) “pulang” seringkali dihilangkan pada ungkapan tersebut. Untuk mendengar versi lengkapnya, kamu bisa download potongan dari anime Clannad episode 19 saat Furukawa Nagisa mengucapkannya:

tadaima_kaerimashita.mp3 – 46 KB

Seperti telah dikatakan sebelumnya, arti sebenarnya 「ただいま」 (tadaima) pada ekspresi di atas adalah “baru saja”. Inilah beberapa kalimat lain yang mencontohkan arti tersebut:

ただいま電話がありました。
tadaima denwa ga arimashita.
(Tadi) baru saja ada telepon.
ただいま散歩に出かけた。
tadaima sanpo ni dekaketa.
(Dia) baru saja pergi jalan-jalan ke luar.

散歩に出かけた (sanpo ni dekaketa) adalah cara lain mengatakan 散歩しに出かけた (sanpo shi ni dekaketa, pergi ke luar untuk jalan-jalan).

Setelah tahu versi lengkap dari ただいま (tadaima), sekali-kali cobalah mengatakannya.

Inilah daftar kata pada artikel ini:

漢字 かな romaji Arti
ただいま tadaima baru saja
帰る かえる kaeru pulang
電話 でんわ denwa telepon
ある aru ada
散歩 さんぽ sanpo jalan-jalan
出かける でかける dekakeru pergi ke luar

  • 0

Sedikit Mengenai Tingkat Kesulitan dan Romaji

Category : Meta

Artikel-artikel di sini dikategorikan menjadi beberapa tingkat kesulitan. Tingkat kesulitan ini didasarkan pada kurikulum tutorial karangan Tae Kim, yaitu sebagai berikut:

  • Newbie: penulis tidak akan berasumsi banyak-banyak. Harapannya adalah agar bisa dimengerti orang yang benar-benar baru mulai belajar bahasa Jepang.
  • Mudah: Target pembaca adalah mereka yang sudah menyelesaikan bab Tata bahasa dasar pada tutorial Tae Kim. Jadi partikel-partikel dasar (、dll) dan infleksi sederhana (negatif –ない、 lampau –) tidak akan dijelaskan lagi.
  • Menengah: Pembaca sudah memahami sampai materi pada bagian “Tata bahasa penting”. Pembaca sudah bisa membuat kalimat sopan (です、-ます), misalnya.
  • Menengah lanjut: Dibuat untuk mereka yang sudah mengerti sampai “Berbagai macam ekspresi”.
  • Susah: Pembaca sudah menguasai semua materi pada tutorial Tae Kim. Jangan terkejut, tapi masih banyak sekali bentuk-bentuk dan ekspresi yang tidak dibahas secara spesifik di tutorial tersebut. Yang perlu disalahkan akan ketidaklengkapannya bukan tutorial itu, tapi bahasa Jepangnya sendiri yang memang sangat kaya akan ekspresi :) .

Contohnya, pada artikel yang diposting tepat sebelum ini, tingkat kesulitannya adalah “Menengah”. Oleh karenanya kemunculan bentuk sopan di contoh kalimatnya tidak dibahas lagi — pembaca diasumsikan sudah tahu.

Pengelompokan ini bisa berubah sewaktu-waktu kalau dirasa ada pengelompokan yang lebih baik. Lalu, pembaca tentu saja bisa menggunakan buku selain tutorial Tae Kim. Untuk mengetahui sudah sampai mana tingkatmu pada penyampaian materi Tae Kim, kamu bisa membandingkan apa yang telah kamu pelajari dengan daftar isi pada versi bahasa Inggrisnya (versi bahasa Indonesianya masih belum lengkap).

Tentang romaji, untuk sementara ini di tiap artikel akan disertakan romajinya. Nanti akan dipikirkan lebih lanjut bagaimana sebaiknya. Yang pasti, Tae Kim menyarankan dengan tegas agar kita segera belajar kana dan setelah itu buang romaji untuk selamanya…